BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Menjelang masa angkutan Lebaran 2026, penjualan tiket kereta api di wilayah operasional PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung terus menunjukkan peningkatan.
Hingga Sabtu (7/3/2026) pagi, tercatat sebanyak 178 ribu tiket telah terjual dari total 345 ribu tempat duduk yang disediakan untuk periode mudik tahun ini.
Berdasarkan data dari PT Kereta Api Indonesia Daop 2 Bandung, sebagian besar tiket yang terjual merupakan perjalanan menuju sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Wilayah tersebut menjadi tujuan favorit para pemudik yang ingin pulang ke kampung halaman menggunakan moda transportasi kereta api.
Beberapa kota tujuan yang banyak dipesan di antaranya Solo, Kutoarjo, hingga Surabaya. Tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api dinilai karena moda transportasi ini dianggap nyaman, aman. Serta memiliki jadwal perjalanan yang relatif tepat waktu dibandingkan transportasi darat lainnya.
KAI Tambah Perjalanan Kereta
Untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang selama periode mudik, PT Kereta Api Indonesia Daop 2 Bandung menyiapkan sejumlah langkah tambahan. Salah satunya dengan menambah empat perjalanan kereta api menuju beberapa kota tujuan favorit pemudik.
Penambahan perjalanan tersebut meliputi dua perjalanan rute Bandung–Solo Balapan, serta masing-masing satu perjalanan untuk rute Bandung–Kutoarjo dan Bandung–Surabaya. Penambahan rute ini diharapkan dapat membantu mengakomodasi tingginya permintaan tiket pada masa angkutan Lebaran.
Humas Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengimbau masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik agar membeli tiket melalui kanal resmi milik KAI. Hal ini dilakukan untuk menghindari potensi penipuan dari oknum yang menjual tiket palsu.
“Calon penumpang kami imbau untuk membeli tiket melalui gerai resmi atau aplikasi resmi KAI agar terhindar dari penipuan tiket palsu,” ujarnya.
Masa angkutan mudik Lebaran sendiri dijadwalkan berlangsung mulai 11 Maret hingga 1 April 2026. Selama periode tersebut, pihak KAI akan terus memantau perkembangan jumlah penumpang serta memastikan layanan perjalanan tetap berjalan aman dan lancar bagi seluruh pengguna kereta api. (uby)
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.
Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.
Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer .















