CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Jumat, 9 Januari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Empat Kampus Kolaborasi Cari Obat Alzheimer

Yatti Chahyati
4 Januari 2019
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, PASJABAR.COM — Prof. Hermawan K. Dipojono, Guru Besar di Fakultas Teknologi Industri ITB melakukan penelitian dengan judul “Fundamental Mechanism Development of Biological Process on Cholinergic Hypothesis Lead to Alzheimer’s Disease” untuk menemukan obat bagi penyakit Alzheimer yang telah menjadi penyakit yang semakin menakutkan dan mematikan.

Penelitian tersebut merupakan buah dari Riset Kolaborasi bersama tim dari Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, dan Institut Pertanian Bogor dan dipresentasikan dalam Seminar Hasil Riset Kolaborasi Indonesia 2018 di Aula Barat Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha No. 10, Kota Bandung beberapa waktu lalu.

Prof. Hermawan mengungkapkan bahwa penyakit Alzheimer memang bukan penyakit sembarangan, di beberapa negara seperti Amerika, Alzheimer bahkan menjadi lebih menakutkan dibanding kanker prostat dan kanker payudara.

“Maka, sebelum bisa menemukan obat yang tepat, harus bisa mengerti sistem yang diganggu serta sebab akibat yang ada dalam proses itu. Dengan tujuan itu, tim penelitian ini mengajukan metode fisika kuantum dalam memodelkan serta menganalisa reaksi atau proses penyebab Alzheimer,” ungkapnya.

Baca juga:   ITB Klaim Forum Dosen SBM ITB Tak Lagi Mogok Mengajar

Penyakit saraf ini juga memiliki beberapa teori penyebab. Salah satunya, yang dipakai menjadi dasar dalam penelitian tim riset, adalah terlalu ganasnya enzim Acetylcholinesterase (AChe) sehingga “memakan” terlalu banyak substrat Acetylcoline (ACh). Hal itu menyebabkan terganggunya proses penyampaian informasi pada syaraf yang bisa mengakibatkan kematian pada syaraf, ini akan berujung pada penurunan memori dan kesulitan menggerakkan otot.

Dengan pengetahuan ini, tim akan membuat model reaksi enzim dan substrat sehingga didapatlah tingkat energi yang dilibatkan pada reaksi.

“ITB mengambil bagian pada kalkulasi dan tabulasi data pada riset ini, kebutuhannya sih supercomputer, soalnya pakai pendekatan kuantum,” lanjut Prof. Hermawan, Guru Besar pada Kelompok Keahlian Teknik Fisika itu.

Tim ITB sendiri sempat mengalami kesulitan yang cukup berat dalam melakukan pemodelan. “Reaksi yang terjadi pada proses terjadinya Alzheimer bukan reaksi asam-basa biasa, melainkan reaksi hidrolisis, yang mana belum ada modelnya untuk Alzheimer,” kata salah satu asisten Prof. Hermawan dalam riset ini.

Baca juga:   Dosen Teknik Informatika Unpas: AI Efektif untuk Belajar, Tapi Perlu Etika

Pada proses ini, tim sangat bekerja keras untuk banyak melakukan eksperimen dan studi literatur. Setelah didapatkan model yang tepat, akhirnya tim berhasil mendapatkan nilai energi reaksi substrat dengan adanya enzim, yaitu sebesar 0.52 Volt. Alasan diperlukannya nilai energi karena informasi tersebut penting untuk merekayasa obat. Harapannya reaksi dengan obat harus lebih kecil energinya sehingga lebih “disukai” terjadi oleh enzim.  Dengan ini, tim berhasil menyelesaikan permasalahan awal dan menghasilkan tulisan yang bisa dikirimkan ke jurnal sains internasional.

Hasil dari penelitian pada 2018 ini, memang sudah ditargetkan akan disampaikan dalam 4 alur dengan tulisan pada jurnal sains dan publikasi sebagai keluaran. Alur tersebut antara lain, memahami proses substrat yang berkelakuan mirip ACh dalam proses hidrolisis netral, model enzim, memahami proses interkasi AChe dan ACh dalam reaksi hidrolisis sebenarnya, dan terakhir komparasi antara alur 3 dan 1.

