# Mahasiswa STKIP Pasundan torix
BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM– Mahasiswa Program Studi PJKR STKIP Pasundan Angkatan 2022, Atorix Andhika Pangestu kembali sukses meraih prestasi.
Torix sapaan akrabnya berhasil mendapatkan 3 Titel Juara dalam kejuaraan balap motor bertajuk Road Trix Road Race Open 2023 yang digelar belum lama ini.
Adapun raihan hasil juara tersebut adalah, Juara 1 Bebek 4T 150CC Pemula, Juara 1 Bebek 2T 116CC Pemula dan Juara 1 Bebek 2T 125CC Pemula.
“Tips sukses dari saya adalah dengan berlatih secara rutin dan menjaga fisik,” tuturnya kepada PASJABAR, Kamis (8/6/2023).
# Mahasiswa STKIP Pasundan torix
Torix juga mengaku bahwa dukungan dari orang terdekat dan fasilitas yang ia peroleh membuatnya dapat menggeluti hobinya yaitu balap motor hingga meraih prestasi.
“Kuncinya karena ada keinginan diri sendiri, disiplin dan pantang menyerah,” tandasnya.
Meski semangat kadang naik turun, namun dengan memotivasi diri sendiri, semangat itu kembali lagi hingga ia terus fokus pada tujuannya.
“Jangan mudah putus asa dan tetap semangat,” pungkasnya penuh semangat.
Prestasi Mahasiswa
Bermula dari menjadi atlet atletik yang pernah menjuarai Kejurnas di Jawa dan Bali, berlanjut ke tingkat nasional
pada tahun 1996, membawa Ketua Prodi Magister Pendidikan Jasmani dan Olah raga STKIP Pasundan Cimahi, Dr. Akhmad Sobarna, M. Pd. menjejaki karier sebagai pendidik.
“Saya sendiri merupakan lulusan STKIP Pasundan Cimahi tahun 2000 pada jurusan PJKR. Sambil mengajar saya
juga melanjutkan kuliah di UPI program Pascasarjana jurusan Studi Pendidikan olah raga dan lulus tahun 2007
dan sempat menjadi seketraris UPT KKR. Kemudian pada tahun 2010 diangkat menjadi ketua program Studi PJKR S1 hingga tahun 2018,” ulasnya.
“Sejak kecil tidak ada niat menjadi dosen atau menempuh jenjang pendidikan yang tinggi, namun karena saya
atlit atletik, kemudian mulai mengajar mata kuliah atletik, dari sana saya harus memenuhi kapasitas dan meningkatkan profesionalisme sebagai dosen agar mampu memberikan wawasan dan pengajaran yang baik bagi
mahasiswa, oleh karena itu saya melanjutkan hingga S3,” jelas ayah dari satu orang anak ini.
“Seorang dosen harus mampu memancing mahasiswa agar dapat mengembangkan potensinya, belajar menjadi
dewasa dan mandiri, tidak harus selalu mendapatkan informasi saat pembelajaran, tapi juga mampu mencari sendiri, untuk menambah perspektif dan pegetahuan yang lebih luas,” terangnya.
Pengampu mata kuliah Metodologi Penelitian dan Desain Kurikulum ini juga bercerita bahwa kemandirian
menjadi poin penting, terlebih untuk mahasiswa S2 dimana mempelajari kajian-kajian yang sangat mendalam. Membutuhkan keseriusan untuk memiliki kepakaran meneliti permasalahan sesuai dengan bidang yang digelutinya.
Akhmad mengungkapkan bahwa nilai religius, kultural dan nasionalisme menjadi
barometer mahasiwa yang berkualitas, yang terus dikembangkan lewat berbagai kegiatan baik dilingkungan dosen maupun mahasiswa.
“Jika pendidikan baik maka negaranya juga akan baik. Sebab pendidikan adalah salah satu tolok ukur kemajuan,
dengan sumber daya manusia yang berkualitas akan memiliki kompetensi untuk bersama-sama memajukan bangsa,” ulasnya.
“Adapun harapan untuk diri sendiri adalah ingin memberikan kontribusi untuk STKIP Pasundan Cimahi, mendidik
generasi muda untuk menjadi penerus bangsa yang baik. Dan sebagaimana motto hidup hidup saya, yakni mengedepankan keistiqomahan dalam melakukan segala hal untuk kepentingan umum dari pada kepentingan
pribadi,” pungkasnya. (tiwi)












