BANDUNG BARAT, WWW.PASJABAR.COM — Warga Kampung Babakan Cimareme, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dikejutkan oleh insiden kebakaran hebat yang terjadi pada Senin sore, 23 Februari 2026.
Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi ke langit, menciptakan kepanikan di area pemukiman dan pergudangan tersebut.
Api dengan cepat melahap tiga bangunan sekaligus yang berada dalam satu area, yakni gudang rongsok, gudang penyimpanan perangkat jaringan, serta sebuah bengkel cat.
Kronologi Kejadian dan Material Mudah Terbakar
Kebakaran bermula pada Senin sore saat aktivitas di sekitar lokasi masih berlangsung.
Menurut saksi mata, api muncul secara tiba-tiba dan langsung membesar karena didukung oleh banyaknya material yang mudah terbakar di dalam bangunan.
Area yang terdampak meliputi gudang barang rongsokan yang penuh dengan limbah plastik dan kertas, serta gudang penyimpanan kabel dan perangkat jaringan WiFi yang berisi material polimer dan elektronik.
Selain kedua gudang tersebut, sebuah bengkel cat duco yang berada di area yang sama turut hangus terbakar.
Keberadaan cairan kimia seperti tiner dan cat di dalam bengkel membuat intensitas api semakin sulit dikendalikan.
Petugas Pemadam Kebakaran KBB yang tiba di lokasi segera melokalisir area agar api tidak merambat ke pemukiman warga yang padat di sekitar Kampung Babakan Cimareme.
Dugaan Penyebab: Arus Pendek Listrik
Berdasarkan hasil pengamatan sementara dan keterangan dari petugas di lapangan, sumber api diduga kuat berasal dari masalah teknis kelistrikan.
Petugas Pemadam Kebakaran, Egy, menyatakan bahwa dugaan awal mengarah pada korsleting atau arus pendek listrik yang terjadi di gudang penyimpanan kabel dan perangkat jaringan WiFi.
Percikan api dari kabel yang mengalami arus pendek diduga mengenai material mudah terbakar di sekitarnya, sehingga api menjalar dengan sangat cepat ke bangunan gudang rongsok dan bengkel cat.
Meski demikian, pihak pemadam kebakaran bersama kepolisian setempat masih terus melakukan pendataan dan koordinasi lanjutan untuk memastikan titik koordinat utama sumber api guna kepentingan penyelidikan lebih dalam.
Upaya Pemadaman dan Kendala di Lapangan
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Barat mengerahkan sedikitnya 3 unit kendaraan pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.
Petugas harus berjibaku selama kurang lebih satu jam untuk menjinakkan si jago merah. Kendala utama yang dihadapi petugas adalah akses menuju titik api dan material bahan kimia dari bengkel cat yang terus memicu kobaran api meskipun sudah disiram air.
Kerja keras petugas akhirnya membuahkan hasil setelah satu jam berselang. Api berhasil dipadamkan total sebelum merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Setelah api padam, petugas tetap melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa di bawah tumpukan material rongsok dan gulungan kabel yang hangus, mengingat material tersebut berpotensi menyimpan panas dalam waktu lama.
Dampak Kerugian dan Nihilnya Korban Jiwa
Beruntung, dalam peristiwa mencekam ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka-luka.
Para pekerja dan warga di sekitar lokasi berhasil menyelamatkan diri sesaat setelah api mulai terlihat membesar.
Namun, dampak materil yang ditimbulkan sangat signifikan. Kerugian akibat musibah ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Kerugian ratusan juta tersebut mengingat banyaknya perangkat jaringan WiFi mahal dan stok kabel yang ludes terbakar.
Selain itu adanya peralatan bengkel yang rusak total menambah jumlah kerugian yang dialami pemilik bengkel.
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi para pemilik usaha pergudangan di wilayah Kabupaten Bandung Barat.
Para pemilik bengkel harus rutin melakukan pengecekan instalasi listrik secara berkala.
Penggunaan beban listrik yang berlebih pada kabel yang tidak sesuai standar seringkali menjadi pemicu utama kebakaran. (Uby)












