CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 19 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASHIBURAN

Jaga Aset Budaya Melalui Pemutaran dan Diskusi Film Restorasi

admin
9 Oktober 2019
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Program Studi Film dan Televisi ISBI Bandung, bekerjasama dengan Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbangfilm) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, menggelar acara “PEMUTARAN DAN DISKUSI FILM RESTORASI” pada hari Selasa dan Rabu (8-9/10/ 2019) bertempat di CGV Metro Indah Mall, Jalan Soekarno Hatta, Kawasan Niaga MTC No. 590, Bandung.

Adapun film yang ditayangkan dan didiskusikan pada Selasa,  8 Oktober 2019 adalah Bintang Ketjil (1963). Film ini disutradara oleh Wim Umboh dan Misbach Yusa Biran. Distributor Sinematek Indonesia. Direstorasi tahun 2018, dengan warna film hitam putih.

Sementara itu pada Rabu,  9 Oktober 2019 adalah Tiga Dara (1957). Film ini disutradarai oleh Usmar Ismail dan didistribusikan oleh Sinematek Indonesia. Direstorasi pada tahun 2018 dengan warna film hitam putih.

Staff Sub. Bidang pengarsipan Pusbangfilm, Panji Wibisono mengungkapkan bahwa restorasi merupakan suatu bentuk penyelamatan dan mengembalikan kepada keadaan semula.

Baca juga:   KSP Minta Kemenag Akselerasi PTKK Jadi Universitas

“Penyelamatan data film melalui restorasi merupakan upaya untuk menjaga aset seni budaya, menunjukan tanggung jawab kepada bangsa, dan pemenuhan hak akses masyarakat terhadap arsip film nasional,” terangnya pada Selasa (8/10/2019).

Industri perfilman Indonesia, lanjut Panji memiliki sejarah perjalanan cukup panjang dan berliku. Masa keemasan film nasional pernah dirasakan begitupula masa terpuruk pernah dilalui.

“Semua merupakan dinamika yang menjadikan pengalaman berharga bagi para sineas untuk semakin menunjukan kualitas yang karyanya dapat disejajarkan dengan produksi dari luar negeri dan dapat memiliki tempat tersendiri di hati para penikmat film nasional,” tandasnya.

Sejarah perkembangan perfilman dengan bukti-bukti peninggalannya merupakan aset berharga yang mencerminkan potret peristiwa yang terjadi sesuai dengan konteks di jamannya. Karya seni budaya pada dasarnya merupakan refleksi kehidupan manusia dalam lingkungan alam, sosial dan budayanya, sehingga melalui karya film penikmat dapat merasakan berbagai peristiwa sesuai dengan plot, alur, latar, catatan waktu dan peristiwa yang divisualkan para sineas.

Baca juga:   Mahasiswa STKIP Pasundan Cimahi Raih 1 Medali Emas dan 3 Perunggu Cabor Dayung

“Acara pemutaran dan diskusi film restorasi merupakan salah satu strategi untuk mengenang, mengevaluasi dan mengapresiasi beberapa karya yang pernah hadir di masa-masa awal perkembangan film nasional dan pernah menjadi ikon eksistensi industri perfilman di tanah air pada masanya,” lanjutnya.

Pusbangfilm, dalam program restorasi ini melakukan proses penyelamatan dan bekerjasama dengan Render Digital Indonesia. Beberapa film telah berhasil direstorasi dan dapat kembali dinikmati oleh masyarakat luas.

Sementara itu, Rektor ISBI, Dr. Hj. Een Herdiani, S.Sen., M.Hum mengungkapkan bahwa Program Studi Film dan Televisi ISBI Bandung sebagai kalangan akademisi yang menyelenggarakan pembelajaran bidang perfilman, sangat mendukung program restorasi yang dilaksanakan dan bekerjasama untuk membantu menyebarluaskan dan memperkenalkan film hasil restorasi kepada masyarakat luas khususnya masyarakat yang ada di Kota Bandung.

Baca juga:   Meilinda Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Unpas, Teliti Restorative Justice oleh Jaksa

“Kegiatan ini sangat baik,  mengandung nilai sejarah dan moral yang menarik untuk dikaji oleh mahasiswa dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berkarya,” terangnya.

Een menambahkan bahwa pemutaran  film dokumenter ini dapat mengedukasi masyarakat, pembelajaran sejarah dan kultur bangsa Indonesia.

“Mudah-mudahan perfileman Indonesia kedepannya akan terus  menjunjung tinggi kelolakan dan masyarakat yang menonton akan mendapatkan kesadaran untuk menghargai budaya lokal,” terangnya.

Pada acara tersebut, selain screening film hasil restorasi juga  dilaksanakan diskusi proses restorasi yang menghadirkan pihak-pihak yang kompeten di bidang restorasi perfilman.

Peserta dari kegiatan ini pun meliputi Pusbangfilm, Berbagai Instansi Pemerintahan di Kota Bandung, Civitas akademika ISBI Bandung, Mahasiswa Film, SMK Film, Komunitas Film, Pelajar dan masyarakat umum. (Tan)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Diskusi filmfilm restorasiISBI


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

google
HEADLINE

Google Perluas Strategi Wearable Lewat Kacamata Pintar Gucci Berbasis XR

19 April 2026

WWW.PASJABAR.COM - Google dilaporkan memperluas strategi pengembangan kacamata pintar berbasis Android XR dengan menggandeng perusahaan optik global...

Permendiktisaintek

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

19 April 2026
unpad

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

19 April 2026
bnpb

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 April 2026
ITB

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

19 April 2026

Highlights

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

Jabar Jadi Pilot Project Program Gentengisasi Rumah Subsidi Nasional

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.