CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 20 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Runtuhnya Benteng San Siro: Pengakuan Jujur Cristian Chivu Usai Inter Milan “Disekolahi” Bodo/Glimt

pri
25 Februari 2026
Cristian Chivu. (AFP)

Cristian Chivu. (AFP)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

MILAN, WWW.PASJABAR.COM — Malam di San Siro pada Rabu (25/2/2026) dini hari WIB menjadi salah satu titik terendah dalam sejarah modern Inter Milan di kompetisi Eropa. Meski menyandang status sebagai finalis tahun lalu, Nerazzurri anak asuh Cristian Chivu dipaksa menyerah 1-2 oleh Bodo/Glimt, yang memastikan keunggulan agregat telak 5-2 bagi wakil Norwegia tersebut.

Hasil ini tidak hanya menghentikan langkah Inter ke babak 16 besar untuk pertama kalinya sejak musim 2020/21, tetapi juga mencatatkan rekor buruk berupa tiga kekalahan kandang beruntun di Liga Champions.

Manajer Inter, Cristian Chivu, memberikan tanggapan terbuka mengenai kegagalan timnya yang dianggap kalah energi dan taktik.

Tembok Tebal Bodo/Glimt dan Kebuntuan Taktis Skuad Cristian Chivu

Dalam wawancaranya dengan Sky Sport Italia, Cristian Chivu mengakui bahwa skema “blok rendah” yang diterapkan Kjetil Knutsen menjadi momok yang mustahil ditembus anak asuhnya.

Bodo/Glimt bermain dengan disiplin ekstrem, menempatkan sepuluh pemain di belakang bola dan menutup setiap celah di sepertiga akhir lapangan.

Strategi ini membuat para pemain Inter frustrasi dan secara perlahan memberikan “zona nyaman” secara mental bagi tim tamu.

“Kami mencoba segala cara melawan tim yang terorganisir dengan baik. Saya sama sekali tidak menyalahkan para pemain—mereka memberikan segalanya dengan sisa tenaga yang ada,” ujar Chivu.

Meski Inter mendominasi penguasaan bola dan mendapatkan 16 tendangan sudut, ketidakmampuan Marcus Thuram dkk untuk melakukan penyelesaian akhir yang presisi menjadi pembeda utama.

Baca juga:   Tanpa Nick dan Ryan, Bojan Andalkan Pemain Lain Saat Hadapi Semen Padang

Chivu menyesali kurangnya ketenangan yang seharusnya bisa membuka keunggulan lebih awal di babak pertama.

Masalah Energi dan Jadwal Padat Skuad Cristian Chivu

Salah satu poin krusial yang disoroti Chivu adalah perbedaan level energi antara kedua tim, terutama di babak kedua.

Bermain setiap tiga hari sekali di kompetisi domestik dan Eropa mulai memakan korban pada fisik skuad Inter.

Sebaliknya, Bodo/Glimt tampil dengan intensitas dan determinasi tinggi yang gagal diimbangi oleh Nerazzurri.

Chivu menjelaskan bahwa meski ia telah meminta para pemain untuk lebih sabar dalam merusak formasi 4-4-2 milik Bodo, energi yang terkuras membuat eksekusi di lapangan menjadi tumpul.

“Sangat sulit mencari energi saat Anda bermain setiap tiga hari sekali. Lawan memiliki lebih banyak energi di babak kedua, dan mereka menghukum kami atas kesalahan pertama yang kami buat,” tambahnya dengan nada kecewa.

Postmortem Kegagalan di Level Tertinggi

Kehancuran di panggung Eropa ini menjadi pelajaran pahit bagi Chivu di musim penuh pertamanya sebagai manajer. Ia mengakui bahwa di Liga Champions, margin kesalahan sangatlah kecil.

Baca juga:   Luka Modric Lakoni Debut di AC Milan, Allegri: Dia Belum Siap!

