CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 18 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Penyebab Budaya Sunda Eksis Secara Nasional

Yatni Setianingsih
5 April 2022
Terancam Bangkrut, Sekda Minta Saung Udjo Kreatif Hadapi Pandemi

Saung Udjo. (https://angklung-udjo.co.id/)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Penulis dan Pendiri Rumah Baca Buku Sunda (RBSS) Mamat Sasmita mengungkapkan, alasan budaya Sunda dapat eksis menjadi salah satu kebudayaan Indonesia karena masyarakat Sunda menguasai teknologi yang ada di sekitarnya.

“Ada ketahanan diri dan masyarakat Sunda yang membuat bertahan. Salah satunya menguasai teknologi yang ada di sekelilingnya,” kata Mamat seperti dikutip PASJABAR dari laman unpad, Selasa (5/4/2022).

Sasmita menjelaskan, teknologi tradisional tersebut terdiri dari berbagai alat ataupun keterampilan yang dikembangkan dari bahan-bahan yang ada di sekeliling masyarakat Sunda. Suatu alat atau keterampilan akan menjadi teknologi apabila sudah digunakan masyarakat dalam jumlah banyak dan menjadi kebiasaan yang turun temurun dilakukan.

Salah satu teknologi yang dijelaskan adalah kemampuan menyalakan api. Kendati saat ini menjadi kebutuhan sehari-hari yang mudah dinyalakan, api berperan penting dalam peradaban masyarakat Sunda pada zaman lampau. Tidak heran jika orang Sunda memiliki ilmu untuk menyalakan api. Hal ini terlihat dari berbagai temuan artefak dari peninggalan masyarakat prasejarah di beberapa wilayah di Jawa Barat. Bahkan, istilah-istilah mengenai teknik menyalakan api juga terlihat dari beberapa cerita rakyat Sunda.

Baca juga:   Pasteur Macet Total! Wisatawan Jabodetabek Padati Arus Balik

Pada “Kamus Umum Basa Sunda” yang diterbitkan Lembaga Basa Sunda jeng Sastra (LBSS) ditemukan kata “miruha” yang berarti aktivitas menggosokkan dua bilah kayu hingga panas kemudian ditaburi kawul/rabuk untuk memantikkan api.

Hal ini menandakan, miruha menjadi ilmu yang digunakan masyarakat Sunda lampau untuk menyalakan api.

Sasmita mengatakan, walaupun ilmu ini kerap ditemukan di wilayah lainnya, bahasa Sunda ternyata memiliki kata khusus untuk menyebutnya.

Baca juga:   Bey Machmudin Lantik 272 Duta Integritas di WJYC 2024

“Kita tidak tahu apakah bahasa Indonesia ada kata juga untuk mewakilkan aktivitas itu. Kalau tidak ada, ini bisa diusulkan untuk masuk ke KBBI,” kata Sasmita.

Olah logam

Selain kemampuan menyalakan api, teknologi lain yang dijelaskan Sasmita adalah kemampuan mengolah logam. Dalam catatan sejarah Thomas Stamford Raffles (1817), disebutkan bahwa penduduk di Pulau Jawa sudah dapat memanfaatkan besi untuk keperluan membuat bermacam perabot pertanian, senjata tajam, hingga perabotan lainnya.

Pada kebudayaan Sunda, aktivitas pengolahan logam disebutkan dalam naskah kuno, salah satunya Sanghyang Siksa Kandang Karesian. Dalam naskah tersebut disebutkan berbagai senjata atau perkakas yang dibuat dari bahan logam, seperti golok, keris, kala katri, hingga péso teundeut.

Baca juga:   Mulai September ini Rumah Sakit Hewan Unpad Buka untuk Umum

Kemampuan mengolah besi didukung dengan sumber daya alam yang dimiliki tanah Sunda. Di pesisir pantai Selatan Jawa Barat mengandung bijih besi yang menjadi bahan baku dalam pengolahan logam.

Potensi ini kemudian diolah oleh masyarakat Sunda lampau menjadi perkakas ataupun senjata berbahan logam. Meski sampai saat ini belum ada penelitian yang mengungkap bagaimana orang Sunda bisa mengolah bijih besi, Sasmita menemukannya dalam sejumlah cerita pantun Sunda.

“Cerita pantun ini tentu menjadi gambaran kemampuan orang Sunda.Tetapi ini perlu diteliti lebih lanjut,” tutupnya. (*/ytn)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: budaya sundasundaunpad


Related Posts

kasus dosen unpad
HEADLINE

Rektorat Unpad Nonaktifkan Dosen Diduga Terlibat Kekerasan Seksual, Dan Lakukan Investigasi

16 April 2026
unpad
HEADLINE

Unpad Sesuaikan Pola Kerja, WFH Jumat Mulai April 2026

8 April 2026
unpad jatinangor
PASPENDIDIKAN

Unpad Tandatangani SKB Pengaturan Akses Ojol di Kampus Jatinangor

7 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

FSV Mainz 05 vs Racing Strasbourg. (Getty Images)
HEADLINE

Drama dan Kericuhan di Prancis: Mainz 05 Tersingkir Tragis, Nadiem Amiri Diganjar Kartu Merah

18 April 2026

STRASBOURG, WWW.PASJABAR.COM – Malam yang seharusnya menjadi sejarah bagi 1. FSV Mainz 05 di kompetisi Eropa justru...

Hasil Sassuolo vs Como 1907. (Foto: Getty Images/Luca Amedeo Bizzarri)

Jay Idzes Tak Tergantikan! Tampil Tangguh Bawa Sassuolo Tumbangkan Como 1907 di Serie A

18 April 2026
Hasil Inter vs Cagliari. (Foto: Getty Images/Marco Luzzani)

Inter Milan Gilas Cagliari 3-0, Nerazzurri Kian Tak Terbendung di Puncak Klasemen

18 April 2026
Galaxy S26 Ultra. (samsung.com)

Bukan untuk Kaum ‘Mendang-Mending’, Samsung Galaxy S26 Ultra Hadir dengan Spek Monster dan Harga Sultan

18 April 2026
Penyerang Arsenal, Viktor Gyokeres memberikan salam kepada suporter di Lisbon jelang laga melawan Sporting CP, 8 April 2026. (c) AP Photo/Armando Franca

Dilema Lini Depan Mikel Arteta: Havertz atau Gyokeres untuk Redam Manchester City di Etihad?

17 April 2026

Highlights

Bukan untuk Kaum ‘Mendang-Mending’, Samsung Galaxy S26 Ultra Hadir dengan Spek Monster dan Harga Sultan

Dilema Lini Depan Mikel Arteta: Havertz atau Gyokeres untuk Redam Manchester City di Etihad?

Kritik Pedas Morten Hjulmand: Arsenal Tim Membosankan dan Tak Menarik Ditonton!

Gema Perlawanan dari Gedung Merdeka: Ratusan Massa di Bandung Tolak Normalisasi dengan Israel

Badai Fisik dan Mental: Alessandro Bastoni Absen di Laga Inter Milan vs Cagliari

Tantangan Berat Dewa United: Jan Olde Riekerink Waspadai Kekuatan Maung Bandung

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.