www.pasjabar.com — Rencana Real Betis untuk kembali merekrut Antony dari Manchester United menemui jalan berliku. Klub La Liga itu sebenarnya ingin meminjam pemain Brasil tersebut lagi, namun Setan Merah bersikeras hanya akan melepasnya secara permanen. Negosiasi pun berjalan alot karena kedua pihak belum mencapai titik temu.
Musim lalu, Antony tampil impresif bersama Real Betis saat dipinjam pada paruh kedua musim.
Namun, meski hubungan pemain dan klub sangat baik, Manchester United kini bersikap tegas: mereka ingin menjual sang winger sepenuhnya, bukan sekadar memperpanjang masa pinjaman.
Manchester United Ingin Penjualan, Betis Ingin Pinjam Lagi
Menurut laporan dari Mail Sport, Real Betis berniat meminjam Antony lagi untuk satu musim dengan opsi pembelian sebesar £35 juta.
Sayangnya, Manchester United tidak tertarik dengan skema seperti itu. Mereka hanya akan melepas Antony jika ada tawaran penjualan langsung.
MU berharap bisa mengembalikan sebagian besar dana dari transfer Antony sebelumnya yang mencapai £86 juta.
Dalam dua musim di Premier League, Antony belum menunjukkan performa memuaskan dengan hanya mencetak 12 gol dari 96 laga. Karena itulah klub ingin melepasnya secara permanen, demi membuka ruang bagi pemain baru dan menstabilkan keuangan klub.
Antony Bersinar di Spanyol, Tapi Masa Depannya Belum Jelas
Meski kesulitan di Inggris, Antony justru menemukan kembali performanya di Spanyol. Bersama Betis, ia mencetak 9 gol dan menyumbang 5 assist dalam 26 penampilan.
Ia bahkan menjadi bintang utama meskipun Betis kalah di final UEFA Conference League.
Dalam pesan perpisahannya, Antony menulis kata-kata emosional, menyebut Betis sebagai tempat yang membuatnya jatuh cinta lagi pada sepak bola.
Selain Real Betis, beberapa klub besar juga memantau situasi Antony. Bayer Leverkusen dan Juventus kabarnya tertarik, dan Erik ten Hag disebut-sebut siap mengajukan rekomendasi ke klub Jerman tersebut.
Dengan semakin banyak peminat, saga transfer Antony diprediksi bakal jadi salah satu yang paling panas di bursa musim panas 2025 ini.












