RIAU, WWW.PASJABAR.COM – Dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2025, Belantara Foundation bersama mahasiswa dan pelajar asal Jepang melakukan penanaman bibit pohon di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasyim, Provinsi Riau, Kamis (31/7/2025).
Kegiatan ini melibatkan University of Tsukuba, University of Tsukuba Senior High School at Sakado, dan Ehime University Senior High School.
Penanaman pohon dilaksanakan sebagai aksi simbolis restorasi lahan terdegradasi sekaligus kontribusi nyata generasi muda. Terhadap upaya penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di Indonesia, khususnya di Pulau Sumatra.
Kontribusi Generasi Muda untuk Restorasi Hutan
Tema kegiatan tahun ini, “Membangun Sinergi Antar Generasi untuk Masa Depan”. Diangkat untuk menegaskan pentingnya kolaborasi lintas generasi dalam menjaga kelestarian sumber daya alam.
Bibit yang ditanam adalah meranti bunga (Shorea leprosula), salah satu spesies langka bernilai ekologi tinggi.
Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna, menegaskan bahwa penanaman pohon menjadi sarana edukasi. Bagi generasi muda untuk memahami pentingnya keterlibatan aktif dalam konservasi.
“Kami akan mengajak semua pihak, termasuk generasi muda, untuk berkontribusi mencegah meluasnya dampak perubahan iklim. Melalui dukungan terhadap pemenuhan Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia,” ujar Dolly.
“Gerakan menanam pohon ini kami harap memberi motivasi dan inspirasi. Agar masyarakat, terutama generasi muda, mau berpartisipasi aktif dalam mitigasi dampak perubahan iklim,” imbuhnya.
Tahura SSH Sebagai Laboratorium Alam
Kepala Kesatuan Pengelola Hutan Produksi (KPHP) Minas Tahura, Sri Wilda Hasibuan, S.Sos., M.Si., mengungkapkan bahwa Tahura SSH memiliki luas lebih dari 6.000 hektare dan ditetapkan sebagai kawasan konservasi pada 1999.
Namun, kawasan ini mengalami deforestasi signifikan akibat aktivitas ilegal seperti perambahan dan pembalakan liar.
“Kami mengapresiasi inisiatif Belantara Foundation dan semua pihak yang mendorong mahasiswa serta pelajar Jepang untuk ikut menanam pohon di Tahura SSH. Harapan kami, kawasan ini dapat menjadi laboratorium alam untuk pembelajaran konservasi di Riau,” jelas Sri Wilda.
Antusiasme Pelajar Jepang
Rombongan dari Jepang membawa 22 siswa, mahasiswa, dan guru untuk berpartisipasi. Head Teacher of International Studies Senior High School at Sakado, University of Tsukuba, Yoshikazu Tatemoto, menyebut kegiatan ini penting bagi kesadaran ekologis siswa.
“Melibatkan generasi muda dalam gerakan menanam pohon sangat penting untuk masa depan bumi yang sehat dan berkelanjutan,” kata Tatemoto.
“Generasi muda punya energi, kreativitas, dan semangat inovatif yang dapat mendorong perubahan positif. Melalui partisipasi aktif seperti ini, mereka tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga menanamkan kesadaran ekologis sejak dini,” imbuhnya.
Rangkaian Kegiatan Lanjutan
Selain penanaman pohon, peserta dari Jepang dijadwalkan mengikuti kuliah umum bertajuk “Together for the Earth: Youth Collaboration for Achieving SDGs and Education for Sustainable Development” di Universitas Pakuan, Bogor, pada Senin (4/8/2025).
Kegiatan ini diharapkan memperkuat pemahaman lintas budaya mengenai konservasi, serta mendorong kolaborasi internasional untuk pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). (*)












