CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 3 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Figur Ideal Seorang Rektor

Yatti Chahyati
27 Maret 2025
Figur Ideal Seorang Rektor

ilustrasi (https://uinsgd.ac.id/)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

 

Opini Kegaduhan Politik
Dosen Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan Dpk FH UNPAS, Firdaus Arifin. (foto: pasjabar)

Oleh: Firdaus Arifin

Dosen FH Unpas

Figur Ideal Seorang Rektor

Dalam konteks pendidikan tinggi, rektor bukan sekadar jabatan administratif. Ia adalah pemimpin akademik, penjaga marwah intelektual, sekaligus nahkoda yang membawa kapal besar bernama universitas ke arah yang benar, di tengah samudra tantangan global, perubahan sosial, serta krisis integritas. Namun, dalam praktiknya, jabatan rektor kerap kali tereduksi menjadi bagian dari kompromi politik, tarik-menarik kepentingan, dan kadang, sayangnya, ruang kontestasi penuh intrik.

Figur ideal seorang rektor tak lahir dari manuver, tetapi dari permenungan yang dalam atas tanggung jawab pendidikan tinggi. Ia lahir dari dialektika pengalaman, integritas, dan visi keilmuan. Dalam dunia di mana kompetensi bisa diklaim dan gelar bisa dibeli, universitas membutuhkan figur pemimpin yang tak sekadar cerdas, tapi juga bijak dan bersih.

Rektor sebagai Pemimpin Moral

Rektor adalah simbol moral kampus. Dalam dirinya melekat tanggung jawab menjaga nilai akademik, merawat integritas ilmiah, serta menciptakan ruang aman bagi kebebasan berpikir. Ia harus menjadi figur yang bersih dari rekam jejak korupsi, tidak terafiliasi secara partisan, dan tidak menjadikan kampus sebagai kendaraan politik pribadi atau kelompok.

Dalam sejarah panjang universitas, dari Bologna, Harvard, hingga Gadjah Mada dan ITB, peran rektor selalu menjadi sorotan utama saat terjadi krisis integritas. Seorang rektor yang tersandung kasus etik atau hukum, seketika menjatuhkan reputasi institusi. Karena itu, figur ideal seorang rektor tak hanya diuji oleh CV akademiknya, tapi lebih dalam, oleh komitmennya menjaga nilai-nilai dasar universitas: kebebasan akademik, otonomi keilmuan, dan keberpihakan pada kebenaran.

Visi Akademik, Bukan Ambisi Pribadi

Figur ideal seorang rektor adalah mereka yang memiliki visi akademik jangka panjang, bukan sekadar target administratif lima tahun jabatan. Ia bukan manajer proyek, melainkan pemimpin gagasan. Ia harus mampu membaca peta global keilmuan, menerjemahkannya ke dalam strategi kampus, dan mendorong sivitas akademika untuk menjadi bagian dari percakapan ilmiah dunia.

Baca juga:   Viral! Rahasia Handuk Putih Vietnam Kalahkan Indonesia

Ia tak boleh terjebak dalam rutinitas pelaporan akreditasi atau euforia proyek pembangunan fisik semata. Dunia pendidikan tinggi bergerak cepat—transformasi digital, kecerdasan buatan, perubahan paradigma riset—semua menuntut universitas untuk adaptif sekaligus tetap pada nilai-nilai dasarnya. Rektor yang baik adalah mereka yang tahu kapan mendobrak dan kapan menjaga.

Kepemimpinan Inklusif, Bukan Elitis

Kampus adalah ruang keberagaman gagasan, latar belakang, dan kepentingan. Rektor ideal bukan pemimpin yang eksklusif hanya pada elite akademik tertentu. Ia harus mampu menjembatani dosen muda yang bergumul dengan beban riset dan pengajaran, mahasiswa yang gelisah dengan masa depan, hingga tenaga kependidikan yang kerap terlupakan. Kepemimpinannya harus terasa, bukan hanya terbaca di lembar kebijakan.

