CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 19 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASJABAR

Halaqah MUI Kabupaten Bandung : Moderasi Beragama Meneguhkan Masyarakat BEDAS

Tiwi Kasavela
10 November 2021
Halaqah MUI Kabupaten Bandung : Moderasi Beragama Meneguhkan Masyarakat BEDAS

Ist

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM– Kehidupan beragama dalam setiap generasinya senantiasa mengalami dinamika, seiring dengan perkembangan masyarakat penganutnya.

Munculnya paham-paham yang menyimpang dari koridor yang seharusnya, merupakan sisi lain dari dinamika kehidupan beragama.

Masyarakat awam menyebutnya dengan istilah radikalisme, atau pemahaman yang keras terhadap pesan-pesan agama dengan bertendensi untuk memaksakan pandangan pribadi atau kelompoknya kepada pihak-pihak yang dianggap berseberangan.

Secara garis besar, ada dua istilah umum untuk radikalisme dalam beragama, radikal kiri dan radikal kanan.

Pemahaman yang cenderung terlalu tekstual dalam memaknai nash, sehingga mengesampingkan penafsiran akal, disebut dengan radikal kanan.

Sementara mereka yang terlalu kontekstual dan ”meremehkan” makna tersurat, dikenal dengan radikal kiri.

Baca juga:   8 Daerah di Jabar Zona Merah, Kota Bandung Tetap 'Konsisten'

Islam sendiri sebagai agama (al-Diin) tidak mengklasifikasi pemahaman agama secara demikian.

Malah bila menengok pada pesan Al-Qur’an, jalan tengah yang berkeadilan (wasathiyah), merupakan cara yang lebih bijak dalam memahami dan mengimplementasikan pesan-pesan ilahiyah.
Berangkat dari pemahaman tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bandung merasa perlu untuk mempertegas pemahaman yang sejatinya dimiliki oleh kaum muslimin dalam beragama.

Melalui halaqah ulama, yang mengundang para alim ulama dan para pelaku dakwah di lingkungan Kabupaten Bandung, diharapkan dapat menyamakan kembali pemahaman dalam beragama, sehingga dapat memperkuat kebersamaan diantara kaum muslimin (ukhuwah Islamiyah).

Baca juga:   Presiden Jokowi Kunker ke Subang, Beri Bantuan Kepada Pedagang

Sesuai dengan misi Bupati Bandung, mewujudkan masyarakat Kabupaten Bandung yang bangkit, edukatif, dinamis, agamis dan sejahtera (BEDAS), langkah ini menjadi strategis dalam mengimplementasikan program pembangunan yang berorientasi kepada kesejahteraan lahir dan batin.

Untuk memberikan pemahaman yang utuh mengenai moderasi beragama, Panitia pelaksana akan meghadirkan tiga pembicara yang kompeten di bidangnya masing-masing, yaitu:
Bupati Bandung H. M. Dadang Supriatna, S.IP, M.Si mengkomunikasikan kebijakan pemerintahannya dalam menciptakan lanskap kondusif dan subur bagi pertumbuhan moderasi beragama meneguhkan masyarakat BEDAS (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, Sejahtera).

Baca juga:   Ridwan Kamil Tekankan Pentingnya Kolaborasi, Kurangi Kompetisi

Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwwah MUI Pusat K.H. M. Cholil Nafis, Lc., MA., Ph.D. memperkuat kebijakan Bupati dengan inspirasi normatif-theologis
Kepala Pusat Litbang Kemenag RI Prof. Dr. H. M. Adlin Sila, MA., Ph.D menopang kebijakan Bupati dengan menyediakan perspektif komparasi implementatif hasil riset lapangan di berbagai daerah.

Peserta halaqah para tokoh masyarakat Kab. Bandung, diharapkan dapat memahami kebijakan Bupati, inspirasi normatif theologis, dan perspektif komparasi implementatif ihwal moderasi beragama.

Para tokoh tersebut meneguhkan afirmasi dan komitmennya untuk memainkan peran dan mengambil tanggungjawab sosialnya mengawal praktik moderasi beragama masyarakat Kab. Bandung. (ctk)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Halaqah MUI Kabupaten Bandung


Related Posts

No Content Available

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Permendiktisaintek
HEADLINE

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

19 April 2026

# Permendiktisaintek JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM -- Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) beberapa waktu lalu antara Panitia Kerja (Panja)...

unpad

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

19 April 2026
bnpb

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 April 2026
ITB

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

19 April 2026
PSEL

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

19 April 2026

Highlights

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

Jabar Jadi Pilot Project Program Gentengisasi Rumah Subsidi Nasional

Dedi Mulyadi Rencanakan Underpass sebagai Solusi Macet Pasteur

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.