• Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Alamat Redaksi & Iklan
Minggu, Mei 10, 2026
  • Login
PASJABAR
  • BERANDA
  • PASBANDUNG
  • PASJABAR
  • PASNUSANTARA
  • PASDUNIA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKESEHATAN
  • PASFINANSIAL
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PASBANDUNG
  • PASJABAR
  • PASNUSANTARA
  • PASDUNIA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKESEHATAN
  • PASFINANSIAL
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Pongah dan Ilusi Ketinggian Diri

Reading Time: 4 mins read
A A
Share on FacebookShare on Twitter
Penulis: admin
Dipublikasikan: Selasa. 28 April 2026 - 15:00 WIB
OPini Firdaus Arifin Berburu Kursi
Dosen Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan Dpk FH UNPAS, Firdaus Arifin. (foto: pasjabar)

Oleh: Firdaus Arifin, Dosen Ypt Pasundan dpk. FH Unpas (Pongah dan Ilusi Ketinggian Diri)

WWW.PASJABAR.COM – Dalam sebuah sore yang hampir tak berniat menjadi senja, saya melihat seseorang berdiri lebih tinggi dari bayangannya sendiri. Ia tidak benar-benar tinggi. Hanya saja, ia menolak untuk menunduk. Dunia di sekitarnya menjadi lebih rendah bukan karena dunia mengecil, melainkan karena ia membesar dalam pikirannya sendiri. Di situlah pongah lahir—bukan dari kekuatan, melainkan dari ilusi tentang ketinggian diri.

Pongah bukan sekadar kesombongan. Ia lebih halus, lebih licin. Ia tidak selalu berteriak; kadang ia berbisik. Ia menyelinap dalam cara seseorang menyebut dirinya, dalam cara ia menilai orang lain, dalam cara ia memandang dunia sebagai panggung kecil bagi kebesarannya sendiri. Pongah adalah bahasa diam dari ego yang tak pernah selesai dengan dirinya.

Bayang

Ketinggian diri sering kali bukan sesuatu yang nyata. Ia seperti bayang-bayang yang memanjang saat matahari merendah. Semakin dekat pada gelap, semakin panjang bayang itu tampak. Begitu pula dengan manusia yang pongah: ketika cahaya kesadaran meredup, ia justru merasa semakin besar.

Kita hidup dalam zaman di mana bayang bisa dipoles. Media sosial, gelar, jabatan, bahkan pujian yang dangkal—semuanya menjadi cermin yang memperbesar diri. Kita melihat pantulan itu dan percaya. Kita lupa bahwa cermin tidak pernah jujur sepenuhnya; ia hanya memantulkan apa yang kita ingin lihat.
Di sinilah ilusi bekerja. Ia membangun ketinggian tanpa fondasi. Ia memberi rasa agung tanpa kedalaman. Dan manusia yang terjebak di dalamnya akan berdiri di atas sesuatu yang rapuh, tanpa pernah menyadari bahwa ia sedang berdiri di udara.

Diri

Apa yang disebut “diri” sering kali adalah konstruksi. Kita menyusunnya dari pengalaman, dari pengakuan orang lain, dari cerita yang kita ulang tentang siapa kita. Tapi dalam proses itu, kita juga menyelipkan harapan—dan kadang, ketakutan.

Pongah lahir dari ketakutan yang tidak diakui. Ketakutan untuk dianggap kecil. Ketakutan untuk dilupakan. Ketakutan bahwa tanpa pengakuan, kita tak berarti. Maka kita membangun versi diri yang lebih tinggi, lebih kuat, lebih penting. Kita memolesnya, memamerkannya, dan perlahan mempercayainya.

Namun diri yang dibangun dari ketakutan tidak pernah stabil. Ia selalu membutuhkan pembenaran. Ia selalu haus akan pengakuan baru. Dan di situlah pongah menjadi siklus: semakin tinggi kita merasa, semakin dalam kita takut jatuh.

Cermin

Ada momen ketika seseorang melihat dirinya sendiri—benar-benar melihat, bukan sekadar memandang. Momen itu jarang. Ia datang tanpa undangan, sering kali dalam kesunyian atau dalam kegagalan.

Cermin yang jujur tidak selalu menyenangkan. Ia menunjukkan keretakan, menunjukkan keterbatasan, menunjukkan bahwa kita tidak setinggi yang kita kira. Tapi justru di sanalah kemungkinan untuk menjadi manusia yang utuh.

Pongah menghindari cermin semacam itu. Ia memilih cermin yang memuji, yang memperindah, yang meneguhkan ilusi. Ia menolak segala sesuatu yang mengganggu gambaran besar tentang diri. Ia menolak kritik, menolak keraguan, menolak kesadaran bahwa manusia selalu berada dalam proses—tidak pernah selesai.