Inter yang sempat memulai fase liga dengan empat kemenangan beruntun justru kehilangan momentum di saat yang paling krusial.

Ketidakmampuan untuk tampil kompetitif di fase gugur menunjukkan adanya celah besar dalam presisi permainan timnya.

Chivu menegaskan bahwa jika sebuah tim tidak bisa bermain dengan akurasi tinggi di kotak penalti lawan, level tinggi Liga Champions akan langsung memberikan hukuman berat.

Ekspektasi besar untuk melampaui pencapaian era Simone Inzaghi pun sirna di tangan tim yang secara historis tidak diunggulkan.

Mengejar “Double Domestik” sebagai Pelipur Lara

Meski remuk di Eropa, Chivu menegaskan bahwa timnya harus segera bangkit dan membuka lembaran baru. Fokus kini sepenuhnya dialihkan ke kompetisi domestik Italia.

Baca juga:   Jawa Barat, Bali dan NTB Raih Indeks Keterbukaan Informasi Publik Tertinggi

Inter Milan saat ini masih berada di jalur yang tepat untuk mengamankan Scudetto dengan keunggulan poin yang signifikan di Serie A. Selain itu, semifinal Coppa Italia melawan Como sudah menanti di depan mata.

Target meraih double domestik kini menjadi harga mati bagi Chivu untuk menyelamatkan musimnya.

“Sekarang kami harus move on. Itulah Liga Champions, dan kami harus memberikan apresiasi kepada lawan yang pantas melaju,” tutup juru taktik asal Rumania tersebut.

Luka di San Siro ini diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi Inter untuk tidak terpeleset di sisa kompetisi lokal.

Statistik Kunci Kegagalan Inter di San Siro

Kategori Statistik Catatan Pertandingan Dampak
Hasil Akhir (Agregat) 1 – 2 (2 – 5) Tersingkir dari UCL
Tendangan Sudut 16 Kali Gagal dikonversi menjadi gol
Penguasaan Bola 64% Dominasi tanpa efektivitas
Rekor Kandang UCL 3 Kekalahan Beruntun Rekor terburuk sejak 2020/21
Print Friendly, PDF & Email
Editor: pri
Tags: Berita OlahragaBodo Glimt 16 besar UCLBodo/GlimtCristian ChivuCristian Chivu Inter Milan Bodo Glimt Liga ChampionsHasil BolaHasil Inter vs Bodo Glimt agregatinter milanInter Milan tersingkir UCL 2026Kegagalan Inter Milan di San SiroKomentar Chivu Liga Championsliga championsSerie A


Related Posts

Mikel Arteta balas pernyataan Pep Guardiola jika Man City kalah maka peluang juaranya habis. (Action Images via Reuters/Matthew Childs)
HEADLINE

Psy War Memanas! Guardiola Sebut Peluang Juara Habis, Arteta Pilih Tetap Membumi Jelang Duel Etihad

18 April 2026
Manajer Coventry City Frank Lampard. (Foto: Getty Images/Lewis Storey)
HEADLINE

Penantian 25 Tahun Berakhir! Frank Lampard Bawa Coventry City Kembali ke Premier League

18 April 2026
FSV Mainz 05 vs Racing Strasbourg. (Getty Images)
HEADLINE

Drama dan Kericuhan di Prancis: Mainz 05 Tersingkir Tragis, Nadiem Amiri Diganjar Kartu Merah

18 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

google
HEADLINE

Google Perluas Strategi Wearable Lewat Kacamata Pintar Gucci Berbasis XR

19 April 2026

WWW.PASJABAR.COM - Google dilaporkan memperluas strategi pengembangan kacamata pintar berbasis Android XR dengan menggandeng perusahaan optik global...

Permendiktisaintek

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

19 April 2026
unpad

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

19 April 2026
bnpb

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 April 2026
ITB

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

19 April 2026

Highlights

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

Jabar Jadi Pilot Project Program Gentengisasi Rumah Subsidi Nasional

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.