BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat memaksimalkan penggunaan Super Apps Sapawarga untuk menyediakan informasi mudik Idulfitri 1447 Hijriah/2026 secara cepat dan akurat.
Kepala Diskominfo Jabar, Adi Komar, mengatakan melalui aplikasi Sapawarga masyarakat dapat mengakses informasi terkini. Terkait jalur mudik aman dan lancar, program mudik gratis, hingga pantauan lalu lintas terintegrasi CCTV.
“Kami fokus menyampaikan informasi yang lebih akurat khususnya jalur mudik yang aman dan lancar. Kemudian program mudik gratis hingga terintegrasi dengan pantauan lalu lintas melalui CCTV,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Sapawarga juga menjadi platform pemesanan tiket Program Mudik Gratis Pemprov Jabar. Pendaftaran dibuka sejak 11 Februari hingga 12 Maret 2026. Calon pemudik cukup memasukkan data diri. Seperti nama, NIK, alamat, nomor Kartu Keluarga, tanggal lahir, serta rute keberangkatan. Pemilihan tanggal dilakukan saat aktivasi tiket pada 1–12 Maret 2026.
3.040 Tiket Mudik Gratis Disiapkan
Selain aplikasi, Diskominfo Jabar akan mengoptimalkan Command Centre sebagai pusat pengelolaan informasi jalur mudik berbasis CCTV di jalur utama dan wisata.
“Command Centre nantinya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat dan petugas lapangan untuk monitoring sekaligus mengambil keputusan yang tepat terkait kondisi perjalanan mudik 1447 Hijriah,” tambah Adi.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Dhani Gumelar, menyebut Program Mudik Gratis 2026 akan diberangkatkan pada 13–15 Maret 2026 dari Terminal Leuwipanjang Bandung, Terminal Cikarang, dan Kota Bekasi.
Pemprov Jabar bersama Jasa Raharja menyiapkan 3.040 tiket dengan dukungan 74 unit bus dari sejumlah PO seperti Sugeng Rahayu, Damri, Sinar Jaya, Primajasa, dan MGI. Seluruh armada telah melalui ramp check untuk memastikan keselamatan.
Dishub Jabar memperkirakan 70 persen pemudik menggunakan kendaraan pribadi, terutama melalui jalan tol. Karena itu, koordinasi lintas dinas dilakukan guna memastikan kelancaran arus serta mengantisipasi potensi gangguan seperti longsor di sejumlah titik jalur mudik. (*)












