BANDUNG BARAT, WWW.PASJABAR.COM — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang ke 15, Sekrearis Fraksi PKS DPRD KBB Iman Budiman mengatakn banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) KBB.
“Ini adalah kabupaten pangais bungsu di Jabar, di usia yang ke 15 sudah seharusnya Pemkab Bandung Barat berbenah. Karena dalam catatan perjalannya selama 15 tahun KBB ini agak mengkhawatirkan,” ujar Iman.
Salah satu yang menurut Iman cukup mengkhawatirkan adalah dengan terjeratnya 2 pimpinan nomor 1 di KBB dengan jeratan kasus korupsi. Menurut Iman, ini merupakan pelajaran bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam memilih pemimpin.
“Ini KBB usianya baru 15 tahun, baru punya 2 orang pemimpin, dan dua-duanya ditangkap karena ksus korupsi. Ini kan sesuatu yang cukup mengkhawatirkan,” jelas Iman.
Menurut Iman, masalah memilih pemimpin di KBB, merupakan tugas semua pihak eksekutif yang merupakan rekan kerja legistalatif. Di sisi lain legislatif sendiri yang merupakan bagian dari partai politik dan menghadirkan calon pemimpin yang nantinya akan dipilih oleh warga. Termasuk warganya sendiri, harus cerdas dalam memilih pemimpin yang akan memimpin mereka.
“Sehingga, ini sudah pasti menjadi tugas semua elemen, untuk bisa menghadirkan pemimpin di KBB yang amanah,” katanya.
Kondisi ini, diperburuk dengan pandemic Covid-19 yang memukul hampir semua sektor di dunia, termasuk di KBB. Untuk itu, Iman mengatakan sudah menjadi kewajiban Pemerintah KBB untuk bisa membantu masyarakat dalam pemulihan ekonomi.
“Kita bisa mulai dengan membangun UMKM yang bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.
Demikian juga dengan sektor pariwisata, yang menurut Iman masih bisa digali.
“Sekarang ini, kita punya banyak potensi pariwisata, namun masih belum dimaksimalkan,” tegasya.
Menurut Iman, pariwisata di KBB masih berpusat di Kawasan Lembang, Cisarua, Parongpong dan sekitarnya. Padalah, lanjut Iman, masih ada Kawasan Saguling, Cirata, dan Gua pawon yang bisa menjadi destinasi wisata.
“Walaupun memang untuk Gua Pawon itu beririsan dengan kebijakan pemerintah provinsi,” terangnya.
Halnya dengan sektor pajak, yang merupakan penyumbang PAD terbesar, Iman mengatakan, selama ini memang masih sektor pariwisata, restoran, dan hotel masih mnejadi primadona. Ditambah dengan sedikit dari pajak parkir.
“Makanya, sekarang semua memang harus digali dan dimaksimalkan,” tuturya.
Iman menilai, upaya Pemerintah KBB dalam upaya memulihkan perekonomian pasca pandemi masih belum terlalu terlihat efekya. Pasalnya, Iman melihat masih banyak warga yang kemampuan ekonomi belum kembali.
Untuk itu, Iman menegaskan kepada Hengky Kurniawan sebagai Plt Bupati KBB harus bisa memetakan masalah dan menentukan skala prioritas dalam membuat kebijakan. Mengingat masa jabatan yang hanya tinggal satu tahun lagi, Iman mengatakan itu bukan waktu yang lama untuk bisa mengembalikan perekonomian warga.
“Hengky Kurniawan kan sekarang menahkodai pemerintaha sendirian, makanya harus puya skala prioritas dalam menyelesaikan masalah. Sehingga nanti bisa fokus dan lebih terarah dalam kepemimpinannya,” bebernya. (put)












