CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Kamis, 16 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Cerita Mahasiswa Unpas Di Jerman: Dari IISMA Awardee Sampai Keliling Eropa

Nissa Ratna
30 Januari 2023
Maria Alfa Febyola, IISMA Awardee Humboldt-Universität zu Berlin.

Maria Alfa Febyola, IISMA Awardee Humboldt-Universität zu Berlin. (Foto: unpas.ac.id)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Bandung, WWW.PASJABAR.COM – Menjadi bagian IISMA (Indonesian International Student Mobility Award) merupakan mimpi besar bagi banyak mahasiswa Indonesia.

Mendengarkan cerita perjalanan dan proses IISMA awardee selama berkuliah di perguruan tinggi terkemuka dunia meningkatkan gairah mahasiswa untuk merasakan kuliah di luar negeri secara cuma-cuma.

Mahasiswi program studi Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Pasundan yang lolos IISMA 2022 di Humboldt-Universität zu Berlin, Jerman, Maria Alfa Febyola berbagi pengalamannya hingga dia bisa menembus IISMA di belahan bumi Eropa.

Persyaratan Administrasi

Di Humboldt-Universität zu Berlin, Maria belajar selama satu semester. Ia melewati tiga tahapan seleksi, yaitu seleksi administrasi, tes kebangsaan, dan wawancara.

Dokumen yang diperlukan meliputi surat rekomendasi, sertifikat kemahiran bahasa Inggris (TOEFL/IELTS/Duolingo), transkrip nilai dalam bahasa Inggris, deklarasi non-pendaftaran dalam program pertukaran/pertukaran siswa internasional/non-online, dan surat pernyataan bebas narkoba.

Alasan Maria memilih Humboldt-Universität zu Berlin sebagai universitas tujuan salah satunya karena terdapat durasi belajar (study period) yang setiap semester berakhir pada Desember 2022. Mengingat dirinya sudah memasuki semester akhir, ia ingin program pertukaran mahasiswa ini tidak mengganggu skripsinya.

Baca juga:   560 Mahasiswa Baru FKIP Unpas Mengikuti PRABU

“Buat yang mau daftar, dari sekarang harus mulai belajar bahasa Inggris dan menulis esai yang baik. Kuasai teknik interview supaya enggak grogi dan bisa menonjolkan kelebihan diri kita,” katanya, dikutip dari podcast Unpas Talk, Sabtu (28/1/2023).

Persiapan Menghadapi Culture Shock

Sebelum berangkat, ia rajin membaca artikel dan menonton video tentang kehidupan di Jerman. Hal ini ia lakukan agar nantinya tidak kaget dengan kultur dan cara hidup di Jerman.

Belum lagi perbedaan waktu, cuaca, makanan, etika berkomunikasi, dan hal-hal lain yang menuntutnya untuk cepat beradaptasi.

“Selain suhu dan cuaca, saya merasa tidak ada kesulitan adaptasi, karena saya sudah growing up dan terbiasa melihat keseharian mereka dari internet, jadi tinggal diaplikasikan saja,” jelas Maria.

“Culture shock-nya justru ketika pertama kali sampai di bandara dan mau menuju ke asrama. Saya naik taksi, berasa jadi sultan karena mobilnya BMW. Kalau di Indonesia, BMW kan identik dengan luxury,” kelakarnya.

Baca juga:   FIFA Inspeksi ke Stadion si Jalak Harupat Uji Kelaikan Venue Piala Dunia U-17

Tantangan

Meski tidak mengalami kesulitan yang berarti karena beberapa hal sudah dipersiapkan, namun Maria mengakui setelah sampai di Jerman ia masih menghadapi kendala, terutama membiasakan diri berbicara dengan bahasa Jerman dan adaptasi cuaca.

“Di Jerman, akhir tahun sudah masuk musim dingin, jadi jam 4 sore sudah gelap. Saya sempat takut kena seasonal depression karena kondisi itu walaupun lama kelamaan terbiasa,” tutur mahasiswi asal Kabupaten Bintan ini.

Maria menuturkan, pendaftar IISMA memang tidak diwajibkan untuk menguasai bahasa negara yang dituju. Tapi, ia tetap belajar percakapan sehari-hari dalam bahasa Jerman agar bisa berbaur dengan masyarakat dan mahasiswa.

