CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 20 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Cuaca Buruk, Bandung Terancam Kelangkaan Bahan Pangan

Yatti Chahyati
5 November 2021
Harga Cabai di Kota Bandung Akhirnya Turun Juga

ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Cuaca buruk yang saat ini terjadi di hampir seluruh Indonesia, membuat ketersediaan pangan di Kota Bandung terancam langka. Bukan hanya langka harganyapun dipastikan akan mengalami kenaikan.

“Kalau dalam dua atau tiga bulan ke depan cuaca di Kota Bandung tetap buruk, ada kemungkinan harga-harga pangan akan terus merangkak naik, meskipun tidak bisa dikatakan masuk kategori rawan pangan,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar, Jumat (5/11/2021).

Gin Gin mengatakan, untuk sekarang, beberapa harga pangan segar memang sudah beranjak naik. seperti harga cabe merah, cabe rawit dan beberapa pangan segar lainnya.

Baca juga:   Sentilan Pedas Shin Tae-yong untuk Timnas Bahrain

Penyebabnya cuaca buruk yang membuat kualitas pangan buruk dan untuk pangan yang sudah dipanen pun, jadi tidak bisa bertahan lama.

“Kita kan butuh sinar matahari untuk mempertahankan kualitas pangan segar agar tetap baik. Tapi sekarang sinar matahari tidak ada sehingga sayuran cepat busuk,” tambahnya.

Ditambah, hujan dan banjir membuat distribusi terhambat. Sehingga bahan pangan segar yang didatangkan dari luar mengalami hambatan.

Untuk komoditas tertentu seperti padi, Gin Gin mengatakan ada penundaan masa tanam karena musim hujan. Sehingga khawatir hasil panen menjadi buruk.

Baca juga:   Pemkot Bandung Tertibkan Reklame Ilegal, Berlaku Perda Baru 2025 dengan Sanksi Tegas

“Yang mengalami penundaan panen selain beras juga beberapa jenis sayuran. Namun untuk sayuran bisa dilakukan penanaman kapan saja, sementara untuk padi ada waktu-waktu tertentu jika akan melakukan penanaman,” paparnya.

Meski demikian, lanjut Gin Gin, ada pedagang yang menyimpan cadangan untuk stok. “Sehingga, jika terjadi kelangkaan, maka bisa dikeluarkan stok yang sebelumnya disimpan,” terangnya.

Selain itu, daya beli masyarakat juga belum kembali normal pasca pandeni selama dua tahun. Sehingga permintaan di pasar juga belum mengalami lonjakan.

Baca juga:   Diduga Karena Petasan, Pasar Ujungberung Kota Bandung Terbakar

Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan, diantaranya, cabe rawit, cabe merah dan telur ayam ras.

“Kenaikan terbesar dialami tekurbayam ras. Yang sebelumnya Rp29 ribu per kilogram, sekarang menjadi Rp22 ribu per kilogram,” ujar Gin Gin.

Sedangkan untuk bawang merah dan bawang putih masih stabil di Rp27 ribu per kilogram. Demikian juga dengan harga tomat dan wortel yang sama-sama masih Rp 9500 per kilogram. Sedangkan harga daging ayam ras mengalami bownirunan dari Ro33 ribu menajdi Ro32 ribu per kilogram. (Put)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: bahan panganbanjir kota bandungkelangkaan


Related Posts

Persoalan Banjir di Kota Bandung Belum Bisa Terselesaikan!
PASBANDUNG

Persoalan Banjir di Kota Bandung Belum Bisa Terselesaikan!

21 Februari 2024
Pemkot Bandung Segera Audit Lingkungan Rawan Banjir di Sejumlah Titik
PASBANDUNG

Pemkot Bandung Segera Audit Lingkungan Rawan Banjir di Sejumlah Titik

20 Februari 2024
Banjir di Pagarsih Kota Bandung Seperti Sungai, Ketinggian Hingga 1 Meter
PASBANDUNG

Banjir di Pagarsih Kota Bandung Seperti Sungai, Ketinggian Hingga 1 Meter

6 Desember 2023

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

google
HEADLINE

Google Perluas Strategi Wearable Lewat Kacamata Pintar Gucci Berbasis XR

19 April 2026

WWW.PASJABAR.COM - Google dilaporkan memperluas strategi pengembangan kacamata pintar berbasis Android XR dengan menggandeng perusahaan optik global...

Permendiktisaintek

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

19 April 2026
unpad

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

19 April 2026
bnpb

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 April 2026
ITB

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

19 April 2026

Highlights

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

Jabar Jadi Pilot Project Program Gentengisasi Rumah Subsidi Nasional

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.