• Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Alamat Redaksi & Iklan
Minggu, Mei 10, 2026
PASJABAR
No Result
View All Result
h
  • Login
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASJABAR
  • PASNUSANTARA
  • PASDUNIA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKESEHATAN
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASJABAR
  • PASNUSANTARA
  • PASDUNIA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKESEHATAN
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Oligarki dan Amanah Pendiri NKRI

oligarki

ilustrasi. (foto: jurnalpost.com)

Share on FacebookShare on Twitter
Penulis: admin
Editor: admin
Dipublikasikan: Minggu. 16 Februari 2025 - 15:00 WIB
U Wawan Sam Adinata, Dosen STIE Pasundan. (foto: pasjabar)

Oleh: U Wawan Sam Adinata, Dosen STIE Pasundan (Oligarki)

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Oligarki sekarang ini bukan lagi dominasi kaum terpelajar, atau kalimat-kalimat yang berada di ruang kelas atau para aktivis dan pegiat politik saja, tapi sudah menjadi kalimat yang pamiliar dan santer terdengar. Masyarakat sudah terbiasa dan dengan mudah mencari tahu makhluk apa itu oligarki.

READ ALSO

Saat Hati Bertamu ke Raudhah

LLDIKTI IV Warning Kampus, Unpas Pastikan Prodi Tetap Aman

Kata oligarki cenderung bernuansa negatif dan bernada sumbang seperti Raja besar bukan Raja kecil, pengendali remote kekuasaan, atau memandang penguasa seperti boneka, rakus dan hanya memperkaya diri sendiri serta menghalalkan segala cara untuk mengeruk kekayaan negara. Benarkah demikian? Ataukah itu hanya prasangka saja?

Dikutip dari laman Wikipedia, oligarki adalah bentuk pemerintahan di mana kekuasaan politik dan ekonomi dikendalikan oleh sekelompok kecil individu atau golongan elit. Istilah “oligarki” berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu “oligos” yang berarti “sedikit” dan “arkhein” yang berarti “memerintah”. Dalam konteks modern, oligarki sering merujuk pada penguasaan oleh sekelompok kecil orang atau entitas yang memiliki kekuatan signifikan atas sumber daya, ekonomi, dan kebijakan negara.

Kembali Mencuat

Belakangan ini oligarki kembali mencuat ke permukaan, khususnya setelah berita pemagaran laut atau PIK 2 yang membuat gaduh republik karena pagar tersebut melibatkan berbagai kekuatan yang selama ini tersembunyi, seolah-olah tutup mata bermunculan.

Kegaduhan tersebut memengaruhi opini publik yang sebelumnya tertidur jadi melek, bahkan meluas menjadi isu nasional yang membakar semangat kebangsaan. Meminjam istilah elite, seolah-olah ada negara dalam negara, artinya bahwa tidak ada satu pun kekuatan yang bisa menyentuh PIK 2, bahkan media TV nasional pun tidak punya akses untuk masuk.

Pendek kata, dalam kasus PIK-2, Presiden Prabowo membatalkan status Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk PIK-2, dan menganggap sebagai proyek ilegal yang melibatkan oligarki. Prabowo juga menerbitkan Perpres No. 5 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan, yang bertujuan untuk mengambil kembali lahan yang dikuasai oleh oligarki secara ilegal, termasuk tertundanya proyek Ibu Kota Negara.

Dalam konteks ini, Prabowo melakukan sebuah tindakan yang sangat berani dan berisiko, tapi seperti pidatonya beberapa waktu lalu bahwa kebijakan tersebut demi kesejahteraan rakyat dan martabatnya, dan aparatur penegak hukum sebagai mesin perangnya harus siap dan berbenah. Apakah Prabowo akan berhasil? Itu tontonan yang menarik ke depan.

Siapa?

Muncul pertanyaan, siapa para oligarki yang dimaksud? Menurut berbagai sumber, mereka adalah orang-orang terkaya di Indonesia. Istilah sederhananya, ketika utang luar negeri kita jatuh tempo, mereka bisa memberikan pinjaman cuma-cuma, atau mereka bisa mengatur dan menentukan siapa presiden di Indonesia dengan jaringannya yang sangat besar.

Banyak orang kaya di Indonesia, sebut saja misalnya Kelompok Bisnis Salim yang dimiliki oleh Liem Sioe Liong, salah satu orang terkaya di Indonesia. Ada juga Kelompok Bisnis Djarum yang dimiliki oleh keluarga Hartono, yang memiliki bisnis di sektor rokok, properti, dan lain-lain. Ada Kelompok Bisnis Bakrie yang dimiliki oleh keluarga Bakrie, yang memiliki bisnis di sektor energi, pertambangan, dan lain-lain. Mereka juga memiliki bisnis media seperti TV, media online, cetak, dan masih banyak lainnya. Namun demikian, tidak semua orang kaya di Indonesia adalah oligarki.

Kembali ke pertanyaan awal, apakah Prabowo bisa mengurangi kekuatan oligarki dalam kebijakannya dan mendukung program lima tahun ke depan? Khususnya memerangi kemiskinan rakyat sekaligus meningkatkan kesejahteraan yang sudah lama diimpikan?

Belajar dari Vladimir Putin dan Erdogan

Vladimir Vladimirovich Putin (Putin) adalah Presiden Rusia saat ini yang mendunia karena keberaniannya melawan dominasi Barat di dunia. Dengan berbagai kebijakan politik luar negerinya, Rusia menjadi negara yang disegani baik secara ekonomi, teknologi, maupun militer. Putin menjadi presiden dengan masa jabatan terlama kedua di Eropa setelah Aleksandr Lukashenko, Presiden Belarus, di mana Putin telah menjadi Presiden Rusia sejak 7 Mei 2012.