Ia harus menjadi pendengar yang baik dan pembelajar yang rendah hati. Seorang rektor yang tak mampu membangun kepercayaan di internal kampus, hanya akan menciptakan jarak dan resistensi. Kepemimpinan inklusif bukan sekadar jargon, tapi praktik sehari-hari: membuka ruang partisipasi, menerima kritik, dan mampu memimpin dalam konflik tanpa kehilangan arah.

Bebas dari Transaksi Politik

Di banyak kampus negeri, proses pemilihan rektor kerap menjadi ajang transaksi kekuasaan. Kementerian terlibat, senat terbelah, dan kandidat bermanuver. Mekanisme 35-65 persen suara antara senat dan kementerian membuka celah intervensi yang membuat kualitas calon kerap bukan faktor utama. Dalam situasi seperti ini, figur ideal seorang rektor harus berani menolak jalan pintas dan bersandar pada kepercayaan sivitas, bukan jaringan kuasa.

Baca juga:   TNI Gugur di Misi UNIFIL, Pemerintah Harus Dorong Investigasi dan Perkuat Mitigasi Keamanan

Rektor bukan kepala dinas. Ia bukan pejabat struktural biasa yang bisa ditentukan atas dasar loyalitas birokratis. Universitas butuh rektor yang memiliki integritas tinggi untuk tidak “membeli” jabatan, dan kemudian “mengembalikan modal” saat berkuasa. Budaya seperti ini menghancurkan etos akademik dari dalam.

Memimpin dengan Keteladanan

Keteladanan adalah hal langka di zaman ketika posisi lebih dihormati daripada substansi. Seorang rektor ideal bukan hanya berbicara tentang integritas, tetapi menjalani hidup dengan integritas. Ia membayar pajak dengan benar, tidak memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi, tidak menggunakan mobil dinas untuk urusan keluarga, dan tidak membentuk lingkaran kekuasaan di sekitar dirinya.

Keteladanan juga berarti berani bersikap dalam isu-isu publik. Ketika kebebasan akademik terancam, ketika ada represi terhadap mahasiswa, atau ketika ada intervensi kekuasaan ke dalam kampus, rektor yang ideal berdiri paling depan, bukan bersembunyi di balik kata “netralitas”.

Kampus Sebagai Taman yang Merdeka

Universitas bukan pabrik ijazah. Kampus bukan ruang produksi tenaga kerja semata. Ia adalah taman gagasan, tempat peradaban tumbuh, tempat manusia berpikir merdeka. Figur ideal seorang rektor menyadari betul hal ini. Ia akan melawan komersialisasi pendidikan tinggi yang menjadikan mahasiswa sebagai konsumen, bukan subjek pembelajaran.

Ia akan memperjuangkan agar kampus tetap menjadi ruang terbuka, tempat dialog terjadi, perbedaan dihargai, dan ilmu berkembang. Ia tidak akan menjadikan kampus sebagai alat politik praktis atau proyek mercusuar semata, melainkan sebagai tempat tumbuhnya generasi yang kritis dan berdaya.

Baca juga:   Penataan Kolong Pasupati: Ruang Publik Berbalut Seni Budaya Sunda

Berakar pada Tradisi, Terbang dengan Inovasi

Rektor ideal mampu merawat tradisi akademik sekaligus membuka pintu untuk inovasi. Ia menghargai nilai historis kampusnya, mengenali jejak pemikir besar yang pernah ada, dan menjadikan itu fondasi untuk bergerak ke depan. Tapi ia juga tidak takut pada perubahan, tidak fobia terhadap teknologi, dan mampu memimpin transformasi digital kampus secara bijak.

Ia tidak memusuhi teknologi, tapi juga tidak menyerahkan masa depan pendidikan pada algoritma. Rektor seperti ini mampu mengembangkan ekosistem riset yang adaptif, sistem pembelajaran yang partisipatif, dan model tata kelola yang akuntabel.

