CIMAHI, WWW.PASJABAR.COM — Di tengah arus cepat dunia fesyen modern, hadir sebuah lini pakaian yang justru berjalan melawan waktu.
TB Vintage, sebuah perusahaan yang berbasis di Indonesia, bukan sekadar brand pakaian biasa.
Ia adalah penjaga sejarah, penenun ulang masa lalu melalui replika pakaian militer klasik yang akurat hingga ke detail terkecil.
Didirikan oleh Tanta Bagus Dewanto, TB Vintage telah hadir sejak 2012 dan menjadi pionir dalam penyediaan busana re-enactment—pakaian untuk kebutuhan reka ulang sejarah.
“Kami membuat pakaian klasik, khususnya untuk reenactor.
Bukan sekadar bergaya vintage, tapi benar-benar merekonstruksi ulang pakaian dari masa lalu dengan presisi tinggi,” ujar Tanta, Minggu (4/5/2025).
Produk unggulan TB Vintage yang paling membanggakan adalah replika seragam tentara Jepang.
Bukan hanya karena kelengkapannya dari kepala hingga kaki, tapi juga karena tingkat akurasi historisnya yang diakui hingga ke komunitas reenactor internasional.
Kemeja boshojuban, celana tipe 98, hingga sepatu berdesain shark nose khas—semuanya dibuat dengan bahan dan pola yang disalin langsung dari produk asli koleksi pribadi rekan-rekan komunitas.
“Yang membedakan kami adalah proses finishing-nya, kami menggunakan lapisan tepung kanji untuk menciptakan kesan ‘crispy’ pada pakaian, sama seperti seragam asli zaman dulu. Hingga saat ini, belum ada replika di dunia yang menggunakan metode ini selain kami,” jelasnya.
Tak hanya tampil luar, presisi bentuk dan siluet menjadi fokus utama dalam produksi. TB Vintage mengukur setiap potongan pakaian dari lengkungan, posisi jahitan, hingga jatuh kain dengan metode pengukuran senti-persenti.
“Dalam hal pakaian historis, siluet adalah segalanya,” tegas Tanta.
Selain seragam Jepang, TB Vintage juga memproduksi pakaian pejuang Indonesia era 1948, dan kini tengah mengembangkan replika seragam KNIL (tentara kerajaan Hindia Belanda).
Yang menarik, mereka sedang meriset ulang “kain Garut”, jenis kain yang disebut dalam arsip Belanda sebagai bahan utama seragam KNIL sebelum 1942, dipercaya berasal dari pabrik tekstil di Garut, Jawa Barat.
Tak berhenti di masa lalu, TB Vintage kini juga merintis sub-brand baru yang membawa semangat sejarah ke gaya kontemporer.
“Kami sedang mencoba fusion style, memadukan desain fungsional dari Amerika dengan kamuflase khas Jerman. Tujuannya, agar pakaian bersejarah juga bisa dipakai nyaman dalam konteks kekinian,” kata Tanta.
Bagi yang tertarik memiliki koleksi bersejarah ini, TB Vintage melayani pemesanan lewat Instagram, Tokopedia, maupun Shopee.
Namun, Tanta menyarankan untuk melakukan konsultasi dulu, agar setiap pesanan sesuai dengan kebutuhan dan konteks sejarah pemesan. (tiwi)












