CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Rabu, 15 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASNUSANTARA

Sidoarjo dan Brantas: Menelusuri Jejak Peradaban di Hilir Lembah Sungai Terpanjang Kedua di Jawa

Tiwi Kasavela
13 April 2026
Sidoarjo dan Brantas: Menelusuri Jejak Peradaban di Hilir Lembah Sungai Terpanjang Kedua di Jawa

Dalam diskusi "Temu Sejarah", Raymond Valiant membedah bukunya yang bertajuk Brantas Sang Pembawa Berkah. (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Dalam diskusi “Temu Sejarah”, Raymond Valiant membedah bukunya yang bertajuk Brantas Sang Pembawa Berkah. Ia menegaskan bahwa kemajuan peradaban di Jawa Timur tak lepas dari politik air dan pengelolaan navigasi sungai sejak abad pertama.

SURABAYA, WWW.PASJABAR.COM— Bagi masyarakat Jawa Timur, Sungai Brantas bukan sekadar aliran air. Ia adalah urat nadi peradaban yang menghubungkan wilayah pedalaman dengan dunia luar sejak masa klasik. Dalam diskusi daring “Temu Sejarah” bertajuk Sidoarjo – Penjuru Peradaban di Hilir Lembah Brantas, pakar pengairan Raymond Valiant memaparkan betapa vitalnya peran sungai ini dalam membentuk konstelasi politik dan ekonomi di Nusantara.

“Dulu, Indonesia adalah bagian dari Sundaland. Sungai-sungai besar seperti Brantas dan Citarum merupakan sisa-sisa dari jejaring sungai raksasa masa lalu,” ujar Raymond mengawali paparannya.

Ia menjelaskan bahwa 50.000 tahun lalu, rendahnya muka air laut memungkinkan migrasi manusia dari daratan Asia hingga ke wilayah yang kini kita kenal sebagai Surabaya dan Malang.

Baca juga:   BMKG: Waspadai Cuaca Buruk Hingga 22 Mei 2020

Politik Air dan Legitimasi Kekuasaan

Salah satu poin menarik yang dibahas Raymond adalah konsep “politik air”. Menurutnya, suksesi kerajaan di Jawa, mulai dari Medang, Kahuripan, hingga Majapahit, sangat bergantung pada penguasaan sumber daya air dan lahan subur.

Raymond mencontohkan pembangunan “Bendung Waringin Sapta” (bukan bendungan) oleh Raja Airlangga pada abad ke-11. Proyek ini disebutnya sebagai “Proyek Strategis Nasional” masa itu.

“Tujuan utamanya adalah mengendalikan banjir dan menjaga navigasi sungai agar kapal-kapal dagang tetap bisa masuk ke pedalaman,” jelas mantan Direktur Utama Jasa Tirta ini.

Menariknya, ia juga mengulas sisi mistis di balik pembagian kerajaan menjadi Jenggala dan Panjalu oleh Empu Bharada. Dalam legenda, sang Empu disebut terbang dan membagi wilayah dengan kucuran air kendi.

Baca juga:   Lembang dalam Lintasan Sejarah: Romantisme, Pengetahuan, dan Peringatan Alam

Namun, Raymond melihat ini sebagai alegori dari perspektif tata ruang yang canggih. “Ini adalah resolusi konflik berbasis spiritual untuk melegitimasi pembagian akses ekonomi dan sumber daya alam,” tambahnya.

Jejak Perdagangan Global

Bukti bahwa Brantas adalah jalur perdagangan internasional pun tak terbantahkan. Raymond mengungkap temuan koin-koin dari zaman Romawi abad ke-3 dan Bizantium abad ke-6 di dasar sungai. Ada pula keramik dari Dinasti Song yang diproduksi di Thailand pada abad ke-13.

Temuan-temuan ini mengukuhkan posisi pelabuhan di hilir Brantas, seperti yang ada di Sidoarjo dan Surabaya, sebagai pintu masuk barang-barang mancanegara ke jantung kekuasaan Majapahit.

Warisan Kolonial dan Masalah Masa Kini

Memasuki era kolonial, Belanda melanjutkan teknokrasi pengelolaan air dengan membangun infrastruktur seperti Bendung Lengkong Lama (1857) untuk mendukung industri gula. Raymond mencatat bahwa pada puncaknya, terdapat lebih dari 90 pabrik gula di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Brantas yang menyedot sumber daya air secara masif.

Baca juga:   Alfamart Bagikan 54.000 Paket Warteg Gratis Ramadan 2025

Namun, kejayaan masa lalu kini berhadapan dengan realita pahit. Menjawab pertanyaan peserta diskusi mengenai kualitas air, Raymond tak menampik adanya degradasi lingkungan. Saat ini, DAS Brantas dihuni oleh sekitar 18 juta jiwa, yang mengakibatkan beban limbah domestik mencapai 65 persen, sementara sisanya berasal dari industri.

Diskusi yang berlangsung selama hampir dua jam ini menjadi pengingat bahwa memahami sejarah Brantas berarti memahami jati diri masyarakat Jawa Timur itu sendiri, sebuah peradaban yang dibangun di atas aliran air yang membawa berkah sekaligus tantangan besar bagi masa depan.

Simak video lengkapnya di sini: https://youtu.be/DE9JAvX3d0s?si=Rqs0kANn48uX-S3a

(tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Tiwi Kasavela
Tags: SejarahSidoarjosungai Brantas


Related Posts

Peta Politik Sunda
PASBUDAYA

Menelusur Gurat Holle: Saat Aksara Latin Mengubah Peta Politik Sunda

10 April 2026
Membedah Sosialisme Sjahrir: Antitesis Otoritarianisme di Tengah “Menara Gading” Intelektual
PASNUSANTARA

Membedah Sosialisme Sjahrir: Antitesis Otoritarianisme di Tengah “Menara Gading” Intelektual

9 April 2026
Malia Nur Alifa: Mengenal Sejarah adalah Kunci Mencintai Tempat Tinggal
PASBANDUNG

Malia Nur Alifa: Mengenal Sejarah adalah Kunci Mencintai Tempat Tinggal

4 Februari 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

rusun ASN
PASGALERI

Rusun ASN Kejati Jabar Capai 32%, Berpotensi Rampung Lebih Cepat

15 April 2026

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau pembangunan rumah susun atau rusun...

bedah rumah

Program Bedah Rumah Jabar Dimulai, Target 40 Ribu Hunian

15 April 2026
kawasan gedung sate

Pemprov Jabar Tata Ulang Kawasan Gedung Sate Jadi Ruang Terpadu

15 April 2026
kendaraan listrik mbg

Kendaraan Listrik Untuk Distribusi MBG Ciptaan SMKN 8 Bandung Siap Diproduksi 

14 April 2026
Xiaomi 17 Pro

Xiaomi 18 Pro Bocoran Terbaru Ungkap Spesifikasi Kamera dan Baterai

14 April 2026

Highlights

Kendaraan Listrik Untuk Distribusi MBG Ciptaan SMKN 8 Bandung Siap Diproduksi 

Xiaomi 18 Pro Bocoran Terbaru Ungkap Spesifikasi Kamera dan Baterai

Roblox Luncurkan Akun Kids dan Select untuk Perlindungan Anak

Tiket Hari Pembuka Polytron Indonesia Open 2026 Dijual Mulai Rp40 Ribu

BMKG: Mayoritas Wilayah Jabar Masuki Kemarau Lebih Cepat

Bahtera Gurning Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Unpas, Soroti Akses Keadilan Pekerja

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.