BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Seorang peserta difabel penyandang Cerebral Palsy berjuang mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 di Bandung demi meraih impian masuk perguruan tinggi negeri.
Panitia UTBK pun menyediakan fasilitas khusus guna mendukung kenyamanan peserta disabilitas selama ujian berlangsung.
Rahma Rahayu (20) menjadi salah satu peserta yang mencuri perhatian. Meski memiliki keterbatasan fisik sejak kecil, ia tetap bertekad bersaing dengan ribuan peserta lainnya. Rahma mengaku memilih jurusan Sosiologi di Universitas Padjadjaran karena ketertarikannya dalam berinteraksi dengan masyarakat.
Ia juga berharap dapat menjadi inspirasi bagi penyandang disabilitas lainnya agar tetap berani mengejar pendidikan tinggi. Bersama orang tuanya, Rahma telah mempersiapkan diri selama berbulan-bulan untuk menghadapi UTBK tahun ini.
“Saya ingin membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk meraih cita-cita,” ujar Rahma.
Fasilitas Khusus bagi Peserta Disabilitas
Pendamping Rahma, Diah Komala, menyebut berbagai persiapan telah dilakukan demi memastikan Rahma dapat mengikuti ujian dengan baik. “Kami sudah mempersiapkan semuanya sejak jauh hari, baik dari segi materi maupun kondisi fisik,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana UTBK ISBI Bandung, Indra Ridwan, memastikan pihaknya telah menyediakan ruangan khusus bagi peserta disabilitas.
“Kami menyiapkan fasilitas khusus agar peserta disabilitas dapat mengikuti ujian dengan nyaman. Selain itu, untuk mencegah kecurangan seperti joki, dilakukan sesi verifikasi foto sebelum ujian,” jelasnya.
Pada pelaksanaan tahun ini, ISBI Bandung memfasilitasi sebanyak 8.247 peserta UTBK yang berlangsung pada 21 hingga 30 April 2026. Panitia memastikan seluruh rangkaian ujian berjalan tertib, aman, dan inklusif bagi seluruh peserta. (uby)












