CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 20 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASPENDIDIKAN

Teknologi Penginderaan Jauh, Kunci Indonesia Memimpin Dunia

Yatti Chahyati
5 Juli 2022
Teknologi Penginderaan Jauh, Kunci Indonesia Memimpin Dunia

Prof. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, B.Eng., M.Eng., Ph.D., (Foto: itb.ac.id)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pada peringatan 102 Tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia (PTTI) di Aula Barat Intitut Teknologi Bandung (ITB) pada Senin (4/7/2022), Prof. Josaphat Prof. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, B.Eng., M.Eng., Ph.D., menyampaikan orasi ilmiah dengan judul “Teknologi Penginderaan Jauh, Kunci Indonesia untuk Memimpin Dunia”.

Bidang penginderaan jauh atau remote sensing telah menarik perhatian Prof. Josaphat sejak belia. Hal itu bermula karena janji yang ia utarakan kepada ayahnya di usia 5 tahun.

Ia ingin membuatkan radar yang original dan pertama di dunia untuk melindungi ayahnya kala bertugas menjadi anggota Kopasgat TNI-AU.

“Sensor yang terpasang pada satelit untuk observasi bumi biasanya menggunakan sensor pasif atau optik (kamera) dan sensor aktif, yaitu sensor gelombang mikro. Sensor kamera sangat bergantung pada sinar matahari sehingga penggunaannya terbatas. Sedangkan sensor aktif atau radar, dapat mengirimkan dan menerima sendiri gelombang mikro yang dipancarkan, sensor ini dapat dioperasikan 24 jam tanpa pengaruh sinar matahari,” ungkap Profesor di Chiba University, Jepang.

Baca juga:   Asrama ITB Gelar Tur Edukasi Virtual "Build a Relation and Exchange an Impression"

Synthetic Aperture Radar (SAR) merupakan contoh dari radar tersebut. Ia cocok dioperasikan di kawasan yang memiliki distribusi awan yang padat seperti Indonesia. Sensor SAR dapat diandalkan untuk melakukan eksplorasi sumber daya alam dan monitoring kondisi infrastruktur negara.

Di antara 446 satelit yang mengorbit untuk observasi bumi, hanya ada sekitar 15 satelit yang dibekali SAR dan bekerja pada frekuensi L, C, S dan X bands.

“Kebutuhan akan SAR yang akurat, ringan, tangguh (robust), kaya informasi polarisasi, multiplatform untuk pesawat tanpa awak, pesawat terbang, hingga satelit, mendorong saya menciptakan Circularly Polarized Aperture Radar (CP-SAR) yang telah dikembangkan di Josaphat Microwave Remote Sensing Laboratory,” jelas Prof. Josaphat.

Karya tersebut telah menerima hak paten berjudul “Radar and Radar onboard Satellite” bernomor 7028437.

Prof. Josepath melanjutkan, CP-SAR telah unjuk gigi di panggung dunia dan turut membantu perancangan dan pembangunan sistem SAR bagi berbagai institusi ruang angkasa dunia, yakni ESA, JAXA, KARI, NSPO, BRIN, dll. Menurut Prof. Josaphat, ini merupakan bentuk diplomasi ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia.

Baca juga:   Keren, Mahasiswa ITB Ismail Al Faruqi Raih 2 Medali Emas Skate Asia 2022

“Kita mempunyai populasi penduduk seperempat dunia. Sudah sewajarnya kita dapat menguasai setidaknya seperempat porsi dunia di segala bidang, khususnya ilmu pengetahuan dan teknologi,” tegas pendiri Josapath Microwave Remote Sensing Laboratory.

Keunggulan lain sensor SAR adalah dapat menghasilkan informasi intensitas, fase, dan polarisasi. Meskipun hanya tiga parameter saya, berbagai informasi turunannya dapat digunakan untuk monitoring bencana, pertanian dan perkebunan, perikanan, infrastruktur, pemetaan sumber daya alam dan pemukiman, serta mendukung One Map Policy, tracking pelintas batas negara, antiteroris, dan lain-lain.

Contoh aplikasi SAR yang sudah dikembangkan di Josaphat Laboratory adalah pemanfaatan CP-SAR untuk deteksi pesawat terbang yang lebih detail dan akurat dibandingkan radar bandara konvensional saat ini. Nantinya, aplikasi SAR tersebut dapat dimanfaatkan untuk modernisasi radar bandara sebagai pengatur lalu lintas udara.

Baca juga:   ITB Resmi Buka Jalur Seleksi Siswa Unggul Mulai 2026

Penerapan SAR interferometri untuk kebencanaan, khususnya di wilayah Indonesia, telah diinisiasi sejak tahun 1999 dengan menggandeng berbagai pihak di Indonesia, khususnya para staf di Prodi Teknik Geodesi dan Geomatika ITB. Hasil kerja sama tersebut mampu menggambarkan fenomena penurunan tanah, kebakaran hutan, hingga pemantauan letusan gunung berapi yang kerap terjadi.

Teknologi penginderaan jauh menjadi kunci untuk mengefisiensikan pengelolaan bangsa dan negara ini.

“Semoga teknologi ini dapat terus dikembangkan dan lanjutkan oleh para peneliti muda kita. Hasil karya orang Indonesia ini diharapkan dapat berkontribusi bagi dunia untuk menjaga lingkungan dan keamanan global sehingga teknologi penginderaan jauh Indonesia dapat menjadi kiblat bagi negara-negara lain. Tentunya, ini menjadi kunci negara kita untuk memimpin dunia,” tutup Prof. Josaphat. (nis)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: ITBpenginderaan jauhPTTITeknologi


Related Posts

ITB HMT lagu
HEADLINE

HMT ITB Minta Maaf atas Lagu Kontroversial yang Picu Keresahan

15 April 2026
ITB
HEADLINE

ITB Sediakan Skema Keringanan UKT untuk Mahasiswa Sarjana

13 April 2026
ITB UTBK
HEADLINE

ITB Siap Selenggarakan UTBK 2026, Peserta Capai 18 Ribu

10 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

google
HEADLINE

Google Perluas Strategi Wearable Lewat Kacamata Pintar Gucci Berbasis XR

19 April 2026

WWW.PASJABAR.COM - Google dilaporkan memperluas strategi pengembangan kacamata pintar berbasis Android XR dengan menggandeng perusahaan optik global...

Permendiktisaintek

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

19 April 2026
unpad

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

19 April 2026
bnpb

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 April 2026
ITB

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

19 April 2026

Highlights

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

Jabar Jadi Pilot Project Program Gentengisasi Rumah Subsidi Nasional

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.