Kuasa

Pongah menemukan rumah yang nyaman dalam kekuasaan. Ketika seseorang memiliki kuasa, ilusi tentang ketinggian diri menjadi lebih mudah dipercaya—oleh dirinya sendiri dan oleh orang lain.

Kuasa memberi jarak. Ia menciptakan ruang di mana orang lain harus menunduk, harus mendengar, harus setuju. Dalam ruang itu, pongah tumbuh subur. Ia tidak lagi perlu membuktikan dirinya; cukup dengan posisi, dengan simbol, dengan struktur yang menopangnya.

Namun kuasa juga rapuh. Ia bergantung pada legitimasi, pada kepercayaan, pada waktu. Dan ketika semua itu berubah, pongah yang berdiri di atasnya akan goyah. Yang tersisa hanyalah manusia—tanpa atribut, tanpa panggung, tanpa bayang yang memanjang.

Di situlah sering kali kita melihat kerapuhan yang selama ini disembunyikan.

Sunyi

Tidak ada yang lebih menakutkan bagi orang pongah selain kesunyian. Dalam sunyi, tidak ada penonton. Tidak ada pujian. Tidak ada perbandingan. Hanya ada diri sendiri—dan itu sering kali terlalu berat.
Kesunyian memaksa kita untuk menghadapi kenyataan bahwa kita tidak sebesar yang kita kira. Ia membuka ruang bagi keraguan, bagi refleksi, bagi pertanyaan-pertanyaan yang selama ini kita hindari.

Namun justru di situlah kemungkinan untuk bebas dari pongah. Dalam sunyi, kita bisa mulai melihat diri tanpa distorsi. Kita bisa mulai menerima bahwa menjadi manusia tidak berarti harus selalu tinggi, selalu benar, selalu unggul.

Ada kerendahan yang membebaskan. Ada kejujuran yang menenangkan.

Jatuh

Setiap ilusi pada akhirnya akan runtuh. Tidak selalu dengan suara keras. Kadang ia jatuh perlahan, seperti daun yang lepas dari ranting. Tapi jatuh tetaplah jatuh.

Bagi orang pongah, jatuh adalah tragedi. Ia menghancurkan narasi tentang diri. Ia merobek gambaran yang selama ini dipertahankan. Ia membuka luka yang selama ini disembunyikan.

Namun jatuh juga bisa menjadi awal. Ia memberi kesempatan untuk melihat dunia dari posisi yang berbeda. Ia mengingatkan bahwa ketinggian bukanlah keadaan permanen, dan bahwa nilai seseorang tidak ditentukan oleh seberapa tinggi ia berdiri, melainkan oleh bagaimana ia berdiri—dan bagaimana ia bangkit.

Tidak semua orang mampu belajar dari jatuh. Tapi bagi yang mampu, jatuh adalah guru yang jujur.

Makna

Pada akhirnya, pertanyaan tentang pongah adalah pertanyaan tentang makna. Apa arti menjadi manusia? Apakah kita harus selalu lebih tinggi dari orang lain untuk merasa berarti?
Mungkin tidak.

Mungkin makna justru terletak pada kemampuan untuk melihat diri dengan jernih, untuk menerima keterbatasan, untuk tidak terjebak dalam ilusi tentang ketinggian yang semu. Mungkin makna ada dalam relasi—dalam bagaimana kita hadir bagi orang lain, bukan dalam bagaimana kita mengungguli mereka.
Pongah adalah godaan yang selalu ada. Ia tidak pernah benar-benar hilang. Tapi kita bisa memilih untuk tidak sepenuhnya tunduk padanya.

Kita bisa memilih untuk tetap rendah, bukan dalam arti lemah, tetapi dalam arti sadar. Sadar bahwa kita adalah bagian kecil dari sesuatu yang lebih besar. Sadar bahwa ketinggian sejati tidak membutuhkan pengakuan.

Dan mungkin, dalam kesadaran itu, kita menemukan sesuatu yang lebih tenang daripada kebesaran: kemanusiaan. (han)

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.

Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.

Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer .

