CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 18 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Milangkala ke-111, Inilah Sekilas Tentang Paguyuban Pasundan

Hanna Hanifah
22 Juli 2024
Paguyuban Pasundan

Logo Milangkala Paguyuban Pasundan ke-111. (foto: pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Milangkala ke-111 Paguyuban Pasundan

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Usia Paguyuban Pasundan sudah menginjak ke-111 yang di ketuai oleh Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si. Tentunya hal itu menjadi momentum penting mengingat sejarah panjang berdirinya Pasundan ini.

Pada Milangkala ke-111 Paguyuban Pasundan, Dalam buku “Sekilas Paguyuban Pasundan” karya Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si., ini mengingatkan kembali akan prinsip berdirinya Pasundan untuk memerangi kebodohan dan kemiskinan.

Paguyuban Pasundan
Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si. (foto: pasjabar)

Berikut mengenai sejarah Paguyuban Pasundan dalam buku “Sekilas Paguyuban Pasundan”.

Potensi Sejarah

Esensi sejarah kelahiran Paguyuban Pasundan, hampir mirip dengan kelahiran Budi Utomo, yakni genesis empiriknya berasal dari lingkungan sekolah kedokteran Stovia. Namun, satu hal yang harus digarisbawahi bahwa Paguyuban Pasundan tidak perkat dengan ciri-ciri primordialisme dan ekslusivisme, tetapi menonjolkan egaliterianisme dan non sektarianisme. Paguyuban Pasundan yang didirikan para mahasiswa kedokteran pada 20 Juli 1913, tidak membatasi pada etnis Sunda, jangkauannya jauh ke depan serta menasional yang dibuktikan dengan salah satu ketua umumnya yaitu Daeng Kanduruan Ardiwinata yang berdasar Makassar.

Tujuan didirikannya Paguyuban Pasundan adalah “terwujudnya masyarakat Indonesia yang memiliki harkat dan martabat”, dengan misinya memerangi kebodohan dan kemiskinan. Tujuan dan misi Paguyuban Pasundan sejak didirikannya masih tetap relevan dengan perkembangan Indonesia saat ini.

Kesadaran yang dimunculkan Paguyuban Pasundan lewat Capaian proses kultural pendidikan yang mengabaikan perbedaan agama, keyakinan, etnis dan ideologi, sesungguhnya merupakan potensi politik menuju gerakan awal penyadaran berbangsa dan bernegara untuk meraih kemerdekaan.

Realita ini mustahil untuk dimanipulasi oleh siapapun, karena pada saat Paguyuban Pasundan memasuki bidang politik secara sahih tahun 1919 di Volksraad dengan tandas mengangkat salah satu tujuan politiknya, bahwa “Paguyuban Pasundan mengakui hak-hak bangsa Indonesia dalam bidang kebudayaan dan etnisnya masing-masing”.

Fenomena politik bukanlah persoalan yang tabu bagi arah dan kiprah Paguyuban Pasundan di masa kini dan di hari esok. Tinggal, bagaimana kepiawaian mengidentifikasi dan mengelola potensi politik Paguyuban Pasundan, tetap berada pada orbit kesundaan dan keindonesiaan. Artinya, Paguyuban Pasundan sebagai aset nasional yang bertumpu pada ihwal pencerahan kesundaan, tetap kontributif bagi perwujudan mosaik kenusantaraan yang tidak monolitik.

Baca juga:   Foto Pertandingan Persib Bandung Vs PSM Makassar

Rumusan ini jelas, merupakan kontribusi politik Paguyuban Pasundan sejak awal, terhadap dinamika pluralisme politik di Indonesia, dan sekaligus sebagai komitmen terhadap mekanisme politik kebangsaan. Pada tanggal 28 Oktober 1928, Paguyuban Pasundan, mendorong para nonoman Sunda untuk turut serta dalam pendeklarasian Sumpah Pemuda. Ketua Umum Paguyuban Pasundan R. Otto Iskandar Dinata bersama Gatot Mangkupradja pada tahun 1943 mendirikan Pembela Tanah Air (Peta). Peta dan KNIL merupakan cikal bakal Tentara Nasional Indonesia.

Dalam sidang Volksraad (1931) Paguyuban Pasundan menyampaikan manifest politik berdasarkan hasil Kongres di Bogor:

  1. Paguyuban Pasundan mengakui hak tiap-tiap suku bangsa Indonesia untuk memelihara sifatnya (etnologis dan kultural) masing-masing.
  2. Mengingat nasib yang sama dari seluruh Indonesia, Paguyuban Pasundan menganjurkan adanya satu perjuangan politik.
  3. Paguyuban Pasundan menginsyafi pertumbuhan Kesatuan Indonesia.
  4. Paguyuban Pasundan senantiasa berdaya upaya memperteguh dan menyempurnakan front kesatuan politik.

