BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) kembali mencetak ribuan sarjana baru dalam prosesi wisuda periode pertama tahun 2026.
Sebanyak 1.810 wisudawan resmi dikukuhkan, dari total 2.100 lulusan yang telah dinyatakan lulus secara akademis melalui yudisium.
Momentum wisuda ini menjadi sorotan karena tidak hanya diikuti oleh mahasiswa reguler, tetapi juga sejumlah pejabat publik hingga atlet profesional yang berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi di tengah kesibukan mereka.
Sistem Hybrid Jadi Solusi
Rektor Unjani, Prof. Dr. Agus Subagyo, S.IP., M.Si, mengungkapkan bahwa keberhasilan para lulusan tidak lepas dari penerapan sistem pembelajaran hybrid yang fleksibel dan adaptif.
Menurutnya, metode ini memungkinkan mahasiswa untuk tetap menjalankan profesinya tanpa harus meninggalkan kewajiban akademik.
“Mahasiswa bisa mengikuti kuliah secara online setiap minggu, dan satu bulan sekali wajib hadir ke kampus untuk praktik, simulasi, hingga ujian,” ujar Prof. Agus, Rabu (15/4/2026).
Ia menegaskan, sistem ini sangat membantu kalangan dengan mobilitas tinggi seperti pejabat dan atlet, sehingga pendidikan tetap berjalan tanpa mengganggu aktivitas utama mereka.
Tanpa Privilege, Semua Mahasiswa Sama
Meski diikuti oleh publik figur, Unjani memastikan tidak ada perlakuan khusus dalam proses akademik.
Seluruh mahasiswa, tanpa terkecuali, wajib menjalani tahapan pendidikan yang sama, mulai dari seminar proposal hingga sidang akhir.
“Tidak ada keistimewaan. Mereka mengikuti proses seperti mahasiswa lainnya, hadir di kelas, ujian, hingga menyelesaikan tugas akhir,” tegasnya.
Hal ini, lanjutnya, menjadi bukti komitmen Unjani dalam menjaga kualitas pendidikan sekaligus integritas akademik.
FISIP Jadi Favorit
Ia juga menyebutkan bahwa program studi yang paling diminati oleh kalangan pejabat dan atlet berada di bawah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), khususnya Jurusan Ilmu Pemerintahan dan Hubungan Internasional.
Selain itu, program Sarjana Ekonomi dan Magister Manajemen juga menjadi pilihan favorit bagi mahasiswa profesional yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang manajerial.
“Pada wisuda sesi pertama ini memang didominasi FISIP. Namun ke depan, lulusan dari fakultas ekonomi dan manajemen juga akan menyusul,” jelasnya.

Kisah Inspiratif Atlet Raih Gelar Sarjana
Salah satu wisudawan dari kalangan atlet yakni Backham Putra yang merupakan pemain PErsib Bandung , mengaku bangga bisa menyelesaikan pendidikan tinggi di tengah kesibukan latihan dan pertandingan.
“Alhamdulillah sekarang sudah resmi jadi sarjana. Tidak mudah, tapi semoga ilmu ini bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama, meskipun berkarier di dunia olahraga.
“Pendidikan sangat penting, bukan hanya sepak bola. Dengan sistem online, saya bisa membagi waktu, latihan pagi dan kuliah sore,” tambahnya.
Tak berhenti sampai di sini, ia juga berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Insyaallah saya ingin lanjut ke S2, masih di Ilmu Pemerintahan. Mohon doanya,” ujarnya.
Target Kerja Maksimal 4 Bulan
Untuk memastikan para lulusan siap terjun ke dunia kerja, Unjani juga memberikan pembekalan khusus berupa pelatihan soft skill dan career development sebelum wisuda.
Kampus menghadirkan narasumber kompeten dari berbagai sektor untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
“Kami targetkan lulusan bisa terserap di dunia kerja dalam waktu 3 hingga 4 bulan setelah lulus,” pungkas Agus.
Dengan pendekatan pendidikan yang inklusif, fleksibel, dan berorientasi pada kebutuhan zaman, Unjani terus memperkuat posisinya sebagai kampus yang mampu menjawab tantangan dunia kerja modern sekaligus membuka akses pendidikan bagi semua kalangan. (*/uby)












