CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Kamis, 16 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASBANDUNG

Akses Jalan Gang Di Braga Ini Bakal Ditutup Paksa

admin
13 Januari 2020
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Akses warga di Kelurahan Braga Kecamatan Sumur Bandung tepatnya Gang Apandi bakal ditutup pakas, oleh salah satu yang mengaku pemilik tanah gang tersebut.

“Rencananya, kami memang akan menutup akses jalan tersebut. Tapi, sebenarnya warga memiliki akses jalan lain selain jalan tersebut,” ujar juru bicara pemilik lahan Gang Apandi, Irvan Ansori Mutaqin, di Bandung, Senin (13/1/2020).

Ia menyebutkan, penutupan akes halan tersebut, sebagai upaya mengamankan aset mereka, yang selama ini sudah dibeli dari warga.

“Kepada warga terdampak, kamu sudah memberikan uang kerohiman,” ujar Irvan.

Meski tidak memberi tahu berapa jumlah persisnya uang kerohiman tersebut, Irvan mengatakan, jumlahnya lebih besar dibandingkan dengan yang diberikan saat pembangunan dua hotel sebelumnya.

Seperti diketahui, penutupan akses jalan ini ditentang warga sekitar, khususnya warga R1 8, RT 3,4, dan 5, Kelurahan Braga Kecamatan Sumur Bandung.

Sebelumnya sempat terjadi perselisihan antara warga dengan pemilik lahan di Gang Apandi Bandung, namun Irvan mengaku masih akan melakukan proses perundingan.

“Kami tak ingin masalah ini berlarut. Pemilik juga kasihan kepada warga. Kami hanya ingin menciptakan kerukunan, itu saja sih harapan besarnya,” tambah Irvan.

Baca juga:   Pemkot Siapkan Saksi Banding Lawan Benny Bachtiar

Perselisihan sempat muncul ketika warga menyatakan keberatan atas ditutupnya Gang Apandi. Di sisi lain, Gang Affandi yang disinggung berada di atas lahan milik Josafat Winata, secara fisik.

Hal itu juga ditunjukkan oleh posisi mulut gang yang berada di bawah atap bangunan cagar budaya yang berada di samping Jalan Braga. Desain mulut gang itu menjadi satu kesatuan dengan bangunan cagar budaya itu.

Lebar mulut gang yang bisa terlihat dari depan restoran historis Braga Permai itu hanya 3 meter. Posisinya tepat di samping eks Toko Buku Djawa. Dari mulut gang itu terdapat lorong sepanjang 15 meter dengan tinggi sekitar 4 meter. Struktur bangunan di atas lorong tersebut diyakini merupakan kolong bangunan cagar budaya.

Sertifikat hak milik dari rangkaian bangunan yang menjadi pertokoan di Jalan Braga dengan panjang sekitar 30 meter itu diketahui masih milik Yosafat. Mulut gang dari Jalan Braga merupakan akses ke lahan bagian belakang dengan total luas lahan dalam HGB mencapai 3 ribu meter persegi.

Baca juga:   Mulai Akhir Pekan Jalan Braga Akan Bebas dari Kendaraan

“Langkah yang dilakukan pihak Josafat merupakan bentuk iktikad baik supaya hadir win-win solution. Sebetulnya upaya rekonsiliasi ini sempat ditempuh. Tawaran ini disambut positif ratusan Kepala Keluarga,” akunya.

Kompensasi dari Josafat sebagai pemilik lahan juga pernah dilakukan pada September 2018. Lahan luas yang saat ini telah dibongkar sebelumnya sempat diisi 27 rumah yang digunakan warga sejak lama. Saat proses penataan akan dimulai, Josafat memberi bantuan berupa kompensasi biaya supaya penghuni lahan miliknya bisa dimudahkan untuk pindah dan mencari lokasi rumah tinggal baru.

“Uang kerahiman itu diberikan oleh pemilik lahan dengan nilai bervariasi. Meskipun pemilik punya hak untuk menggunakan lahannya, tetapi uang kerahiman tetap diberikan atas dasar kemanusiaan. Makanya waktu itu proses pembongkaran berlangsung normal,” kata Irvan.