Baca juga:   Dubes Prancis Kunjungi BBPPMPV BMTI untuk Melihat Capaian CoE EARE

“Sampai dengan hari ini, kita telah menghasilkan 2 paper dan tim juga telah diundang di berbagai kegiatan,” ucap Prof. Hermawan lagi. Ini artinya tim telah berhasil menapaki sampai tahap mengerti membuat model untuk enzim. Kedepannya, pada 2019, tim ini akan melanjutkan fokus di interaksi enzim dan molekul lainnya dalam tubuh sehingga bisa merancang obat yang tepat.

Prof. Hermawan yakin bahwa penelitian akan selesai dan akan menjadi salah satu kebanggaan Indonesia nantinya. “Semoga kerja sama penelitian ini akan berbuah hasil yang memang tepat guna, saya juga merasa kerja sama dengan berbagai universitas ini menakjubkan dan harus tetap ada di lain waktu,” tutupnya siang itu. (*/tan)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: alzheimeripbITBpenelitianriset itb


Related Posts

rumah terbakar di tamansari
HEADLINE

Sering Diabaikan, Ternyata Ini Penyebab Utama Kebakaran Rumah Menurut Pakar ITB

30 Desember 2025
Seleksi Siswa Unggul ITB
HEADLINE

ITB Resmi Buka Jalur Seleksi Siswa Unggul Mulai 2026

18 Desember 2025
Ahli ITB
HEADLINE

Ahli ITB Ungkap Ancaman Gunung Tertidur di Indonesia

7 Desember 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Noel Gallagher bersama manajer Manchester City Pep Guardiola. (Foto: Getty Images/Michael Regan)
HEADLINE

Noel Gallagher Semprot Krisis Manchester United: “Klub Hancur yang Hanya Menjual Masa Lalu”

9 Januari 2026

MANCHESTER, WWW.PASJABAR.COM – Gelombang kritik terus menghantam Old Trafford pasca-keputusan manajemen Manchester United memecat Ruben Amorim dari...

Pelatih kepala Timnas Indonesia U-20 Nova Arianto. (instagram/@novarianto30)

Mengejutkan! Nama Nova Arianto Resmi Dicoret dari Daftar Asisten John Herdman di Timnas Senior, Ada Apa?

8 Januari 2026
Getty/GOAL

Man City Ditahan Imbang Brighton 1-1: Haaland Ukir Rekor Fantastis, Etihad Kembali Gigit Jari

8 Januari 2026
Viktor Gyokeres (kiri) berduel dengan gelandang Spanyol, Alberto Moleiro (kanan), dalam pertandingan persahabatan pramusim antara Arsenal vs Villarreal di Stadion Emirates di London pada 6 Agustus 2025. (Foto oleh Glyn KIRK / AFP)(AFP/GLYN KIRK)

Adu Tajam Viktor Gyökeres dan Cody Gakpo di Emirates

8 Januari 2026
Ilustrasi Arsenal vs Liverpool. Foto: AFP/Darren Staples.

Prediksi Arsenal vs Liverpool: Misi Balas Dendam Meriam London di Benteng Emirates

8 Januari 2026

Highlights

Adu Tajam Viktor Gyökeres dan Cody Gakpo di Emirates

Prediksi Arsenal vs Liverpool: Misi Balas Dendam Meriam London di Benteng Emirates

Debut Darren Fletcher Diwarnai Drama 4 Gol: Benjamin Sesko Gemilang, Tiang Gawang Gagalkan Kemenangan MU atas Burnley

Mengamuk di Jeddah: Barcelona Bantai Athletic Club 5-0, Amankan Tiket Final Piala Super Spanyol

Hattrick Kemenangan di Serie A: Fabregas Ingatkan Como 1907 Jangan Lengah Meski Tembus Papan Atas

Resmi Dibubarkan di Paguyuban Pasundan, Pansel Tuntaskan Pemilihan Pimpinan Baznas Jabar

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.