WWW.PASJABAR.COM – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 pada hari pertama dan kedua difokuskan untuk peserta yang memilih program studi kedokteran dan kedokteran gigi.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi untuk memperketat pengawasan, menyusul tingginya kasus kecurangan pada pelaksanaan tahun sebelumnya.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Eduart Wolok, mengungkapkan bahwa hampir seluruh temuan kecurangan pada UTBK tahun lalu terjadi pada dua program studi tersebut.
Pengawasan Diperketat Sejak Awal
Menurut Eduart, sekitar 99 persen kasus kecurangan pada UTBK sebelumnya berasal dari peserta yang memilih prodi kedokteran dan kedokteran gigi. Oleh karena itu, panitia memutuskan untuk memfokuskan pelaksanaan ujian bagi peserta kedua prodi tersebut pada hari-hari awal.
“Untuk peserta pilihan prodi kedokteran dan kedokteran gigi, kita fokuskan di hari pertama dan kedua untuk lebih mengetatkan pengawasan. Ini sebagai antisipasi sesuai arahan menteri setelah kita mendapatkan berbagai macam kecurangan tahun lalu, yang 99 persen terjadi pada pilihan prodi tersebut,” ujarnya.
Ia menegaskan, meskipun fokus pengawasan diperketat di awal pelaksanaan, bukan berarti hari-hari berikutnya luput dari pengawasan. Panitia tetap menerapkan standar pengawasan yang ketat di seluruh sesi ujian.
Selain itu, upaya pencegahan juga dilakukan sejak tahap pendaftaran. Panitia telah meningkatkan sistem verifikasi, termasuk mendeteksi upaya manipulasi data seperti penggantian foto peserta.
“Upaya-upaya kita termasuk melakukan deteksi sejak proses pendaftaran. Yang berusaha mengganti foto dan sebagainya sudah bisa langsung kita temukan,” jelasnya.
Tak hanya itu, pengawasan saat ujian juga diperkuat dengan penggunaan alat seperti metal detektor untuk mencegah masuknya perangkat ilegal yang berpotensi digunakan untuk kecurangan.
Dengan langkah-langkah tersebut, panitia berharap pelaksanaan UTBK 2026 dapat berlangsung lebih jujur, transparan, dan berintegritas. (han)












