CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 20 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASBANDUNG

Cilung Gratis untuk Anak Yatim di Bandung

Yatti Chahyati
20 Agustus 2020
Cilung Gratis untuk Anak Yatim di Bandung

Pedagang Cilung, Kusnadi (37). (ors/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Kusnadi (37) dalam kesehariannya berprofesi sebagai penjual cilung alias aci digulung. Ini merupakan jajanan yang biasanya dibeli anak-anak.

Bahan dasar cilung ini terbuat dari aci atau tepung tapioka yang dicampur air. Campuran ini kemudian akan dituang di atas wajan, diberi aneka bumbu, kemudian digulung menggunakan tusuk sate. Sehinga, tampilannya mirip seperti sate lilit.

Menggunakan tanggungan, Kusnadi biasa berjualan cilung di kawasan Sederhana hingga Pasteur. Untuk satu tusuknya, ia menjual dengan harga Rp1.000. Tapi, pembeli juga bisa membeli dengan harga lebih agar ukuran cilungnya lebih besar.

Sehari, rata-rata ia memiliki omzet Rp200-250 ribu. Namun, yang istimewa, ia menggratiskan cilungnya bagi anak yatim. Hal ini dilakukan Kusnadi sejak setahun lalu.

Baca juga:   Bey Machmudin: Desa Cibiru Wetan, Contoh Desa Mandiri dan Inovatif

“Saya jualan cilung sudah empat tahun, digratiskan untuk anak yatim sudah setahun,” ujar Kusnadi.

Rasa ingin berbagi kepada anak yatim membuat Kusnadi sengaja menggratiskan dagangannya. Sebab, ia ingin anak yatim yang tak mampu juga bisa menikmati cilungnya seperti anak-anak lain.

“Ini kepikiran begitu aja. Jadi, dalam hati ingin kasih ke anak-anak yatim. Saya enggak bisa ngasih berupa uang, jadi ngasihnya ini,” jelas Kusnadi.

Dalam sehari, selalu saja ada anak yatim yang diberikan cilung gratis. “Tapi saya enggak pernah menghitung berapa anak yatim yang dikasih,” tuturnya.

Baca juga:   Petugas PN Bandung Gagalkan Penyelundupan 6,3 Gram Sabu dan Hexymer ke Tahanan

Bagi Kusnadi, tak perlu menghitung berapa banyak yang ia berikan. Sebab, ia yakin apa yang dilakukan tak akan membuatnya rugi.

“Bahkan kadang suka ada rezeki yang datang tiba-tiba,” ungkap pria asal Brebes ini.

Ia pun merasa kehidupan dan rezekinya terasa lebih lancar. Bahkan, ia bisa menyekolahkan anak sulungnya yang kini duduk di kelas 2 SMA di Brebes, termasuk membesarkan anak kedua yang masih balita.

“Alhamdulilah untuk kebutuhan semuanya tercukupi,” ucap Kusnadi.

Sementara dalam memberikan cilung gratis, anak yatim biasanya tidak pernah bicara pada Kusnadi bahwa ia seorang yatim. Biasanya, justru teman si anak yatim yang memberi tahu Kusnadi.

Baca juga:   Kebun Binatang Bandung Dipadati Ribuan Wisatawan

“Kalau anak yatimnya biasanya enggak mau ngomong, temennya yang suka kasih tahu saya,” katanya.

Kusnadi pun akhirnya memiliki anak yatim yang rutin diberi cilung gratis setiap kali berjualan. Bahkan, ia sudah tahu di setiap daerah yang dilewatinya berjualan ada berapa anak yatim.

Dalam tanggungannya, Kusnadi pun menuliskan ‘Gratis untuk Yatim’. Sehingga, apa yang dilakukannya bisa diketahui banyak orang. Bahkan, sesekali ada yang ikut menitipkan rezeki melalui Kusnadi agar diberikan pada anak yatim.

“Kalau ada yang nitip uang, nanti biasanya saya kasih cilung ke anak-anak, terus dikasih uang titipan dari yang ngasih,” tandas Kusnadi. (ors)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: cilungyatim piatu


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

google
HEADLINE

Google Perluas Strategi Wearable Lewat Kacamata Pintar Gucci Berbasis XR

19 April 2026

WWW.PASJABAR.COM - Google dilaporkan memperluas strategi pengembangan kacamata pintar berbasis Android XR dengan menggandeng perusahaan optik global...

Permendiktisaintek

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

19 April 2026
unpad

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

19 April 2026
bnpb

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 April 2026
ITB

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

19 April 2026

Highlights

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

Jabar Jadi Pilot Project Program Gentengisasi Rumah Subsidi Nasional

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.