CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 19 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Belum Ditemukan Sapi Kena Penyakit Mulut dan Kuku di Kota Bandung

Yatni Setianingsih
12 Mei 2022
Belum Ditemukan Sapi Kena Penyakit Mulut dan Kuku di Kota Bandung

Sapi (foto : pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar, mengantakan penyakit mulut dan kuku yang menyerang hewan ternak besar seperti sapi, hingga sekarang belum mengkhawatirkan di Kota Bandung.

“Kalau di Bandung sejauh ini masih aman,” ujar Gin Gin kepada wartawan, Kamis (12/5/2022).

Menurut Gin Gin sejak penyakit ini dinyatakan muncul pertama kali, pihaknya langsung melakukan konsolidasi kepada peternak agar melakukan pencegahan dan memberikan edukasi.

“Dari hari pertama masuk kerja kami sudah langsung terjun ke lapangan,” tegasnya.

Baca juga:   Sinyal Kematian yang Mengubah Dunia: Rahasia di Balik Karbon-14

Namun Gin Gin menegaskan, sejauh ini di Kota Bandung belum ada yang melaporkan hewan ternaknya terjangkit penyakit mulut dan kuku.

“Hal ini karena para peternak membeli sapi sudah dari jauh-jauh hari sebelum muncul penyakit ini. Kan membesarkan sapi itu butuh waktu 3-4 bulan. Jadi mereka sudah membeli dari awal April, sedangkan penyakit ini muncul pada akhir April,” paparnya.

Untuk itu, yang harus diwaspadai adalah hewan yang masuk dari luar kota. Apalagi datang dari daerah yang terjadi pada endemi, seperti Jawa Timur.

Baca juga:   Gerakan Pangan Murah Paguyuban Pasundan Bantu Warga Hadapi Kenaikan Pangan

“Makanya, berdasarkan surat edaran dari pemerintah provinsi, untuk sementara tidak ada pengiriman hewan ternak dari luar kota,” tuturnya.

Gin Gin menerangkan, kekhawatiran justru timbul jika kondisi masih belum membaik saat menjelang Idul Adha.

“Kami khawatir ketika Idul Adha akan kesulitan mendapatkan sapi untuk hewan kurban,” jelasnya.

Penyakit mulut dan kuku ini, lanjut Gin Gin menyerang hewan berkuku genap seperti sapi, kerbau, rusa, kambing dan sebagainya. Penyakit ini tidak menular kepada manusia, namun manusia bisa menularkan penyakit ini.

Baca juga:   DKPP Kota Bandung Lakukan Uji Petik Terhadap Hewan

“Misalnya ada dokter yang bersentuhan dengan sapi yang terkena penyakit. Laku dokter tersebut memegang hewan lain, nah itu bisa menularkan,” paparnya.

Ciri dari hewan yang terkena penyakit ini, adalah banyaknya produksi lendir pada mulut dan lidah. Adanya bercak merah pada kulit dan demam hingga 40 derajat celcius.

” Tapi karena sekarang belum ada anti virusnya, maka yang bisa dilakukan adalah mengobati gejala. Seperti jika demam, maka disembuhkan dulu demamnya. Jika ada hewan yang terkena penyakit ini, maka harus dipisahkan,” bebernya. (put)

 

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: DKPP Kota Bandungpenyakit hewansapi


Related Posts

Gerakan Pangan Murah
HEADLINE

Gerakan Pangan Murah Paguyuban Pasundan Bantu Warga Hadapi Kenaikan Pangan

12 Maret 2026
Sorgum Bandung
HEADLINE

Sorgum Jadi Harapan Baru Ketahanan Pangan Kota Bandung

11 November 2025
kurban
HEADLINE

Jelang Iduladha, DKPP Kota Bandung Periksa Kesehatan Hewan Kurban

16 Mei 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Permendiktisaintek
HEADLINE

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

19 April 2026

# Permendiktisaintek JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM -- Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) beberapa waktu lalu antara Panitia Kerja (Panja)...

unpad

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

19 April 2026
bnpb

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 April 2026
ITB

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

19 April 2026
PSEL

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

19 April 2026

Highlights

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

Jabar Jadi Pilot Project Program Gentengisasi Rumah Subsidi Nasional

Dedi Mulyadi Rencanakan Underpass sebagai Solusi Macet Pasteur

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.