Menjadi Teladan untuk Negeri

Pada akhirnya, seorang rektor ideal bukan hanya untuk kampusnya, tetapi juga untuk bangsa. Ia menjadi contoh bahwa kepemimpinan akademik bisa hadir dengan elegan, cerdas, bersih, dan berkomitmen pada nilai. Di tengah krisis keteladanan nasional, figur seperti ini akan menjadi cahaya di tengah gelapnya birokrasi pendidikan.

Ketika rektor mampu menjadi inspirasi, maka universitas tak hanya melahirkan sarjana, tetapi juga warga negara yang tercerahkan. Ia menciptakan iklim akademik yang sehat, memperjuangkan otonomi kampus, dan memastikan bahwa ilmu pengetahuan tetap menjadi panglima, bukan alat legitimasi kekuasaan.

Akhir kata, figurideal seorang rektor bukan mitos. Ia bisa hadir jika ekosistem pendidikan tinggi menolak korupsi, menolak kooptasi politik, dan berani memilih pemimpin yang punya integritas dan visi. Universitas harus merebut kembali otonominya, dan itu dimulai dari memilih rektor yang benar, bukan sekadar yang bisa mengakomodasi semua kepentingan.

Kita berhak atas kampus yang sehat, dan itu dimulai dari rektor yang tepat. (*)

 

 

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Yatti Chahyati
Tags: FH UnpasfirdausOpini dosen


Related Posts

pongah
HEADLINE

Pongah dan Ilusi Ketinggian Diri

28 April 2026
Dosen Unpas Nilai RUU Perampasan Aset Efektif Berantas Korupsi
HEADLINE

Dosen Unpas Nilai RUU Perampasan Aset Efektif Berantas Korupsi

22 April 2026
FH Unpas
HEADLINE

FH Unpas Beri Penghargaan kepada Dosen Berprestasi dan Berdedikasi

29 Desember 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

persaingan Arsenal vs Man City
HEADLINE

Persaingan Gelar Liga Inggris Memanas: Arsenal vs Manchester City, Siapa Lebih Cepat Juara?

3 Mei 2026

# persaingan Arsenal vs Man City BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM -- Persaingan gelar Premier League musim 2025/2026 semakin mendebarkan...

ole romeny oxford united

Oxford United Terdegradasi, Nasib Ole Romeny Jadi Sorotan

3 Mei 2026
elkan baggott premier league

Elkan Baggott Siap Tampil di Premier League! Ipswich Town Promosi, Bek Timnas Indonesia Ukir Sejarah

3 Mei 2026
Kota Takai mencegah aksi Marselino Ferdinan dalam duel timnas Jepang vs Indonesia di Osaka (10/6/2025). (PAUL MILLER/AFP)

Tampil Starter! Marselino Ferdinan Beri Kontribusi Instan Saat AS Trencin B Gilas Raca Bratislava 8-2

2 Mei 2026
MU bisa dipastikan lolos ke Liga Champions musim depan jika mengalahkan Liverpool. (AFP/Darren Staples)

Laga Krusial di Old Trafford: Manchester United Bidik Tiket Liga Champions Saat Jamu Liverpool

2 Mei 2026

Highlights

Tampil Starter! Marselino Ferdinan Beri Kontribusi Instan Saat AS Trencin B Gilas Raca Bratislava 8-2

Laga Krusial di Old Trafford: Manchester United Bidik Tiket Liga Champions Saat Jamu Liverpool

Kejutan Besar! Thalita Ramadhani Tumbangkan Sim Yu Jin, Indonesia Perkecil Skor Lawan Korea di Semifinal Uber Cup 2026

Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 Resmi Berakhir, Peserta Diminta Tetap Optimis Menanti Hasil

Kuliah Pakar Kenotariatan HIMANU Unpas Bahas Risiko Pidana Profesi Notaris

Studi Ungkap Hiu Paus Migrasi Lintasi 13 Negara Indo-Pasifik

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.