BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) kembali menggelar Sidang Promosi Doktor Ilmu Sosial atas nama Iskandar Zulkarnaen Nasution, Rabu (29/4/2026), di Aula Mandalasaba dr. Djoendjoenan, Jalan Sumatra No. 41, Kota Bandung.
Sidang promosi tersebut dipimpin oleh Prof. Dr. H. Bambang Heru P, M.S., dengan promotor Prof. Dr. H. Kamal Alamsyah, M.Si., serta co-promotor Prof. Dr. Lia Muliawaty, M.Si.
Adapun tim penguji terdiri dari Prof. Dr. H. Soleh Suryadi, M.Si., Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si., dan Prof. Dr. H. Yaya Mulyana Abdul Azis, M.Si.
Dalam sidang tersebut, Iskandar mempertahankan disertasinya yang berjudul “Model Reformasi Birokrasi Berbasis Teknologi Informasi Tata Ruang Ramah Investasi di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kepulauan Riau.”
Reformasi Birokrasi Berbasis Teknologi

Dalam penelitiannya, Iskandar mengkaji implementasi reformasi birokrasi berbasis teknologi informasi dalam mendukung ekosistem investasi di Provinsi Kepulauan Riau.
Ia menilai bahwa pemanfaatan teknologi digital telah membawa kemajuan signifikan dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pelayanan publik.
Digitalisasi sistem perizinan melalui Online Single Submission (OSS) serta integrasi data tata ruang berbasis Geographic Information System (GIS) dinilai mampu memberikan kepastian hukum dan informasi real-time bagi investor.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasilnya menunjukkan bahwa reformasi birokrasi berbasis teknologi informasi mampu mempercepat proses perizinan, menekan biaya dan waktu, serta mengurangi potensi penyimpangan birokrasi.
Penguatan SDM dan Sistem
Meski demikian, Iskandar mengungkapkan bahwa masih terdapat sejumlah kendala dalam implementasi reformasi tersebut, terutama dari sisi sumber daya manusia, budaya organisasi, komitmen kepemimpinan, serta aspek teknis sistem.
Sebagai solusi, ia menawarkan model reformasi birokrasi yang mencakup penataan kelembagaan, ketatalaksanaan, sumber daya aparatur, serta penguatan akuntabilitas.
“Maksud dan tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti sejauh mana reformasi birokrasi berjalan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, serta apakah sudah efektif dan efisien,” ujarnya.
Ia berharap hasil penelitiannya dapat diimplementasikan guna meningkatkan kinerja pelayanan publik, khususnya bagi para investor.
“Harapan saya, penelitian ini dapat menjadi masukan agar hambatan dan kelemahan yang ditemukan bisa diperbaiki, sehingga kinerja semakin meningkat dan masyarakat, khususnya investor, semakin puas,” katanya.

Iskandar juga menyampaikan apresiasi terhadap Pascasarjana Unpas yang dinilainya memiliki peran penting dalam pengembangan sumber daya manusia.
“Saya pikir Pascasarjana Unpas sangat baik dalam membina, terutama bagi mereka yang ingin membawa perubahan, baik secara keilmuan maupun praktis,” ungkapnya.
Dalam sidang tersebut, Iskandar Zulkarnaen Nasution dinyatakan lulus dengan IPK akhir 3,68 dan meraih yudisium sangat memuaskan, sekaligus menjadi lulusan ke-314 doktor Ilmu Sosial Pascasarjana Unpas. (han)