Tags: ketinggian diriOpiniOpini dosenpongahunpas
admin

admin

Related Posts

Raudhah Madinah
HEADLINE

Saat Hati Bertamu ke Raudhah

Sabtu. 9 Mei 2026 - 19:12
Penutupan Prodi Keguruan
HEADLINE

LLDIKTI IV Warning Kampus, Unpas Pastikan Prodi Tetap Aman

Sabtu. 9 Mei 2026 - 17:44
PAD Kota Bandung
HEADLINE

Dorong Kreativitas PAD, DPRD Minta Rekomendasi LKPJ Masuk RKPD 2027

Sabtu. 9 Mei 2026 - 17:20
Next Post

PSSI Rilis 23 Pemain TC Timnas untuk ASEAN Championship 2026

Iwan Setiawan Raih Doktor Unpas, Tawarkan Model Revitalisasi SDM Polri untuk Cegah Pelanggaran

L’Eminence Golf Resort Lembang Tawarkan Wisata Slow Living dan Alam

Recommended

frans putros pemain persib

Optimisme Bek Persib Frans Putros Melawan Kemustahilan di GBLA

3 bulan ago
somalia

Pesawat Kargo Kenya Jatuh di Somalia, Lima Orang Tewas

1 tahun ago
pemain Timnas Indonesia

Curahan Hati Pemain Timnas Indonesia Jelang 2026, Instagram Dibanjiri Dukungan

4 bulan ago
pameran luminositas

Pameran “Luminositas” UNIBI Tampilkan 44 Karya Mahasiswa DKV

1 tahun ago

Instagram

    Please install/update and activate JNews Instagram plugin.

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized

Topics

2026 AC Milan Arne Slot arsenal bandung barcelona berita bola BMKG bobotoh bojan hodak bursa transfer Dedi Mulyadi gubernur jawa barat Hasil Bola Hasil Pertandingan inter milan jawa barat KAI Daop 2 Bandung Kualifikasi Piala Dunia 2026 liga champions liga inggris liga italia liverpool Manchester City manchester united Mikel Arteta Opini paguyuban pasundan Pascasarjana Universitas Pasundan pascasarjana unpas Patrick Kluivert pemkot bandung persib persib bandung Piala Dunia 2026 premier League pssi Real Madrid Ruben Amorim sepak bola indonesia Serie A Super League 2025/2026 timnas indonesia universitas pasundan unpas
No Result
View All Result

Highlights

Unpas Tambah 9 Guru Besar, Perkuat Tradisi Akademik Kampus

Sidang Doktor Ade Yusuf Bahas Pengaruh Faktor Teknologi terhadap Penggunaan Bukalapak

Sidang Terbuka Doktor Unpas: Raden Khemal Youwangka Raih Gelar Doktor Ilmu Manajemen

Evaluasi LKPJ Disorot, DPRD Tekankan Rekomendasi untuk Perbaikan RKPD 2027

19 Sekolah di Jawa Barat Resmi Jadi Sekolah Maung 2026, Diterapkan di Tahun Ajaran Baru

Pemkot Bandung Fokuskan PHBS pada Sekolah dan Pola Makan

Trending

Raudhah Madinah
HEADLINE

Saat Hati Bertamu ke Raudhah

by Yatti Chahyati
Sabtu. 9 Mei 2026 - 19:12
0

# Raudhah Madinah Oleh: Firdaus Arifin Dosen FH Unpas, Sekretaris APHTN HAN & Anggota Komisi Ukhwah Islamiyah...

Penutupan Prodi Keguruan

LLDIKTI IV Warning Kampus, Unpas Pastikan Prodi Tetap Aman

Sabtu. 9 Mei 2026 - 17:44
PAD Kota Bandung

Dorong Kreativitas PAD, DPRD Minta Rekomendasi LKPJ Masuk RKPD 2027

Sabtu. 9 Mei 2026 - 17:20
unpas guru besar

Unpas Tambah 9 Guru Besar, Perkuat Tradisi Akademik Kampus

Sabtu. 9 Mei 2026 - 16:41
Sidang Doktor Ade Yusuf

Sidang Doktor Ade Yusuf Bahas Pengaruh Faktor Teknologi terhadap Penggunaan Bukalapak

Sabtu. 9 Mei 2026 - 13:49
PASJABAR

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.
LEARN MORE »

Recent News

  • Saat Hati Bertamu ke Raudhah Sabtu. 9 Mei 2026 - 19:12
  • LLDIKTI IV Warning Kampus, Unpas Pastikan Prodi Tetap Aman Sabtu. 9 Mei 2026 - 17:44
  • Dorong Kreativitas PAD, DPRD Minta Rekomendasi LKPJ Masuk RKPD 2027 Sabtu. 9 Mei 2026 - 17:20

Kategori

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized

[mc4wp_form]

© 2018 JNews - City News Magazine WordPress theme. All rights belong to their respective owners.
JNews is a top selling 2018 WordPress News, Blog, Newspaper & Magazine Theme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PASBANDUNG
  • PASJABAR
  • PASNUSANTARA
  • PASDUNIA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKESEHATAN
  • PASFINANSIAL
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.