CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 20 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASDUNIA

Robert Beberkan Perbedaan Sepak Bola Indonesia & Malaysia

admin
18 Januari 2020
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Pelatih Persib Bandung Robert Rene mengungkap perbedaan antara sepak bola Indonesia dan Malaysia. Ada dua sisi plus-minus yang dibeberkannya.

Robert sendiri tahu persis bagaimana sepak bola Malaysia. Sebab, ia pernah menjadi pelatih beberapa klub di sana.

Pada 1992-1995, ia melatih Kedah FA. Selanjutnya, ia menangani Timnas Malaysia U-19 pada 2007. Pada 2008-2009, ia tercatat sebagai pelatih Sarawak FA. Ia pun kembali jadi pelatih Sarawak FA pada 2011-2015.

“Ada banyak perbedaan (sepak bola Indonesia dan Malaysia), baik itu mentalitas, organisasi, dan juga infrastruktur,” kata Robert, Jumat (17/1/2020).

Baca juga:   Indonesia Jauhkan Vietnam, Kukuh di Posisi Kedua SEA Games 2025

Untuk kompetisi, Malaysia punya waktu yang jelas. Sehingga, klub bisa mempersiapkan diri dengan matang.

“Sedangkan kami (di Indonesia) belum tahu kapan liga akan dimulai. Itu yang menjadi perbedaan besar,” ucapnya.

“Kami melakukan persiapan untuk sesuatu, tapi belum benar-benar tahu kapan (liga) itu akan dimulai,” jelas Robert.

Seharusnya, di sepak bola profesional jadwal kompetisi berjalan dengan baik. Sehingga, pelatih tahu apa yang harus dilakukan agar tim bermain maksimal di kompetisi.

Tapi, ada sisi positif yang tak dimiliki Malaysia. Indonesia menurutnya punya gairah sepak bola yang jauh lebih besar. Di stadion, suporter hampir selalu ramai untuk mendukung tim kesayangannya.

Baca juga:   Italia vs Bosnia: Gennaro Gattuso Waspadai Strategi 'Pemain Poker' Sergej Barbarez

“Itu yang saya suka dari Indonesia, fans selalu mengenakan jersey klub kebanggaan mereka. Saya jarang melihat fans memakai jersey Barcelona, Chelsea,” ujarnya.

“Di Bandung, saya melihat mereka memakai jersey Persib. Di malang dan Makassar juga begitu (memakai jersey klub setempat). Mereka menjunjung tinggi klub mereka dan itu sudah jadi budaya,” tutur Robert.

Perbedaan lainnya, di Indonesia banyak terdapat stadion, mulai dari kota besar hingga kota kecil. Klub di Indonesia juga sangat banyak.

“Di Malaysia masih terbatas klub dan stadionnya, itu perbedaan besar. Tapi, Malaysia sudah punya organisasi yang bagus, sedangkan Indonesia masih dalam proses membangun soal struktur sepakbolanya,” katanya.

Baca juga:   Persib Mulai Tes Para Pemain Asing, Salah Satunya Ryohei Miyazaki

Tapi, ia meyakini sepak bola Indonesia akan berkembang jika mampu menyaingi Malaysia dalam urusan organisasi hingga infrastruktur sepak bola.

“Jika saja mereka mampu melakukannya, saya rasa Indonesia bisa jadi raksasa sepak bola. Ada banyak talenta dari klub-klub yang ada dengan gairah yang besar pada sepak bola,” ucapnya.

“Jika saja infrastruktur bisa dibenahi, saya rasa Indonesia akan bangkit. Terpenting adalah bagaimana membenahi infrastruktur dan organisasinya,” pungkas Robert. (ors)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: klub sepak bolamaung bandungPelatih Persib Bandung Robert Renepersibpersib bandung


Related Posts

Para pemain Dewa United. (Foto: Dok. Dewa United)
HEADLINE

Tantangan Berat Dewa United: Jan Olde Riekerink Waspadai Kekuatan Maung Bandung

17 April 2026
Persib Bandung
HEADLINE

Dewa United vs Persib Bandung Digelar Tanpa Penonton, Bobotoh Diimbau Dukung dari Rumah

17 April 2026
Persib Bandung
HEADLINE

Mereka yang Akan ‘Hilang’ di Laga Dewa United Vs Persib Bandung

17 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

google
HEADLINE

Google Perluas Strategi Wearable Lewat Kacamata Pintar Gucci Berbasis XR

19 April 2026

WWW.PASJABAR.COM - Google dilaporkan memperluas strategi pengembangan kacamata pintar berbasis Android XR dengan menggandeng perusahaan optik global...

Permendiktisaintek

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

19 April 2026
unpad

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

19 April 2026
bnpb

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 April 2026
ITB

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

19 April 2026

Highlights

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

Jabar Jadi Pilot Project Program Gentengisasi Rumah Subsidi Nasional

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.