Perkuliahan

Saat di Jerman, ia harus belajar lebih ekstra hingga benar-benar memahami materi perkuliahan. Berbeda dengan di Indonesia, biasanya ia hanya cukup membaca materi 1-2 kali.

“Saya mesti going extra miles buat belajar, karena mata kuliah yang saya ambil di sana tidak sepenuhnya linear dengan expertise saya di Unpas, jadi sebelum pembelajaran dimulai harus baca banyak referensi dan itu menimbulkan kebiasaan baik juga buat kita,” katanya.

Baca juga:   Alamsyah Mahasiswa FKIP Unpas Selalu Bersyukur dan Bermanfaat

Kehidupan Sehari-hari

Setiap bulan, Maria mendapatkan uang saku dari program IISMA sebesar 1.100 euro atau sekitar 17 juta rupiah. Jumlah tersebut menurutnya sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sambil menyelam minum air, Maria tak mau menyia-nyiakan waktu selama berada di benua Eropa. Ia menyisihkan uang sakunya untuk berlibur ke negara lain seperti Austria, Hungaria, Praha, hingga Prancis.

“Kalau ada waktu luang, saya juga menghabiskan waktu ke museum, perpustakaan, dan berkeliling kota Berlin,” lanjutnya.

Perkenalkan Budaya Indonesia

Maria bersama IISMA Awardees di Humboldt-Universität zu Berlin, PPI Berlin Brandenburg, Rumah Budaya Indonesia Berlin, dan KBRI Berlin memperkenalkan budaya Indonesia lewat persembahan A Glimpse of Indonesia: A Night of Valor.

“Kegiatan in” merupakan puncak acara budaya untuk memperingati Hari Pahlawan di Berlin. Penonton disuguhi pertunjukan budaya, seperti fashion walk nusantara dan film pendek tentang pahlawan untuk memperkenalkan nilai dan keunikan budaya Indonesia,” tutupnya. (*/Nis)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nissa Ratna
Tags: Mahasiswa unpas


Related Posts

Nabila Safira Azzahra Duta Pendidikan Jabar 2026, Siap Perluas Kolaborasi untuk Pendidikan Inklusif
PASBANDUNG

Nabila Safira Azzahra Duta Pendidikan Jabar 2026, Siap Perluas Kolaborasi untuk Pendidikan Inklusif

5 Maret 2026
unpas
PASPENDIDIKAN

Mahasiswa Fotografi Unpas Gelar Pameran “Bernafas—Hidup di Detik Ini”

27 Februari 2026
Hasil lengkap semifinal basket POM Unpas ke-65. FEB putri menang telak 55-5, sementara FT putra menang dramatis 24-23 lewat lima kuarter. (Job/pasjabar)
HEADLINE

Sengit! Pertempuran Antar-Fakultas di POM Unpas ke-65

9 Januari 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

remaja hanyut
HEADLINE

Remaja Tewas Hanyut di Sungai Cibanjaran, Penolong Masih Hilang

16 April 2026

KAB BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM - Seorang remaja wanita dilaporkan tewas setelah hanyut di aliran Sungai Cibanjaran, Kabupaten Bandung,...

potensi cuaca ekstrem

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sumatra hingga Jawa

16 April 2026
kasus dosen unpad

Rektorat Unpad Nonaktifkan Dosen Diduga Terlibat Kekerasan Seksual, Dan Lakukan Investigasi

16 April 2026
primaya rajawali

Transformasi RS Rajawali, Primaya Perkuat Layanan Medis Modern di Bandung

16 April 2026
game online

Kenalan Lewat Game Online Siswi SMP di Bandung Barat Diculik Remaja

16 April 2026

Highlights

Transformasi RS Rajawali, Primaya Perkuat Layanan Medis Modern di Bandung

Kenalan Lewat Game Online Siswi SMP di Bandung Barat Diculik Remaja

NASA Pilih Voyager untuk Misi Astronot Swasta Ketujuh ke ISS

Banjir Bandung, KDM Soroti Tata Ruang dan Normalisasi Sungai

Outfit UTBK 2026 Jangan Asal! Ini Tips Resmi Panitia SNPMB Biar Fokus

Arsenal Lolos Semifinal Champions Usai Tahan Sporting CP

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.