KAB BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Seorang remaja wanita dilaporkan tewas setelah hanyut di aliran Sungai Cibanjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, usai tembok penahan tanah (TPT) di bantaran sungai jebol akibat derasnya arus.
Sementara itu, seorang pria bernama Agus yang berprofesi sebagai satpam di SMAN 1 Banjaran hingga kini masih dinyatakan hilang setelah berupaya menolong korban.
Peristiwa tragis tersebut terjadi di Kampung Girang Dekeut, Desa Banjaran, Kecamatan Banjaran.
Berdasarkan rekaman video amatir yang beredar, terlihat sejumlah warga nekat melompat ke sungai yang tengah meluap untuk menyelamatkan korban bernama Gina, seorang pelajar SMA yang terjatuh setelah TPT jebol di tengah hujan deras sejak Rabu siang.
Upaya penyelamatan berlangsung dramatis. Korban sempat beberapa kali berhasil diraih oleh warga, termasuk oleh ayahnya sendiri. Namun derasnya arus sungai serta benturan dengan bebatuan membuat korban kembali terlepas dan hanyut terbawa arus.
Korban Ditemukan, Satu Penolong Masih Hilang
Setelah pencarian, Gina akhirnya ditemukan di wilayah muara Kecamatan Pameungpeuk, dengan jarak lebih dari tiga kilometer dari titik awal kejadian.
Korban remaja yang tewas hanyut tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, memicu kesedihan mendalam dari keluarga dan kerabat yang berada di lokasi.
Salah seorang kerabat korban, Indra, yang turut terjun langsung ke sungai untuk menyelamatkan korban, mengungkapkan bahwa peristiwa ini bermula dari jebolnya tembok penahan tanah akibat tingginya curah hujan.
“Kejadiannya karena TPT jebol, terus korban jatuh ke sungai. Arusnya deras sekali,” ujar Indra.
Di sisi lain, proses pencarian masih terus dilakukan terhadap Agus, seorang satpam SMAN 1 Banjaran yang ikut melompat ke sungai untuk membantu korban. Hingga saat ini, keberadaan Agus belum diketahui.
Kapolsek Banjaran, AKBP Sudi Hartono, menyampaikan bahwa pihaknya bersama tim gabungan masih melakukan pencarian intensif terhadap korban yang hilang.
“Ada satu korban lagi atas nama Agus yang masih dalam pencarian. Tim gabungan terus melakukan upaya pencarian di sepanjang aliran sungai,” kata Sudi.
Hingga Kamis pagi, petugas gabungan masih melakukan koordinasi lintas sektor untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi korban yang belum ditemukan. (ctk)