Paguyuban Pasundan juga turut serta dalam Panitia Persiapan Kemerdekaan.

Dalem Bandung, Wiranatakusumah yang saat itu menjadi Ketua Para Bupati se Indonesia meminta kepada Soekarno untuk segera menyatakan kemerdekaan Indonesia (Proklamasi). Otto Iskandar Dinata, Ketua Umum Paguyuban Pasundan mengumandangkan pekik “Merdeka”, dan setelah merdeka Otto

Iskandar Dinata dalam sidang Volksraad mengusulkan agar secara aklamasi Soekarno-Hatta ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Di saat itulah secara resmi Soekarno-Hatta menjadi Presiden dan Wakil Presiden Negara Republik Indonesia. Dalam kabinet pertama, Otto Iskandar Dinata diangkat menjadi Menteri Negara pertama.

Namun sayang, perjalanan panjang perjuangan Otto Iskandar Dinata dalam menegakkan kemerdekaan diakhiri dengan kejahatan politik. Otto Iskandar Dinata dijemput atas nama undangan Presiden untuk rapat, nyatanya beliau diculik oleh kelompok mana, dibawa ke Pantai Mauk Tangerang Yan jasadnya tidak diketahui sampal sekarang. Sebagai Penghargaan kepada Pahlawan Bangsa, sebagai simbolisme bagian pasir dj pantai mauk, dibawa ke pasir pahlawan Lembang. Di tempat itulah keluarga besar Paguyuban Pasundan berziarah setiap tanggal 20 Desember, untuk memanjatkan doa dan bermunajat kepada Allah SWT, semoga perjuangan almarhum diterima sebagai ibadah hamba-Nya.

Baca juga:   Modus Penipuan Mengatasnamakan amazon Marak Terjadi

Puncak keterlibatan Paguyuban Pasundan dalam kepolitikan nasional, yaitu ketika Kongres tahun 1949 di Bandung, mengubah nama Paguyuban Pasundan dengan “Partai Kebangsaan Indonesia (Parki)”.

Partai Kebangsaan Indonesia (Parki) didirikan untuk meluruskan bahwa Paguyuban Pasundan yang berubah menjadi Parki tidaklah sukuisme, serta wujud perlawanan kepada Belanda yang masih berambisi mengangkangi bangsa Indonesia, untuk memecah belah integritas dan kemerdekaan yang telah ditasdikkannya. Pada tahun 1956, berdasarkan Kongres, Parki berubah lagi menjadi Paguyuban Pasundan. Penggal sejarah tadi, makin membuktikan bahwa Paguyuban Pasundan sejak semula bukanlah sebuah organisasi kesukuan yang picik.

Ir. Djuanda, ketika beliau menjadi Perdana Menteri RI dan juga menjabat Sekjen Paguyuban Pasundan, pada 13 Desember 1957 melahirkan “Deklarasi Djuanda”. Beliau berjuang melawan penjajah dengan kekuatan diplomasi. Dengan “Deklarasi Djuanda” luas daratan Indonesia semula + 2 juta Km² menjadi 5,7 juta Km². Perairan Indonesia semula 3 mil menjadi 12 mil.

Deklarasi Djuanda telah menyatukan seluruh wilayah yang ada di Nusantara. Oleh karena itu, setiap tanggal 13 Desember Paguyuban Pasundan memperingati Deklarasi Djuanda.

Pada perkembangan berikutnya, setelah tahun 1959, dalam konteks percaturan politik makin mengerut. Paguyuban Pasundan lebih memfokuskan diri pada prioritas penyelenggaraan pendidikan, serta pemuliaan budaya.

Untuk mengimplementasikan misi memerangi kebodohan, Paguyuban Pasundan pada tahun 1922 mendirikan HIS dan MULO Pasundan di Tasikmalaya. Paguyuban Pasundan juga memiliki Surat Kabar Sipatahoenan, yang oplahnya cukup besar dan pembacanya di beberapa negara.

Saat ini pendidikan dasar dan menengah berkembang pesat yang tersebar di berbagai kota di Jawa Barat dan Banten, yang jumlahnya ada 118 sekolah. Alumni dari HIS dan Mulo Pasundan Tasikmalaya melahirkan orang-orang besar seperti : Jendral Umar Wirahadikusumah (Mantan Wapres RI), Prof. Dr. Ir. Toyib Hadiwidjaja pernah menjadi Rektor IPB dan pernah beberapa kali menjadi Menteri Pertanian, Letjen Mashudi mantan Gubernur Jawa Barat dan Ka Kwarnas Gerakan Pramuka, Mayjen Solihin GP Mantan Gubernur Jawa Barat, Prof. Dr. Numan Soemantri Rektor IKIP. Banyak alumni pendidikan dasar dan menengah yang menduduki jabatan strategis di berbagai bidang di Indonesia, termasuk TNI, Polri dan Pebisnis yang sukses.

