CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 3 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASBANDUNG

Mengintip Kemegahan Gedung Merdeka, Ikon Arsitektur Art Deco di Nusantara

Tiwi Kasavela
9 Juli 2024
Mengintip Kemegahan Gedung Merdeka, Ikon Arsitektur Art Deco di Nusantara

Mengintip Kemegahan Gedung Merdeka (Foto : tiwi/Pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM– Gedung Merdeka, sebuah bangunan ikonik yang menjadi saksi bisu dari Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955, terus memancarkan pesonanya sebagai salah satu landmark bersejarah di Indonesia.

Gedung ini tidak hanya menyimpan kenangan penting bagi bangsa Indonesia, tetapi juga berfungsi sebagai pusat edukasi dan pariwisata yang memukau ribuan pengunjung setiap tahunnya.

Menjelang KAA pada 7 April 1955, Presiden Sukarno memeriksa gedung-gedung yang akan digunakan untuk konferensi tersebut. Salah satu gedung yang diperiksa adalah Gedung Concordia, yang kemudian diubah namanya menjadi Gedung Merdeka.

Gedung Concordia, yang berdiri sejak tahun 1895, awalnya berfungsi sebagai tempat pertemuan Societeit Concordia, perkumpulan orang-orang Eropa, terutama Belanda, yang tinggal di Bandung dan sekitarnya.

Pada tahun 1921, bangunan ini dirombak oleh arsitek terkenal C.P. Wolff Schoemaker dengan gaya Art Deco, menjadikannya gedung pertemuan super club paling mewah di Nusantara.

Baca juga:   Yolla Yuliana Resmi Perkuat Jakarta Electric PLN di Proliga 2024

Pada tahun 1940, arsitek A.F. Aalbers merenovasi bagian sayap kiri gedung dengan gaya arsitektur International Style. Saat pendudukan Jepang, gedung ini berganti nama menjadi Dai Toa Kaikan dan digunakan sebagai pusat kebudayaan.

Arsitektur Gedung Merdeka mencerminkan era dan budaya saat itu dengan gaya Art Deco yang anggun dan ultramodern. Aktivitas yang dilakukan di gedung ini mencerminkan gaya hidup Eropa, seperti tari balet, dansa, konser musik, teater, dan pameran.

“Arsitektur Gedung Merdeka sangat mewakili kemewahan dan fungsionalitas pada masanya,” jelas Edukator Museum KAA, Ginanjar Legiansyah.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, Gedung Merdeka dijadikan markas pemuda Indonesia menghadapi tentara Jepang dan selanjutnya menjadi tempat kegiatan Pemerintah Kota Bandung.

Baca juga:   DKPP Bandung Sidak Bahan Pokok di Pasar Kosambi

Pada KAA 1955, Gedung Merdeka digunakan untuk sidang pleno, pembukaan, dan penutupan konferensi. Presiden Sukarno menyampaikan pidato pembukaan di sini, diikuti oleh pidato dari sebagian besar kepala delegasi negara peserta KAA.

Gedung Merdeka kini menawarkan berbagai fasilitas, termasuk layanan tur pemanduan sejarah, pemutaran film dokumenter KAA, dan ruang utama untuk seminar atau aktivitas lainnya. Koleksi utama yang dipamerkan di Museum KAA yang terletak di Gedung Merdeka meliputi diorama Pembukaan KAA 1955, benda-benda tiga dimensi, foto-foto dokumenter, koleksi prangko KAA, dan Dasasila Bandung.

“Konservasi dan pemeliharaan Gedung Merdeka dilakukan dengan koordinasi Balai Pelestarian Cagar Budaya untuk menjaga keaslian dan kelestarian bangunan ini,” tambah Ginanjar.

Gedung Merdeka ditetapkan sebagai cagar budaya, dan setiap renovasi dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan konferensi tanpa menghilangkan orisinalitasnya.

