CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 20 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASJABAR

Korban Meninggal Keracunan Sate Jebred di Garut Bertambah

Nurrani Rusmana
13 Oktober 2023
epala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Leli Yuliani.

epala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Leli Yuliani. (Foto: antaranews.com)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

GARUT, WWW.PASJABAR.COM – Korban meninggal dunia akibat keracunan sate jebred bertambah menjadi tiga orang. Korban yang meninggal terakhir sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit.

“Ny R 35 tahun (meninggal, red),” kata Kepala Dinkes Kabupaten Garut Leli Yuliani saat dikonfirmasi terkait pasien keracunan yang meninggal dunia melalui telepon seluler di Garut, Kamis (12/10/2023).

Dilansir dari ANTARA, korban tersebut bernama Risna salah seorang yang mendapatkan penanganan medis karena kasus keracunan diduga dari makanan sate jebred atau sate kulit di Kecamatan Cilawu, Garut.

Selain Risna, sebelumnya sudah ada dua orang meninggal dunia. Yakni Mimin (61) warga Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, dan Cecep (48) warga Cilawu, Garut.

Baca juga:   5 Peristiwa Kemarin, Paguyuban Pasudan Dukung Iwan Bule Hingga Persik Permalukan Persib

Ia menyampaikan untuk korban keracunan ketiga kondisinya muntah-muntah, dan diare. Kemudian dibawa ke Rumah Sakit Guntur, Garut untuk mendapatkan penanganan medis.

“Muntah-muntah dan diare, dibawa ke RS Guntur oleh keluarga,” kata Leli.

Korban Keracunan Sebanyak 41 Orang

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinkes Garut Asep Surachman menambahkan, hasil dari pengecekan di lapangan jumlah korban keracunan pangan di Cilawu sebanyak 41 orang.

Dugaan sementara, warga yang mengeluhkan sakit dengan gejala keracunan makanan itu diketahui setelah mengkonsumsi makanan jenis sate jebred atau sate kulit sapi. Dampak dari keracunan itu, mengeluhkan sakit diare, muntah-muntah, dan mengalami demam. Pasien yang paling banyak dialami usia 26-35 tahun. Kemudian usia rentan berisiko tinggi yakni lansia dua orang, kemudian anak-anak tiga orang.

Baca juga:   Polres Cimahi Olah TKP Keracunan Massal Siswa SDN Jati 3, Pedagang Baru Jualan Selama 2 Minggu

Ia mengimbau masyarakat yang mengeluhkan sakit setelah menyantap makanan sate jebred untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat agar cepat ditangani.

“Imbauan kepada masyarakat bilamana ditemukan warga dengan gejala dugaan keracunan pasca konsumsi jenis pangan tertentu untuk segera akses terhadap fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dan koordinasi dengan pemerintahan setempat,” katanya.

Baca juga:   Dua Orang Meninggal Akibat Keracunan Usai Menyantap Hidangan Hajatan di Cianjur

Sebelumnya, sejumlah warga dari Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut maupun luar daerah dari Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya mengeluhkan sakit mual, pusing dan muntah-muntah. Sehingga harus mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Cilawu, Minggu (8/10/2023) malam.

Sehari kemudian warga yang keracunan semakin bertambah, bahkan ada dua orang lansia yang meninggal dunia. Yakni warga Garut dan warga Tasikmalaya, dan terakhir satu orang warga Garut meninggal dunia, Selasa (10/10/2023). (ran)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nurrani Rusmana
Tags: keracunankeracunan sate jebred


Related Posts

Korban Keracunan Massal di Sindangkerta, Padati RSUD Cililin
HEADLINE

Korban Keracunan Massal di Sindangkerta, Padati RSUD Cililin

26 Juni 2024
Dua Orang Meninggal Akibat Keracunan Usai Menyantap Hidangan Hajatan di Cianjur
PASJABAR

Dua Orang Meninggal Akibat Keracunan Usai Menyantap Hidangan Hajatan di Cianjur

23 April 2024
Pertolongan Pertama Atasi Keracunan Makanan Pada Anak
HEADLINE

Pertolongan Pertama Atasi Keracunan Makanan Pada Anak

13 Oktober 2023

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

google
HEADLINE

Google Perluas Strategi Wearable Lewat Kacamata Pintar Gucci Berbasis XR

19 April 2026

WWW.PASJABAR.COM - Google dilaporkan memperluas strategi pengembangan kacamata pintar berbasis Android XR dengan menggandeng perusahaan optik global...

Permendiktisaintek

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

19 April 2026
unpad

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

19 April 2026
bnpb

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 April 2026
ITB

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

19 April 2026

Highlights

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

Jabar Jadi Pilot Project Program Gentengisasi Rumah Subsidi Nasional

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.