CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 19 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASBANDUNG

Walkot Keluhkan Warga Bandung Makin Tak Peduli AKB

Yatti Chahyati
16 November 2020

Wali Kota Bandung, Oded M Daniel. (ist hms Pemkot Bdg)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengungkapkan kepatuhan warga terhadap Perwal AKB terus menurun setiap periodenya.

“Berdasarkan data dari aplikasi pemantauan lapangan kepatuhan warga dari periode 1 ke periode 2 mengalami penurunan sebesar 2,08 %. Sedangkan kepatuhan warga dari periode 2 ke periode 3 hingga 12 November 2020 ini mengalami penurunan sebesar 8,24 %,” ujar Oded, belum lama ini.

Oded mengatakan,Kasus konfirmasi aktif Covid 19 di Kota Bandung ini terjadi pada rentang kelompok usia 20-25 tahun, namun kasus kematian terjadi pada rentang umur usia lanjut.

Hal ini mengindikasikan bahwa terjadi penyebaran yang masuk ke tingkat rumah tangga akibat salah satu anggotanya berkegiatan diluar. Jadi klaster keluarga ini masih mendominasi.

Baca juga:   Dua Pria Ditangkap di Lembang, Edarkan Uang Palsu Rp100 Juta

“Oleh karena itu, Mang Oded mengingatkan untuk terus menerus menjaga protokol kesehatan dimanapun kita berada,” tuturnya.

Penurunan ketaatan warga ini, lantaran warga sudah mulai bosan untuk menerapkan protokol Kesehatan.

Karenanya, untuk Oded mengatakan pihaknya akan meningkatkan  peran penegakan PERWAL AKB oleh POL PP dan Gugus Tugas Kecamatan dengan melibatkan Kepolisian dan TNI.

“Gugus tugas tingkat kota, kecamatan ataupun kelurahan implentasi perwal ditingkatkan. Mulai dari disiplin sampai mengoptimalkan ruang isolasi yang sudah ada ruang isolasi kalau bertambah terus ada kekhawatiran. Disamping kita juga mengupayakan alternatif ruang isolasi yang lain,” paparnya.

Baca juga:   Pelaku Perampasan Motor Siswa SMA Nyaris Babak Belur di Kabupaten Bandung

Menanggapi hal ini Sekda kota Bandung Ema Sumarna menyesalkan, penurunan kesadaran masyarakat ini.

“Pandemi ini sudah berlangsung selama 8 bulan. Masa masyarakat masih tidak sadar dengan keberadaan covid,” katanya.

Ema mengaku selalu mendapatkan laporan dari kewilayah bahwa mereka selalu melakukan woro-woro agar masyarakat patuhi aturan. “Sekarang tinggal bagaimana masyarakat menaati aturan,” terang nya.

Jika keluar rumah lebih dari 100 meter, Ema mengingatkan agar tetap menjalankan protokol kesehatan. Karena sekarang klaster keluarga sudah sangat memprihatikan.

“Kalau menggunakan masker, itu sudah menjadi kebutuhan. Tapi kalau menjaga jarak dan berkerumun, itu sulit untuk dihindari,” ujarnya.

Baca juga:   Oded Dilantik Dede Yusuf Jadi Ketua Mabicab Pramuka

Jika angka reproduction rate sampai angka 1, maka bukan tidak mungkin Bandung kembali jadi zona merah. “Kalau sudah zona merah bisa jadi relaksasi bukan ditambah tapi diturunkan,” katanya.

Karenanya, Ema mengingatkan agar pengusaha mematuhi aturan relaksasi. Salah satunya dengan menjaga agar kapasitas pengunjung hanya 50%.

“Kalau sudah normal tidak apa-apa mau diisi 100%juga,” tegasnya.

Ema juga mengingatkan agar di tempat hiburan dan tempat keramaian ada satgas covid yang bertugas dengan baik.

“Jangan hanya di atas kertas saja keberadaan satgas covid. Sementara tindakannya tidak ada,” tuturnya. (Put)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: AKBCOVID-19kota bandungoded ma danielwali kota bandungZona Merah


Related Posts

jalan macet di Bandung
Uncategorized

Bandung Kian Sesak! Ini 6 Kawasan dengan Kemacetan Terparah

5 April 2026
jelekong PSEL
PASBANDUNG

Jelekong Berpotensi Jadi Lokasi PSEL, Pemkot Bandung Siapkan Kajian Lanjutan

1 April 2026
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono. (Uby/pasjabar)
HEADLINE

Ono Surono Panggil BKSDA dan Dinas Kehutanan Buntut Kematian Anak Harimau di Bandung Zoo

27 Maret 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Permendiktisaintek
HEADLINE

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

19 April 2026

# Permendiktisaintek JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM -- Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) beberapa waktu lalu antara Panitia Kerja (Panja)...

unpad

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

19 April 2026
bnpb

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 April 2026
ITB

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

19 April 2026
PSEL

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

19 April 2026

Highlights

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

Jabar Jadi Pilot Project Program Gentengisasi Rumah Subsidi Nasional

Dedi Mulyadi Rencanakan Underpass sebagai Solusi Macet Pasteur

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.