CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 19 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Gerhana Bulan Total Terjadi, Bandung Amati Fase Puncak

Uby
4 Maret 2026
Gerhana Bulan Total

Fenomena langit langka gerhana bulan total atau yang kerap disebut Blood Moon menghiasi langit Indonesia pada Selasa (3//3/2026) sore. (foto: uby/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Fenomena langit langka gerhana bulan total atau yang kerap disebut Blood Moon menghiasi langit Indonesia pada Selasa (3//3/2026) sore.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan peristiwa astronomi tersebut dapat diamati langsung dari berbagai wilayah di Tanah Air, termasuk Kota Bandung.

Gerhana bulan total terjadi akibat fenomena fisika yang dikenal sebagai hamburan Rayleigh. Saat sinar Matahari melewati atmosfer Bumi, gas-gas di atmosfer menghamburkan cahaya dengan panjang gelombang pendek seperti biru dan ungu.

Baca juga:   BMKG Prediksi Hujan Merata, Siklon Tropis Picu Cuaca Ekstrem

Sementara itu, cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang berwarna merah dan oranye tetap melaju dan diteruskan.

Cahaya merah inilah yang kemudian dipantulkan ke permukaan Bulan dan ditangkap oleh mata manusia, sehingga Bulan tampak kemerahan saat fase totalitas, terutama jika kondisi langit cerah.

Secara ilmiah, gerhana bulan terjadi ketika posisi Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga bayangan Bumi menutupi permukaan Bulan.

Baca juga:   Jangan Tunggu Sakit, Dinkes Bandung Gencarkan CKG

Bandung Hanya Bisa Amati Fase Puncak

Secara keseluruhan, durasi gerhana berlangsung cukup panjang, yakni sekitar 5 jam 41 menit. Namun untuk wilayah Kota Bandung, tidak semua fase dapat diamati. Masyarakat hanya dapat menyaksikan fase puncak hingga akhir gerhana bulan total di langit Bandung.

Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menyampaikan bahwa fenomena ini merupakan momen yang jarang terjadi dan tidak selalu muncul setiap tahun.

Baca juga:   Minimalisir Banjir, Pemkot Bandung Resmikan Kolam Retensi Rancabolang

Fenomena gerhana bulan total dengan karakteristik serupa terakhir kali terjadi hampir dua dekade lalu, tepatnya pada 21 Februari 2008. Peristiwa serupa diperkirakan baru akan kembali terjadi pada tahun 2044 mendatang.

BMKG mengimbau masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena ini agar memilih lokasi dengan pandangan langit terbuka dan memantau kondisi cuaca setempat agar dapat menikmati momen langka tersebut secara optimal. (uby)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: Blood MoonBMKGgerhana bulan totalGerhana Bulan Total bandung


Related Posts

potensi cuaca ekstrem
PASNUSANTARA

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sumatra hingga Jawa

16 April 2026
kemarau bmkg
HEADLINE

BMKG: Mayoritas Wilayah Jabar Masuki Kemarau Lebih Cepat

14 April 2026
cuaca bandung hari ini
HEADLINE

BMKG Prakirakan Sejumlah Kota Besar Diguyur Hujan Ringan

13 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

google
HEADLINE

Google Perluas Strategi Wearable Lewat Kacamata Pintar Gucci Berbasis XR

19 April 2026

WWW.PASJABAR.COM - Google dilaporkan memperluas strategi pengembangan kacamata pintar berbasis Android XR dengan menggandeng perusahaan optik global...

Permendiktisaintek

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

19 April 2026
unpad

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

19 April 2026
bnpb

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 April 2026
ITB

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

19 April 2026

Highlights

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

Jabar Jadi Pilot Project Program Gentengisasi Rumah Subsidi Nasional

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.