www.pasjabar.com — Prestasi besar berhasil diukir Timnas Badminton Indonesia. Setelah mengalami tahun yang minim gelar di level atas, Skuad Garuda menutup penampilan di SEA Games 2025 dengan gemilang. Indonesia raih emas beregu putra SEA Games 2025 setelah menghancurkan musuh bebuyutan, Malaysia, dengan skor telak 3-0 di final.
Meskipun secara historis Indonesia adalah raja bulu tangkis di SEA Games—tercatat 19 kali merebut emas beregu putra sejak 1977—emas kali ini punya nilai yang jauh lebih besar.
Pencapaian ini tergolong istimewa bila menilik latar belakang kondisi tim, prestasi yang minim dalam setahun terakhir, dan target minimalis yang sempat dilontarkan oleh PP PBSI.
Kemenangan ini adalah penegasan bahwa pemain-pemain muda Indonesia siap unjuk kualitas.
Indonesia Raih Emas Beregu Putra SEA Games 2025
Minimnya gelar juara di level elit dan kegagalan demi kegagalan yang terjadi sepanjang tahun 2025 sempat menimbulkan keraguan.
Namun, PBSI menunjukkan keberanian dengan menurunkan skuad yang didominasi pemain muda, termasuk dua tunggal putra yang menjadi ujung tombak, Alwi Farhan dan Moh Zaki Ubaidillah (Ubed).
Bagi Ubed, ini adalah debutnya di SEA Games. Sementara Alwi, yang di edisi sebelumnya berada di belakang Chico dan Christian Adinata, kini dipercaya sebagai tunggal pertama. Kepercayaan besar ini dijawab tuntas.
Di babak final melawan Malaysia, kontribusi Alwi dan Ubed sangat lugas. Mereka berhasil menyumbangkan poin krusial yang menjadi fondasi kemenangan 3-0.
Alwi dan Ubed tidak hanya membuktikan potensi besar, tetapi juga menjawab keraguan publik terhadap proses regenerasi di sektor tunggal putra.
Sabar/Reza Menghancurkan Mentalitas Ganda Malaysia
Sorotan juga tertuju pada sektor ganda putra. Keputusan PBSI mempercayai pasangan Sabar Karyaman/M. Reza Pahlevi untuk menemani Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana sempat menimbulkan sedikit keriuhan, mengingat mereka menggantikan pasangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang baru saja menjuarai Australia Open.
Namun, Sabar/Reza menunjukkan bahwa mereka pantas berada di skuad. Mereka sukses menang telak atas ganda putra level atas dunia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, di partai final.
Kemenangan Sabar/Reza mengantar Indonesia unggul 2-0 dan secara mental melunturkan semangat Malaysia, yang sangat mengandalkan ganda putra untuk meraih poin.
Akhirnya, Malaysia pun bertekuk lutut dengan skor akhir 0-3. Kemenangan atas Malaysia yang tampil dengan kekuatan penuh ini menjadi kebahagiaan terbesar dari emas SEA Games kali ini.
Memproyeksikan Skuad Thomas Cup 2026
Emas beregu putra SEA Games 2025 ini memberikan gambaran yang jelas mengenai potensi pergeseran dalam skuad Thomas Cup 2026.
Di sektor tunggal, Alwi dan Ubed jelas mendapatkan “karpet merah” berkat penampilan meyakinkan mereka.
Sektor ini kemungkinan besar akan ditambah dengan Jonatan Christie, yang masih menjadi tunggal nomor satu Indonesia, serta Anthony Ginting, jika penampilannya membaik hingga April mendatang.
Sementara di sektor ganda, Sabar/Reza telah membuktikan diri dapat diandalkan dan punya peluang besar masuk tim Thomas Cup 2026.
Mereka diprediksi bakal mendampingi Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Satu tempat tersisa bakal menjadi rebutan ketat antara pasangan seperti Leo/Bagas, Raymond/Joaquin, atau Rahmat Hidayat/Muhammad Rian Ardianto.
Emas SEA Games mungkin sering dianggap ‘level biasa’, tetapi mengingat kondisi tim, tantangan regenerasi, dan lawan yang dihadapi, emas beregu putra SEA Games 2025 memiliki rasa yang jauh lebih besar dan menjadi katalisator kebangkitan bulu tangkis Indonesia.