Mengenai kekhawatiran warga terkait ditutupnya Gang Apandi, sebetulnya ada gang lain yang menjadi urat nadi lalu lintas warga. Gang tersebut adalah Gang Cikapundung. Rutenya memanjang di sisi lahan milik Josafat. Gang Cikapundung ini memiliki konektifitas terbuka yang mampu tembus ke Jalan Banceuy dan Jalan Suniaraja.

Baca juga:   Libur Panjang Tahun Baru Imlek Sebabkan Kemacetan di Lembang

Dana kompensasi yang akan diberikan Josafat ini juga akan diberikan bagi warga yang sempat menjalankan usaha di atas lahan itu. “Kami juga mempertimbangkan banyak hal supaya tetap berkomitmen bagi keberlangsungan aktivitas warga sekitar. Sebagai tetangga, tentu kami berupaya memberikan yang terbaik atas dasar kerukunan dan keguyuban antarwarga di wilayah ini,” kata Irvan.

Ditemui di Gang Apandi, salah seorang warga RT 05, RW 08, yang rumahnya sudah dibongkar, Suryati mengatakan, hanya menerima uang kerohiman sekitar Rp30 juta. “Jadi semeternya dihargai kurang lebih Rp2 juta,” ujar Suryati.

Atas rencana penutupan akese jalan tersebut, Surat mengatakan keberatan. Pasalnya jika terjadi bencana alam seperti banjir dan kebakaran, warga kesulitan untuk dievakuasi.

“Yang deket kan sudah jalan sini (gang Apandi,red). Kalau lewat jalan lain, muter,” katanya.

Jalan lain yang dimaksud adalah sejalan menuju JL Suniaraja yang jaraknya kurang lebih 200 meter, dan akses jalan ke Gang Cikapundung yang jaraknya tidak lebih dari 100 meter.  (Put)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Gang apandigang bragaJalan Braga


Related Posts

braga asia afrika
HEADLINE

Wisata Braga dan Asia Afrika Bandung Masih Dipadati Pengunjung

25 Maret 2026
Warga Menikmati Hari Pertama Diterapkannya Braga Vehicle
PASBANDUNG

Warga Menikmati Hari Pertama Diterapkannya Braga Vehicle

5 Mei 2024
Begini Situasi Hari Pertama Jalan Braga Tanpa Kendaraan
HEADLINE

Begini Situasi Hari Pertama Jalan Braga Tanpa Kendaraan

4 Mei 2024

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

harga plastik
HEADLINE

Kenaikan Harga Plastik Picu Penurunan Sampah di Kota Cimahi

16 April 2026

CIMAHI, WWW.PASJABAR.COM - Kenaikan harga plastik di pasaran mulai berdampak pada perubahan perilaku masyarakat dalam penggunaan plastik...

Agus Sutisna

Agus Sutisna Ditemukan Tewas Setelah Terjun Selamatkan Siswi Hanyut

16 April 2026
remaja hanyut

Remaja Tewas Hanyut di Sungai Cibanjaran, Penolong Masih Hilang

16 April 2026
potensi cuaca ekstrem

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sumatra hingga Jawa

16 April 2026
kasus dosen unpad

Rektorat Unpad Nonaktifkan Dosen Diduga Terlibat Kekerasan Seksual, Dan Lakukan Investigasi

16 April 2026

Highlights

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sumatra hingga Jawa

Rektorat Unpad Nonaktifkan Dosen Diduga Terlibat Kekerasan Seksual, Dan Lakukan Investigasi

Transformasi RS Rajawali, Primaya Perkuat Layanan Medis Modern di Bandung

Kenalan Lewat Game Online Siswi SMP di Bandung Barat Diculik Remaja

NASA Pilih Voyager untuk Misi Astronot Swasta Ketujuh ke ISS

Banjir Bandung, KDM Soroti Tata Ruang dan Normalisasi Sungai

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.