Baca juga:   Prof Didi : Selamat Jalan Kang Tjetje

Pada tahun 1957, Ketua Umum Paguyuban Pasundan Pak Suradiradja menjadi Ketua Panitia Pendiri Universitas Padjadjaran (Unpad), dan pada tahun 1960 Pak Suradiradja juga mendirikan Universitas Pasundan dan sekaligus beliau sebagai Rektor pertama Unpas.

Unpas saat ini telah berkembang luar biasa, dan telah menjadi perguruan tinggi swasta papan atas dengan akreditasi kelembagaan “A” dan menjadi PTS 3 besar di Indonesia yang mahasiswanya berasal dari berbagai provinsi dan berbagai negara.

Tahun 1964 didirikan Sekolah Tinggi Hukum Pasundan di Sukabumi dan menyusul tahun 1971 didirikan Akademi Ilmu Keuangan Pasundan (AIKPAS) di Bandung yang berubah namanya menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pasundan (STIEPAS). Pada tahun 1986 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan membuka kelas jauh di Cimahi yang kemudian berubah menjadi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pasundan Cimahi pada tahun 1987.

Memang secaara sistemik, proses pendidikan akan berpengaruh terhadap bangunan politik sebuah bangsa. Proses pencerdasan bangsa lewat pendidikan bisa dijadikan sebagai percepatan kesadaran (melek) poliik sebuah komunitas. Wajar jika Paguyuban Pasundan bertindak sebagai pelegitimasi kesundaan yang mampu berkiprah sebagai lembaga yang berpengaruh.

Untuk mengimplementasikan memerangi kemiskinan, pada tahun enam pluhan di bidang ekomoni, Paguyuban Pasundan mendirikan “Bak Central Pasundan”, yayasan Kesejahteraan Paundan, Percetakan PT. Pangharepan Baru dan Lembaga Bantuan Hukum Pasundan. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Yatti Chahyati
Tags: paguyuban pasundansejarah Paguyuban Pasundan


Related Posts

pasundan law fair 2026
HEADLINE

Pasundan Law Fair 2026 Sukses Digelar, Ajang Nasional Adu Gagasan dan Kompetensi Mahasiswa Hukum

16 April 2026
LPG
HEADLINE

Isu Kelangkaan LPG, Pertamina Pastikan Stok Nasional Tetap Aman

30 Maret 2026
paguyuban pasundan
HEADLINE

Paguyuban Pasundan Gelar Silaturahmi Bada Idul Fitri

30 Maret 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Galaxy S26 Ultra. (samsung.com)
HEADLINE

Bukan untuk Kaum ‘Mendang-Mending’, Samsung Galaxy S26 Ultra Hadir dengan Spek Monster dan Harga Sultan

18 April 2026

WWW.PASJABAR.COM – Samsung kembali menggebrak pasar ponsel pintar dunia dengan meluncurkan lini flagship terbarunya, Samsung Galaxy S26...

Penyerang Arsenal, Viktor Gyokeres memberikan salam kepada suporter di Lisbon jelang laga melawan Sporting CP, 8 April 2026. (c) AP Photo/Armando Franca

Dilema Lini Depan Mikel Arteta: Havertz atau Gyokeres untuk Redam Manchester City di Etihad?

17 April 2026
Kapten Sporting Portugal, Morten Hjulmand. (Gettyimages)

Kritik Pedas Morten Hjulmand: Arsenal Tim Membosankan dan Tak Menarik Ditonton!

17 April 2026
Ratusan massa padati Gedung Merdeka Bandung dalam aksi damai bela Palestina. Massa menuntut penolakan normalisasi dengan Israel dan kemerdekaan penuh Palestina. (Eci/pasjabar)

Gema Perlawanan dari Gedung Merdeka: Ratusan Massa di Bandung Tolak Normalisasi dengan Israel

17 April 2026
Foto: Inter via Getty Images/Mattia Pistoia - Inter

Badai Fisik dan Mental: Alessandro Bastoni Absen di Laga Inter Milan vs Cagliari

17 April 2026

Highlights

Gema Perlawanan dari Gedung Merdeka: Ratusan Massa di Bandung Tolak Normalisasi dengan Israel

Badai Fisik dan Mental: Alessandro Bastoni Absen di Laga Inter Milan vs Cagliari

Tantangan Berat Dewa United: Jan Olde Riekerink Waspadai Kekuatan Maung Bandung

Ratusan Ribu Pencari Kerja Gunakan Aplikasi Nyari Gawe Jawa Barat

Pantang Bersantai! Veda Ega Pratama Jajal Sirkuit Favorit Marc Marquez Jelang Moto3 Spanyol

Dewa United vs Persib Bandung Digelar Tanpa Penonton, Bobotoh Diimbau Dukung dari Rumah

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.