WWW.PASJABAR.COM – Persib Bandung meraih kemenangan 4-2 saat dijamu Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Kamis (30/4/2025) malam. Kemenangan ini diraih secara dramatis.
Persib tertinggal 0-2, tapi diperkecil menjadi 1-2 setelah Federico Barba mencetak gol sesaat sebelum babak pertama tuntas.
Setelah itu, Persib justru bangkit. Hingga akhirnya, Persib menutup laga dengan kemenangan 4-2. Itu pun diwarnai dua gol Bhayangkara FC yang dianulir karena offside.
Kemenangan ini jelas disambut dengan euforia. Sebab, Persib kini masih di jalur persaingan menjadi juara. Persib bahkan kembali jadi pemuncak klasemen.
Namun, di balik hasil manis itu, pelatih Bojan Hodak tak menutup mata. Ia mengakui timnya tak sempurna dan tampil tak sesuai rencana, khususnya di babak pertama.
Sejak menit pertama, Persib dinilai tidak menjalankan instruksi taktik dengan baik. Struktur permainan yang seharusnya rapi justru mudah ditembus. Hal itu memberi ruang bagi lawan untuk melancarkan serangan balik berbahaya.
Situasi itu membuat Bhayangkara beberapa kali leluasa mengeksploitasi celah di lini pertahanan. Bagi Hodak, ini merupakan soal disiplin yang belum sepenuhnya sempurna.
“Kami memulai pertandingan dengan cara yang salah. Tidak melakukan dengan tepat apa yang sudah kami sepakati untuk tidak dilakukan. Kami memberi mereka banyak ruang untuk serangan balik dan itu seperti mengulang hal buruk di laga sebelumnya,” kata Bojan Hodak.
Pola Berulang
Nada kritik itu bukan tanpa alasan. Bojan Hodak melihat pola yang berulang, timnya kerap telat panas. Alih-alih langsung menekan sejak awal, Persib Bandung justru baru menunjukkan performa terbaik ketika sudah berada dalam posisi tertinggal.
Dalam laga ini pun, skenario serupa kembali terjadi. Persib harus lebih dulu kebobolan dua gol sebelum akhirnya bangkit dan mengambil alih permainan.
“Setelah tertinggal 0-2, barulah permainan kami berkembang. Di babak pertama ada beberapa peluang yang kami ciptakan, tapi hanya satu yang menjadi gol,” jelasnya.
Meski begitu, ada sisi positif yang tetap bisa diambil. Mental bangkit Persib kembali terlihat. Ini menegaskan sebuah karakter tim yang sedang memburu gelar. Akan tetapi, bagi sang pelatih, itu saja belum cukup.
Hal itu terlihat pada babak kedua. Sehingga, Marc Klok dan kawan-kawan bisa mencetak gol yang membuat laga berakhir jadi kemenangan untuk Persib.
“Di babak kedua, pertandingan menurut saya berjalan satu arah. Mereka tidak punya banyak peluang, kecuali satu gol yang dianulir itu,” tutur Bojan Hodak. (ars)












