CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 18 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Dudung : Pendidikan Adalah Media Untuk Mengubah Pola Pikir dan Sikap Mental

admin
24 April 2019
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, PASJABAR.COM — Pendidikan pada dasarnya bukan hanya sekedar proses belajar mengajar untuk mentransfer ilmu saja. Lebih dari itu pendidikan adalah media untuk mengubah pola pikir manusia menjadi lebih bijaksana, bertanggung jawab dan dapat menyelesaikan permasalahan.

Begitu ungkap Ketua STIE Pasundan Bandung, Dr. Dudung Juhana MM, saat mengulas tentang makna pendidikan yang ia hayati sejak 33 tahun berkecimpung di bidang pendidikan.

“Pendidikan dapat dikatakan berhasil jika dapat mengubah sikap mental peserta didiknya. Sikap mental atau pola pikir ini jugalah yang membedakan karakteristik dari orang yang berpendidikan dan tidak. Seseorang bisa saja lulus S3, namun jika karakternya buruk maka pendidikan akademiknya tidak berhasil,” tandasnya.

Oleh sebab itu, sebagai ketua disebuah perguruan tinggi sekaligus dosen, pria kelahiran Bandung, 8 Mei 1957 ini juga berupaya menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan daya juang mahasiswanya dalam menjalani hidup.

Baca juga:   Unpas Dan Dispora Kota Bandung Gagas Program Pengembangan Kewirausahaan

“Salah satu hal yang saya terapkan ke dalam diri mahasiswa adalah aspek kejujuran, karena hal tersebut merupakan sesuatu yang fundamental dalam diri seseorang. Saya selalu menyampaikan kepada mahasiswa bahwa kita boleh salah, tapi kita tidak boleh berbohong. Implikasi dari nilai kejujuran adalah dengan melibatkan mahasiswa dalam berbagai organisasi dan kegiatan kemahasiswaan agar mereka terlatih jujur dan memiliki tanggung jawab dan amanah dalam mengemban sesuatu,” paparnya.

Berbicara tentang  pengalaman mengajar, ayah dari tiga orang anak ini juga bercerita bahwa menjadi seorang guru adalah panggilan hidupnya sejak kecil.

“Saya lahir dan dibesarkan di lingkungan keluarga guru, terlebih saya juga berkuliah di Universitas Pendidikan sehingga mulai tertanam kenyamanan untuk menjadi tenaga pendidik. Dari sejak mahasiswa hingga kini, saya mengabdikan diri pada bidang ini,” ulasnya.

Baca juga:   Promosi Doktor Dahlan : Strategi Implementasi Kebijakan Wajib Belajar 9 Tahun

Lulusan doktor di UNPAS pada Program Managemen konsentrasi Bidang Pemasaran tahun 2011 ini juga merupakan lulusan S1 UPI Program Studi Pendidikan Ekonomi Perusahaan, S2 UPI Pasca Magister Administrasi Pendidikan dan S2 STIE Pasundan pada Magister Managemen.

Dudung sendiri mengajar untuk pertama kali di SMP Pasundan 6 saat masih menjadi mahasiwa kemudian setelah lulus mengajar di SMA Galuh Ciamis, hingga akhirnya diangkat menjadi PNS pada tahun 1986 dan ditugaskan di Universitas Galuh, menjabat sebagai  Sekertaris kemudian Ketua Jurusan Pendidikan Dunia Usaha.

“Pada  tahun 2005 saya ditugaskan ke STIE Pasundan, sebelum diangkat menjadi ketua STIE Pasundan di Tahun 2015, saya sempat menjadi kepala Tata Usaha, dan Wakil Ketua 1 Bidang Akademik,” terangnya yang juga mengampu mata kuliah metodologi penelitian dan Managemen Pemasaran.

Dudung juga bercerita bahwa menjadi pendidik memberikannya banyak pengalaman dan kepuasan tersendiri.

Baca juga:   Hasanudin Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Unpas, Teliti Perampasan Aset Non-Penal dalam Kasus Korupsi

“Menyenangkan rasanya menghadapi berbagai karakter mahasiswa, sehingga saya bisa belajar juga untuk memposisikan diri saat mengajar,” lanjutnya.

