CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 19 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASBANDUNG

Unjuk Rasa PPKM Darurat Ricuh.. Begini Kronologinya

Tiwi Kasavela
21 Juli 2021
Unjuk Rasa PPKM Darurat Ricuh.. Begini Kronologinya

Polrestabes Bandung membubarkan unjuk rasa terkait PPKM Darurat. (ave/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM– Ratusan orang menggelar unjuk rasa di depan Balai Kota Bandung pada Rabu (21/7/2021) terkait perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Untuk menjaga keamanan, Polrestabes Bandung pun membubarkan aksi massa yang berpotensi menimbulkan kerumunan dan menjadi cluster baru penularan Covid 19.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengungkapkan bahwa unjuk rasa ini diawali dari adanya ajakan untuk mengadakan demo di media sosial. Antara mahasiswa, ojek online dan pedagang kaki lima.

“Namun kita ketahui bahwa ojol dan kaki lima tidak akan ikut campur karena ini urusannya akan mengganggu kamtibmas kota Bandung sehingga mereka memisahkan diri,” terangnya.

Adapun mahasiswa yang berunjuk rasa, terang ulung ada sekitar 150 orang dan ditunggangi pihak lain yang akan membuat Kota Bandung menjadi tidak kondusif.

Baca juga:   Puluhan Ribu Masyarakat Jabar Gelar Aksi Dukung Palestina

“Usai berunjuk rasa di depan pemkot Bandung, mereka melakukan longmarch ke gedung sate. Tetapi sesampainya di perempatan jalan mereka melakukan penutupan jalan, dengan melakukan orasi, sehingga menjadi kemacetan panjang,” jelasnya.

Selanjutnya, sambung Ulung, massa melakukan pengrusakan-pengrusakan di sana dan menyebabkan 60 pot menjadi rusak.

“Akhirnya kami membubarkan mereka agar Bandung menjadi kondusif lagi dan jalan bisa digunakan oleh masyarakat umum,” tandasnya.

Pembubaran dilakukan, terang Ulung karena para pengunjuk rasa kita tidak mematuhi prokes, tidak memakai masker dan menutup jalan sehingga terjadi kemacetan panjang, dan melakukan perusakan.

Baca juga:   Pemkot Bandung Siap Kooperatif Dukung Penyidikan Dugaan Korupsi 2025

“Setelah dibubarkan, kami melakukan penangkapan kepada 150 orang untuk dites antigen. Dari 150 orang itu ada yang positif juga setelah kita melakukan swab antigen, ada yang reaktif, sekarang masih berjalan,” terangnya.

Adapun 150 orang itu terdiri dari mahasiswa sebanyak 9 orang, siswa SMA/SMK/Sederajat sebanyak 36 orang, siswa SMP sebanyak 6 orang, dan lain-lainnya sebanyak 34 orang yang merupakan pengangguran dan putus sekolah.

Serta terjadi penambahan sebanyak 64 orang, sehingga totalnya menjadi 149.

“Selama kami melaksanakan pembubaran, kami juga menemukan bom molotov, yang dipersiapkan oleh kelompok mereka,” ucapnya.

“Sehingga kami berkesimpulan mereka ingin membuat Kota Bandung tidak kondusif, dengan seolah-olah mereka mengajak massa untuk tidak suka dengan PPKM, sehingga mereka mendiskreditkan pemerintah, dan membuat PPKM tidak diperpanjang,” paparnya.

Baca juga:   Mengenang Sosok Ade Supriadi dari Ketua DPRD Kota Bandung

Ulung mengatakan bahwa pengunjuk rasa telah diamankan dan bubuk bom molotov sudah disita dan saat ini sedang proses pemeriksaan oleh reskrim.

“Kami lakukan pemeriksaan swab antigen terhadap pelaku sebanyak lima orang yang kita tangkap,” imbuhnya.

Dari hasil sementara untuk swab antigen Ditemukan 3 orang dinyatakan reaktif. Sehingga Polrestabes Bandung melakukan pembubaran agar covid 19 tidak meluas lagi.

“Untungnya bom molotov belum sempat dilempar, jadi sudah keduluan kita tangkap. Provokatornya masih kita selidiki, akan kita lakukan penyelidikan terhadap pembuat ajakan di medsos itu,” pungkasnya. (ave)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Unjuk Rasa PPKM


Related Posts

No Content Available

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

google
HEADLINE

Google Perluas Strategi Wearable Lewat Kacamata Pintar Gucci Berbasis XR

19 April 2026

WWW.PASJABAR.COM - Google dilaporkan memperluas strategi pengembangan kacamata pintar berbasis Android XR dengan menggandeng perusahaan optik global...

Permendiktisaintek

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

19 April 2026
unpad

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

19 April 2026
bnpb

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 April 2026
ITB

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

19 April 2026

Highlights

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

Jabar Jadi Pilot Project Program Gentengisasi Rumah Subsidi Nasional

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.