WWW.PASJABAR.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali melakukan penataan kawasan Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (14/4/2026).
Setelah selesai dengan penataan gapura dan area parkir belakang, kini pembenahan difokuskan pada Plaza A di bagian depan Kantor Gubernur Jawa Barat.
Tahap pertama, pembongkaran dilakukan di halaman depan Gedung Sate dengan membongkar batu ardesit yang selama ini menutup permukaan plaza menggunakan satu alat berat.

Material tersebut dibongkar secara bertahap, menyisakan permukaan tanah dan puing di beberapa titik.
Petugas juga tampak menyiapkan seng untuk menutup area depan gedung yang membentang di sisi yang menghadap jalan utama. Penutupan ini dilakukan untuk membatasi pandangan sekaligus menjaga keamanan selama proses pengerjaan berlangsung.
Tak hanya itu, taman yang sebelumnya dipenuhi berbagai tanaman hias di kawasan plaza turut dibongkar, hanya menyisakan lahan terbuka yang tengah dipersiapkan untuk penataan ulang.

Informasi dari Humas Jabar menyebutkan, penataan Gedung Sate telah dilaksanakan sejak 8 April 2026 dan ditargetkan selesai pada 6 Agustus 2026. Adapun lahan yang ditata meliputi 14.642 m², dengan panjang koridor 97 m–144,24 m.
Nantinya, penataan ini akan menjadikan plaza depan Gedung Sate, koridor Jalan Diponegoro, hingga Lapangan Gasibu sebagai satu kesatuan yang terintegrasi.
Perencanaan
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengatakan nantinya Jalan Diponegoro yang melintang di depan Gedung Sate akan dialihkan ke jalan yang akan dibangun menggunakan lahan Lapangan Gasibu.

“Jadi tidak ditutup, tetapi dialihkan. Nanti ada sebagian tanah Gasibu digunakan untuk jalan, sedangkan Jalan Diponegoro digunakan untuk halaman. Jadi tukeran saja. Jalur lurus nanti belok, sehingga kawasan Gedung Sate sampai Gasibu menyatu,” ujar Dedi.
Sementara terkait alasan di balik penataan ulang halaman depan Gedung Sate, Dedi menyebut karena selama ini Gedung Sate tidak memiliki halaman yang mencerminkan karakter Gedung Sate itu sendiri.
“Gedung Sate yang begitu indah, hari ini halamannya menjadi ‘halaman hotel’. Jadi saya ingin halaman Gedung Sate itu luas, terintegrasi, dan mencerminkan karakter Gedung Sate itu sendiri,” katanya.
Adapun anggaran yang dikeluarkan untuk penataan ini diperkirakan mencapai Rp15 miliar. (eci)












