BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM— Kepala UPT Puskesmas Tamblong, Nilla Avianty, mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pencegahan penyakit tidak menular (PTM) melalui pola hidup sehat dan deteksi dini. Hal tersebut disampaikan dalam talkshow di Radio Sonata pada Sabtu (11/4/2026).
Nilla menjelaskan, kondisi kesehatan fisik sangat berkaitan erat dengan kesehatan mental. Menurutnya, tekanan pikiran dan stres dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, termasuk peningkatan tekanan darah.
“Sekitar 70 persen itu dipengaruhi pikiran. Kalau stres, coba cek tekanan darah, biasanya ikut naik. Apalagi kalau pola makan tidak terjaga, tidak olahraga, dan jarang cek kesehatan,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya langkah pencegahan sederhana yang dapat dilakukan masyarakat, seperti rutin mengonsumsi sayur dan buah, melakukan aktivitas fisik, serta mengurangi stres. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, minimal satu kali dalam setahun.
Menurut Nilla, masih banyak masyarakat yang enggan melakukan pemeriksaan kesehatan karena takut mengetahui kondisi tubuhnya. Padahal, pemeriksaan sejak dini justru menjadi kunci utama dalam mencegah PTM berkembang lebih lanjut.
“Deteksi dini itu penting. Kalau diketahui sejak awal, kita bisa langsung melakukan upaya pencegahan sebelum penyakitnya berkembang,” katanya.
Sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, pemerintah juga menghadirkan program cek kesehatan gratis yang dapat dimanfaatkan warga. Ia mengajak masyarakat untuk datang langsung ke Puskesmas Tamblong atau mendaftar melalui layanan digital seperti Mobile JKN maupun platform SatuSehat Indonesia.
Nilla menjelaskan, pendaftaran layanan kesehatan dapat dilakukan secara online maupun offline. Namun, saat ini sistem pelayanan lebih mengutamakan pendaftaran online untuk mengatur antrean agar lebih tertib dan efisien.
Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih bijak dalam memilih makanan di tengah maraknya tren kuliner viral. Pola makan seimbang, menurutnya, dapat diterapkan melalui konsep “Isi Piringku”.
Dalam konsep tersebut, porsi makan sebaiknya tidak didominasi karbohidrat. Sebaliknya, setengah bagian piring diisi dengan sayur dan buah, sementara sisanya terdiri dari karbohidrat dan lauk pauk.
“Tidak ada makanan yang benar-benar dilarang, tapi harus bijak dalam konsumsi gula, garam, dan lemak. Kuncinya seimbang,” jelasnya.
Ia juga menyarankan masyarakat untuk lebih banyak mengonsumsi makanan alami dan mengurangi makanan olahan yang tinggi kandungan gula, garam, dan lemak.
Di akhir perbincangan, Nilla berpesan agar masyarakat mulai membiasakan pola hidup sehat sejak dini demi menjaga kualitas hidup di masa depan.
“Usia memang di tangan Tuhan, tapi kualitas hidup ada di tangan kita. Harapannya, saat memasuki usia lanjut, kita tetap sehat, mandiri, dan tidak merepotkan keluarga,” pungkasnya. (tiwi)












