CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Selasa, 21 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Cuaca Buruk, Bandung Terancam Kelangkaan Bahan Pangan

Yatti Chahyati
5 November 2021
Harga Cabai di Kota Bandung Akhirnya Turun Juga

ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Cuaca buruk yang saat ini terjadi di hampir seluruh Indonesia, membuat ketersediaan pangan di Kota Bandung terancam langka. Bukan hanya langka harganyapun dipastikan akan mengalami kenaikan.

“Kalau dalam dua atau tiga bulan ke depan cuaca di Kota Bandung tetap buruk, ada kemungkinan harga-harga pangan akan terus merangkak naik, meskipun tidak bisa dikatakan masuk kategori rawan pangan,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar, Jumat (5/11/2021).

Gin Gin mengatakan, untuk sekarang, beberapa harga pangan segar memang sudah beranjak naik. seperti harga cabe merah, cabe rawit dan beberapa pangan segar lainnya.

Baca juga:   Keluarga Tanginas Siap Hadirkan Pangan Aman dan Sehat

Penyebabnya cuaca buruk yang membuat kualitas pangan buruk dan untuk pangan yang sudah dipanen pun, jadi tidak bisa bertahan lama.

“Kita kan butuh sinar matahari untuk mempertahankan kualitas pangan segar agar tetap baik. Tapi sekarang sinar matahari tidak ada sehingga sayuran cepat busuk,” tambahnya.

Ditambah, hujan dan banjir membuat distribusi terhambat. Sehingga bahan pangan segar yang didatangkan dari luar mengalami hambatan.

Untuk komoditas tertentu seperti padi, Gin Gin mengatakan ada penundaan masa tanam karena musim hujan. Sehingga khawatir hasil panen menjadi buruk.

Baca juga:   Sonny : Rawan Bocor, Pipa PDAM Sudah Tua

“Yang mengalami penundaan panen selain beras juga beberapa jenis sayuran. Namun untuk sayuran bisa dilakukan penanaman kapan saja, sementara untuk padi ada waktu-waktu tertentu jika akan melakukan penanaman,” paparnya.

Meski demikian, lanjut Gin Gin, ada pedagang yang menyimpan cadangan untuk stok. “Sehingga, jika terjadi kelangkaan, maka bisa dikeluarkan stok yang sebelumnya disimpan,” terangnya.

Selain itu, daya beli masyarakat juga belum kembali normal pasca pandeni selama dua tahun. Sehingga permintaan di pasar juga belum mengalami lonjakan.

Baca juga:   Meski Dikepung Banjir, DPU Sebut Jumlahnya Berkurang

Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan, diantaranya, cabe rawit, cabe merah dan telur ayam ras.

“Kenaikan terbesar dialami tekurbayam ras. Yang sebelumnya Rp29 ribu per kilogram, sekarang menjadi Rp22 ribu per kilogram,” ujar Gin Gin.

Sedangkan untuk bawang merah dan bawang putih masih stabil di Rp27 ribu per kilogram. Demikian juga dengan harga tomat dan wortel yang sama-sama masih Rp 9500 per kilogram. Sedangkan harga daging ayam ras mengalami bownirunan dari Ro33 ribu menajdi Ro32 ribu per kilogram. (Put)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: bahan panganbanjir kota bandungkelangkaan


Related Posts

Persoalan Banjir di Kota Bandung Belum Bisa Terselesaikan!
PASBANDUNG

Persoalan Banjir di Kota Bandung Belum Bisa Terselesaikan!

21 Februari 2024
Pemkot Bandung Segera Audit Lingkungan Rawan Banjir di Sejumlah Titik
PASBANDUNG

Pemkot Bandung Segera Audit Lingkungan Rawan Banjir di Sejumlah Titik

20 Februari 2024
Banjir di Pagarsih Kota Bandung Seperti Sungai, Ketinggian Hingga 1 Meter
PASBANDUNG

Banjir di Pagarsih Kota Bandung Seperti Sungai, Ketinggian Hingga 1 Meter

6 Desember 2023

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Fadly Alberto tertangkap kamera melakukan tendangan brutal terhadap pemain Dewa United U-20. (tangkapan layer)
HEADLINE

Belajar dari Kasus Hugo Samir: Fadly Alberto dan Ancaman Karier yang “Layu Sebelum Berkembang”

20 April 2026

JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM – Sepak bola Indonesia kembali berduka atas runtuhnya nilai-nilai sportivitas di level pembinaan. Sosok Fadly...

Pemain Bhayangkara U-20 (putih) menendang pemain Dewa United U-20 di Semarang, Minggu (19/4) sore. (Arsip Dewa United)

Tak Main-Main! Dewa United Tempuh Jalur Hukum Terkait “Tendangan Kungfu” di Laga EPA U-20

20 April 2026
Laga Dewa United vs Persib Bandung. (Foto: Official Persib)

Hujan Drama di Banten: Persib Bandung Bangkit dari Ketertinggalan, Tahan Imbang Dewa United 2-2

20 April 2026
Tendangan Fadly Alberto ke pemain Dewa United. (Foto: Dok. Dewa United)

Dari Pahlawan Piala Dunia ke Ambang Sanksi Berat: Karier Fadly Alberto Terancam Usai Insiden “Tendangan Kungfu” di Semarang

20 April 2026
unpad

Unpad Gandeng VEX Robotics Gelar Pelatihan Robotika dan AI

20 April 2026

Highlights

Dari Pahlawan Piala Dunia ke Ambang Sanksi Berat: Karier Fadly Alberto Terancam Usai Insiden “Tendangan Kungfu” di Semarang

Unpad Gandeng VEX Robotics Gelar Pelatihan Robotika dan AI

ITB Perpanjang Pendaftaran SSU 2026, Beri Kesempatan Lebih Luas

Pemprov Jabar Akan Gabungkan BUMD dalam Holding Sangga Buana

Sidak Minyakita Bandung Temukan Distribusi Tidak Merata dan Harga Naik

Musim ‘Gila’ dan Menantang untuk Persib Bandung

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.