Baca juga:   Pengembang Komplek BSI 1 dan 2 Serahkan Fasos dan Fasum ke Pemkab Bandung

Gedung Merdeka juga berkontribusi besar terhadap edukasi dan pariwisata di Bandung. Sebagai sarana edukasi, gedung ini sering menjadi tempat seminar dan pameran seputar KAA. Museum KAA – Gedung Merdeka menjadi rujukan bagi para peneliti dan memiliki perpustakaan yang dapat diakses publik. Sebagai destinasi wisata, gedung ini dikunjungi oleh 800-1000 orang setiap harinya, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Gedung Merdeka adalah simbol penting dari perjuangan dan persatuan bangsa. Kami terus berupaya menjaga dan melestarikan gedung ini agar generasi mendatang bisa merasakan dan memahami sejarah penting yang pernah terjadi di sini,” kata Ginanjar Legiansyah.

Dengan warisan sejarah yang kaya dan peran pentingnya dalam edukasi dan pariwisata, Gedung Merdeka tetap menjadi salah satu ikon budaya dan sejarah yang paling berharga di Indonesia. (tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Tiwi Kasavela
Tags: bandungGedung MerdekaKAA


Related Posts

Sidang Doktor Wide Putra
HEADLINE

Wide Putra Ananda Raih Gelar Doktor dengan Cum Laude, Tawarkan Konstruksi Hukum Olahraga untuk Perlindungan Profesi Atlet

28 April 2026
Sidang Doktor Femi Irvan
HEADLINE

Femi Irvan Nasution Raih Gelar Doktor Unpas, Tawarkan Model Hukum Integratif Pemulihan Aset Korupsi

28 April 2026
Sidang Doktor Iwan Setiawan
HEADLINE

Iwan Setiawan Raih Doktor Unpas, Tawarkan Model Revitalisasi SDM Polri untuk Cegah Pelanggaran

28 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

ole romeny oxford united
HEADLINE

Oxford United Terdegradasi, Nasib Ole Romeny Jadi Sorotan

3 Mei 2026

# ole romeny oxford united BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM -- Oxford United dipastikan turun kasta dari EFL Championship setelah...

elkan baggott premier league

Elkan Baggott Siap Tampil di Premier League! Ipswich Town Promosi, Bek Timnas Indonesia Ukir Sejarah

3 Mei 2026
Kota Takai mencegah aksi Marselino Ferdinan dalam duel timnas Jepang vs Indonesia di Osaka (10/6/2025). (PAUL MILLER/AFP)

Tampil Starter! Marselino Ferdinan Beri Kontribusi Instan Saat AS Trencin B Gilas Raca Bratislava 8-2

2 Mei 2026
MU bisa dipastikan lolos ke Liga Champions musim depan jika mengalahkan Liverpool. (AFP/Darren Staples)

Laga Krusial di Old Trafford: Manchester United Bidik Tiket Liga Champions Saat Jamu Liverpool

2 Mei 2026
Thalita Ramadhani Wiryawan membuat Indonesia memperkecil skor menjadi 1-2 melawan Korea Selatan di semifinal Uber Cup 2026. (Arsip PBSI)

Kejutan Besar! Thalita Ramadhani Tumbangkan Sim Yu Jin, Indonesia Perkecil Skor Lawan Korea di Semifinal Uber Cup 2026

2 Mei 2026

Highlights

Laga Krusial di Old Trafford: Manchester United Bidik Tiket Liga Champions Saat Jamu Liverpool

Kejutan Besar! Thalita Ramadhani Tumbangkan Sim Yu Jin, Indonesia Perkecil Skor Lawan Korea di Semifinal Uber Cup 2026

Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 Resmi Berakhir, Peserta Diminta Tetap Optimis Menanti Hasil

Kuliah Pakar Kenotariatan HIMANU Unpas Bahas Risiko Pidana Profesi Notaris

Studi Ungkap Hiu Paus Migrasi Lintasi 13 Negara Indo-Pasifik

Indonesia Track Cup Jadi Ajang Penting Perebutan Poin Olimpiade

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.