Disamping itu, Ia juga merasa bahagia kala melihat anak didiknya tumbuh menjadi orang sukses dan memberikan manfaat untuk masyarakat.

“Seringkali saat pergi kemanapun bahkan ke luar pulau saya bertemu dengan mahasiswa saya dulu, mereka yang bekerja di bebagai profesi, sehingga memberikan relasi yang baik dan merasa tenang dimanapun,” tandasnya.

Pemilik motto hidup menjaga suasana hati tetep nyaman ini juga sempat mengulas bahwa ia berharap kedepannya pendidikan di Indonesia akan semakin  maju dan dapat melahirkan lulusan dengan pola pikir yang matang dan bijaksana.

“Harapan pribadi saya untuk STIE Pasundan adalah semoga kelak bisa lebih baik lagi, eksistensinya terus terjaga dan semakin berkiprah di dunia perguruan tinggi,” pungkasnya. (Tan)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: mahasiswa pasundanmahasiswa stiepasundanSTIE Pasundanuniversitas pasundan


Related Posts

pasundan law fair 2026
HEADLINE

Pasundan Law Fair 2026 Sukses Digelar, Ajang Nasional Adu Gagasan dan Kompetensi Mahasiswa Hukum

16 April 2026
Pascasarjana Unpas
HEADLINE

Melda Yunita Raih Gelar Doktor Ilmu Manajemen Pascasarjana Unpas, Teliti IKM Produk Makanan di Prov Bengkulu

16 April 2026
Pascasarjana Unpas
HEADLINE

Bahtera Gurning Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Unpas, Soroti Akses Keadilan Pekerja

14 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Galaxy S26 Ultra. (samsung.com)
HEADLINE

Bukan untuk Kaum ‘Mendang-Mending’, Samsung Galaxy S26 Ultra Hadir dengan Spek Monster dan Harga Sultan

18 April 2026

WWW.PASJABAR.COM – Samsung kembali menggebrak pasar ponsel pintar dunia dengan meluncurkan lini flagship terbarunya, Samsung Galaxy S26...

Penyerang Arsenal, Viktor Gyokeres memberikan salam kepada suporter di Lisbon jelang laga melawan Sporting CP, 8 April 2026. (c) AP Photo/Armando Franca

Dilema Lini Depan Mikel Arteta: Havertz atau Gyokeres untuk Redam Manchester City di Etihad?

17 April 2026
Kapten Sporting Portugal, Morten Hjulmand. (Gettyimages)

Kritik Pedas Morten Hjulmand: Arsenal Tim Membosankan dan Tak Menarik Ditonton!

17 April 2026
Ratusan massa padati Gedung Merdeka Bandung dalam aksi damai bela Palestina. Massa menuntut penolakan normalisasi dengan Israel dan kemerdekaan penuh Palestina. (Eci/pasjabar)

Gema Perlawanan dari Gedung Merdeka: Ratusan Massa di Bandung Tolak Normalisasi dengan Israel

17 April 2026
Foto: Inter via Getty Images/Mattia Pistoia - Inter

Badai Fisik dan Mental: Alessandro Bastoni Absen di Laga Inter Milan vs Cagliari

17 April 2026

Highlights

Gema Perlawanan dari Gedung Merdeka: Ratusan Massa di Bandung Tolak Normalisasi dengan Israel

Badai Fisik dan Mental: Alessandro Bastoni Absen di Laga Inter Milan vs Cagliari

Tantangan Berat Dewa United: Jan Olde Riekerink Waspadai Kekuatan Maung Bandung

Ratusan Ribu Pencari Kerja Gunakan Aplikasi Nyari Gawe Jawa Barat

Pantang Bersantai! Veda Ega Pratama Jajal Sirkuit Favorit Marc Marquez Jelang Moto3 Spanyol

Dewa United vs Persib Bandung Digelar Tanpa Penonton, Bobotoh Diimbau Dukung dari Rumah

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.