Sejarah mencatat Putin pernah melawan oligarki di Rusia pada awal masa pemerintahannya. Di mana oligarki memiliki pengaruh sangat besar dalam politik dan ekonomi Rusia. Putin berusaha untuk mengurangi pengaruh mereka dan meningkatkan kendali negara atas ekonomi, khususnya minyak dan gas. Karena dalam kacamata Putin, oligarki adalah ancaman terhadap kekuasaannya dan stabilitas negara.

Selain Rusia, Turki juga memiliki pengalaman serupa dalam memerangi oligarki. Bahkan Turki di era Recep Tayyip Erdogan mirip dengan Indonesia di era Prabowo. Karena keduanya melibatkan figur politik yang kuat dan memiliki latar belakang militer. Keduanya juga melakukan upaya untuk memperkuat kekuasaan eksekutif dan membatasi kekuasaan lembaga lainnya.

Catatan Akhir

Dalam konteks Indonesia, Prabowo sudah melakukan tindakan yang tepat, yaitu membersihkan lembaga penegak hukum. Ini pintu masuknya, karena oligarki dalam praktiknya selalu bermain di wilayah ini. Seperti korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan perampasan aset sebagai finishing-nya.

Benar sekali apa yang diungkapkan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), politikus PDIP yang juga mantan Gubernur DKI, bahwa orang kaya lawan orang miskin, orang miskin kalah. Sedangkan orang kaya melawan pejabat pasti orang kaya jadi miskin. Pejabat dalam hal ini adalah kekuasaan.

Sekali lagi, demi masa depan rakyat yang adil dan sejahtera sesuai amanat Pancasila dan pembukaan UUD 45. Serta amanah para leluhur pendiri NKRI, kesejahteraan milik bersama bukan hanya sekelompok orang. Prabowo akan berhasil, satu pesan: luruskan niat. (han)

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.

Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.

Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer .

Tags: OligarkiOpini

Related Posts

Raudhah Madinah
HEADLINE

Saat Hati Bertamu ke Raudhah

Sabtu. 9 Mei 2026 - 19:12
Penutupan Prodi Keguruan
HEADLINE

LLDIKTI IV Warning Kampus, Unpas Pastikan Prodi Tetap Aman

Sabtu. 9 Mei 2026 - 17:44
PAD Kota Bandung
HEADLINE

Dorong Kreativitas PAD, DPRD Minta Rekomendasi LKPJ Masuk RKPD 2027

Sabtu. 9 Mei 2026 - 17:20
unpas guru besar
HEADLINE

Unpas Tambah 9 Guru Besar, Perkuat Tradisi Akademik Kampus

Sabtu. 9 Mei 2026 - 16:41
Sidang Doktor Ade Yusuf
HEADLINE

Sidang Doktor Ade Yusuf Bahas Pengaruh Faktor Teknologi terhadap Penggunaan Bukalapak

Sabtu. 9 Mei 2026 - 13:49
Sidang Doktor Raden Khemal
HEADLINE

Sidang Terbuka Doktor Unpas: Raden Khemal Youwangka Raih Gelar Doktor Ilmu Manajemen

Jumat. 8 Mei 2026 - 19:31
Next Post
Satgas PPR-PBG-PB bandung

Satgas PPR-PBG-PB Kabupaten Bandung Tertibkan Reklame Ilegal

POPULAR NEWS

19 Sekolah di Jawa Barat Resmi Jadi Sekolah Maung 2026, Diterapkan di Tahun Ajaran Baru

Kamis. 7 Mei 2026 - 15:24
Sidang Doktor Raden Khemal

Sidang Terbuka Doktor Unpas: Raden Khemal Youwangka Raih Gelar Doktor Ilmu Manajemen

Jumat. 8 Mei 2026 - 19:31
unpas guru besar

Unpas Tambah 9 Guru Besar, Perkuat Tradisi Akademik Kampus

Sabtu. 9 Mei 2026 - 16:41
Raudhah Madinah

Saat Hati Bertamu ke Raudhah

Sabtu. 9 Mei 2026 - 19:12

Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Wilayah Paguyuban Pasundan se Tanah Papua

Sabtu. 25 April 2026 - 14:09

EDITOR'S PICK

Ahli Sebut Faktor Tersembunyi yang Tingkatkan Risiko Kolesterol Tinggi

Selasa. 5 Mei 2026 - 14:00
cuaca bandung hari ini

Cuaca Indonesia Hari Ini, BMKG Prakirakan Hujan Ringan Merata

Sabtu. 27 Desember 2025 - 12:00
wisuda unjani

Wisuda Unjani 2026: 1.810 Lulusan, Sistem Hybrid Jadi Andalan

Rabu. 15 April 2026 - 15:29
Belantara Foundation

Belantara Foundation Bahas Krisis Biodiversitas di IUCN World Congress

Kamis. 16 Oktober 2025 - 14:00

About

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Follow us

Kategori

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Saat Hati Bertamu ke Raudhah
  • LLDIKTI IV Warning Kampus, Unpas Pastikan Prodi Tetap Aman
  • Dorong Kreativitas PAD, DPRD Minta Rekomendasi LKPJ Masuk RKPD 2027
  • Unpas Tambah 9 Guru Besar, Perkuat Tradisi Akademik Kampus
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by
No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.