CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Jumat, 17 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASBUDAYA

Menelusur Gurat Holle: Saat Aksara Latin Mengubah Peta Politik Sunda

Tiwi Kasavela
10 April 2026
Peta Politik Sunda

Diskusi buku Temu Sejarah #101 berjudul Holle Line: Menelusur Akar Pemikiran Politik Sunda melalui Naskah dalam Peti Holle. (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

# Peta Politik Sunda

Sebuah diskusi buku mengungkap bagaimana kebijakan “Holle Line” pada masa kolonial tidak hanya mengubah cara orang Sunda menulis, tetapi juga membentuk formasi politik yang sempat melahirkan Negara Pasundan.

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Di sebuah ruang diskusi virtual bertajuk “Temu Sejarah” ke-101, malam itu atmosfer terasa pekat dengan aroma sejarah dan dialektika.

Fokusnya adalah satu nama yang barangkali asing bagi generasi Z, namun jejaknya tertanam dalam di setiap kolam ikan dan pohon kelapa di tanah Priangan: Karel Frederik Holle.

Buku berjudul Holle Line: Menelusur Akar Pemikiran Politik Sunda melalui Naskah dalam Peti Holle, karya Iip D. Yahya dan Nanang Suryana, menjadi pemantik debat.

Penulis memaparkan tesis menarik tentang bagaimana “Gurat Holle” atau kebijakan pelatinan aksara menjadi alat de-Jawanisasi sekaligus modernisasi di Jawa Barat.

Baca juga:   Membaca Ulang Peristiwa Madiun 1948 dari Perspektif Sosio-Kultural

“Bahasa Sunda itu sempat hilang di kalangan elit karena dominasi Mataram selama hampir dua abad,” ujar Iip D. Yahya dalam diskusi tersebut.

Menurutnya, Holle hadir dengan proyek ambisius: mengganti huruf Arab Pegon dengan aksara Latin.

Tujuannya ganda; selain untuk efisiensi birokrasi, juga untuk menjauhkan pengaruh militansi Islam yang saat itu melekat pada aksara Pegon.

Namun, sejarah selalu punya sisi tak terduga (unintended results).

Asep Muhammad Iqbal, dari UIN Sunan Gunung Jati yang hadir sebagai pembahas, menyebut bahwa kebijakan “pelatinan” ini justru menjadi simbol modernisasi.

“Aksara Latin adalah pintu masuk pendidikan Barat yang kemudian melahirkan elit-elit baru Sunda yang terdidik,” katanya.

Dari kelas menengah baru inilah muncul organisasi seperti Paguyuban Pasundan. Puncaknya, sanad politik yang bermula dari aksara Latin ini bermuara pada pembentukan Negara Pasundan pada 1947.

Baca juga:   Kue Keranjang: Simbol Keberuntungan dalam Perayaan Imlek

Meski berumur jagung dan kerap dicap pro-Belanda, entitas ini disebut Iip sebagai bukti bahwa orang Sunda pernah memiliki “formasi politik” yang independen dan solid, sesuatu yang menurutnya kini telah memudar di panggung nasional.

Diskusi juga menyinggung sisi humanis Holle. Ia bukan sekadar birokrat, melainkan petani otodidak yang memperkenalkan sistem tanam efisien hingga jenis sayuran baru.

“Dulu di Cikajang ada istilah Kacang Holle. Bahkan kebiasaan orang Sunda punya kolam ikan di samping rumah dan menanam pohon kelapa saat menikah adalah warisan instruksi Holle,” tambah Iip.

Di balik jasanya, kebijakan Holle menyisakan dikotomi panjang. Kelompok pesantren yang setia pada aksara Pegon sempat tersisih dari struktur pemerintahan karena syarat ijazah “huruf Latin”.

Baca juga:   Ahmad Nowmenta Membangun Semangat Kebangsaan Melalui Sejarah

Luka sejarah ini, menurut para narasumber, baru benar-benar pulih saat ijazah pesantren mulai disetarakan secara formal puluhan tahun kemudian.

Kini, melalui “Peti Holle”kumpulan naskah yang masih banyak tersimpan di Perpustakaan Nasional, para peneliti mencoba merajut kembali memori kolektif tersebut.

Bukan untuk membangkitkan romantisme feodal, melainkan untuk mencari kembali “kesaktian” politik Sunda yang kini dianggap hanya menjadi pelengkap di ibu kota.

“Tujuannya tidak muluk-muluk, seperti kata Otto Iskandar Dinata: menjadikan Sunda Mulia, yaitu Sunda yang dihargai oleh bangsa-bangsa lain,” pungkas Iip menutup diskusi.

Rekaman selengkapnya dapat disimak di https://youtu.be/2dyVoXZwLbA?si=MouMlbVwK0JMdCMV. (tiwi)

# Peta Politik Sunda

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Yatti Chahyati
Tags: holle linePolitik SundaSejarah


Related Posts

Sidoarjo dan Brantas: Menelusuri Jejak Peradaban di Hilir Lembah Sungai Terpanjang Kedua di Jawa
PASNUSANTARA

Sidoarjo dan Brantas: Menelusuri Jejak Peradaban di Hilir Lembah Sungai Terpanjang Kedua di Jawa

13 April 2026
Membedah Sosialisme Sjahrir: Antitesis Otoritarianisme di Tengah “Menara Gading” Intelektual
PASNUSANTARA

Membedah Sosialisme Sjahrir: Antitesis Otoritarianisme di Tengah “Menara Gading” Intelektual

9 April 2026
Malia Nur Alifa: Mengenal Sejarah adalah Kunci Mencintai Tempat Tinggal
PASBANDUNG

Malia Nur Alifa: Mengenal Sejarah adalah Kunci Mencintai Tempat Tinggal

4 Februari 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

instagram/@zonanaetral5
HEADLINE

Hasil Piala AFF U-17 2026: Indonesia Takluk 0-1 dari Malaysia, Langkah ke Semifinal Terancam!

16 April 2026

GRESIK, WWW.PASJABAR.COM – Sebagai tuan rumah ajang ASEAN U-17 Boys' Championship 2026, Timnas Indonesia harus menelan pil...

pasundan law fair 2026

Pasundan Law Fair 2026 Sukses Digelar, Ajang Nasional Adu Gagasan dan Kompetensi Mahasiswa Hukum

16 April 2026
harga plastik

Kenaikan Harga Plastik Picu Penurunan Sampah di Kota Cimahi

16 April 2026
Agus Sutisna

Agus Sutisna Ditemukan Tewas Setelah Terjun Selamatkan Siswi Hanyut

16 April 2026
remaja hanyut

Remaja Tewas Hanyut di Sungai Cibanjaran, Penolong Masih Hilang

16 April 2026

Highlights

Agus Sutisna Ditemukan Tewas Setelah Terjun Selamatkan Siswi Hanyut

Remaja Tewas Hanyut di Sungai Cibanjaran, Penolong Masih Hilang

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sumatra hingga Jawa

Rektorat Unpad Nonaktifkan Dosen Diduga Terlibat Kekerasan Seksual, Dan Lakukan Investigasi

Transformasi RS Rajawali, Primaya Perkuat Layanan Medis Modern di Bandung

Kenalan Lewat Game Online Siswi SMP di Bandung Barat Diculik Remaja

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.