# inovasi ITB
BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menghadirkan inovasi yang menjawab persoalan nyata di masyarakat.
Melalui tim Ganesha Operation Plastic (GaneOpTic), sampah plastik kini tidak lagi sekadar limbah, tetapi diolah menjadi paving block ramah lingkungan yang bermanfaat untuk pembangunan infrastruktur ringan.
Inovasi ini menjadi bukti bahwa teknologi tidak hanya berkembang di laboratorium, tetapi juga mampu diterapkan langsung untuk menyelesaikan masalah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Solusi Nyata di Wilayah Pesisir
Program ini telah diterapkan di Desa Pulau Balai, wilayah pesisir di Kepulauan Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, pada Agustus 2025.
Daerah tersebut selama ini menghadapi dua persoalan utama, yakni tingginya timbunan sampah plastik dan keterbatasan infrastruktur jalan.
Melalui pendekatan teknologi tepat guna, tim ITB hadir membawa solusi terpadu. Sampah plastik yang sebelumnya mencemari lingkungan kini diolah menjadi paving block yang dapat digunakan untuk memperbaiki jalan setapak hingga fasilitas umum.
Ketua tim GaneOpTic, Megawati Zunita, menjelaskan bahwa kondisi pesisir Pulau Balai sangat memerlukan inovasi semacam ini.
“Banyaknya sampah plastik yang terbawa arus laut menumpuk di pesisir. Melalui teknologi ini, kami tidak hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga menjawab kebutuhan infrastruktur masyarakat,” ujarnya.
Proses Pengolahan yang Mudah Diterapkan
Dalam pelaksanaannya, tim ITB tidak hanya menyerahkan teknologi, tetapi juga memberikan pelatihan langsung kepada masyarakat.
Warga diajarkan seluruh tahapan produksi paving block dari sampah plastik.
Prosesnya dimulai dari pemilahan dan pembersihan plastik, dilanjutkan dengan pengeringan.
Setelah itu, plastik dilebur menggunakan alat smelter pada suhu tertentu, kemudian dituangkan ke dalam cetakan hingga mengeras menjadi paving block siap pakai.
Pendampingan ini dilakukan bersama sejumlah perguruan tinggi lain, seperti Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Universitas Insan Budi Utomo (UIBU), dan Universitas Malikussaleh (Unimal).
Lebih Tahan dan Ramah Lingkungan
Paving block berbahan dasar plastik daur ulang memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan bahan konvensional.
Selain lebih ringan, material ini juga tahan terhadap korosi air laut, tidak mudah retak akibat reaksi kimia, serta lebih fleksibel terhadap perubahan suhu.
Dengan formulasi yang tepat, kualitasnya dinilai mampu memenuhi standar untuk penggunaan jalan lingkungan dan area parkir ringan.
Inovasi ini juga berkontribusi langsung dalam mengurangi volume sampah plastik yang selama ini menjadi ancaman serius bagi ekosistem pesisir.
Peluang Ekonomi Baru bagi Desa
Tak hanya berdampak pada lingkungan, teknologi ini juga membuka peluang ekonomi baru.
Paving block hasil produksi warga berpotensi dijadikan produk unggulan desa yang memiliki nilai jual.
Dengan kebutuhan infrastruktur yang terus meningkat di berbagai daerah, produk ini dapat dipasarkan ke desa lain, sehingga menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat setempat.
Program ini pun diharapkan menjadi langkah awal menuju kemandirian desa berbasis inovasi teknologi dan pemberdayaan Masyarakat. (*/tie)












