CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 20 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASBANDUNG

Kembali Mengenal Permainan Tradisional Bandung: Dari Boy-Boyan hingga Ular Naga

Hanna Hanifah
10 Agustus 2024
permainan tradisional bandung

Permainan tradisional adalah bagian integral dari budaya dan sejarah yang harus dilestarikan. Yuk kembali mengenal permainan tradisional Bandung! (foto: ilustrasi Shutterstock)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Permainan tradisional adalah bagian integral dari budaya dan sejarah yang harus dilestarikan. Upaya melestarikannya tidak hanya penting untuk menjaga warisan budaya, tetapi juga untuk menyediakan pengalaman bermain yang sehat dan mendidik.

Kota Bandung, dengan julukan “Kota Kembang”, memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang mencakup berbagai permainan tradisional yang telah menjadi bagian penting dari masa kecil banyak generasi.

Namun, dengan kemajuan teknologi dan perkembangan zaman, banyak permainan tradisional khas Bandung mulai ditinggalkan oleh anak-anak.

Permainan tradisional mengajarkan nilai-nilai penting seperti kerja sama, sportivitas, kreativitas, dan keterampilan fisik yang tidak selalu didapatkan dari permainan digital.

Baca juga:   Kim Sae-ron Meninggal, Cyberbullying Kembali Disorot

Oleh karena itu, peran orang tua, pendidik, dan komunitas sangat vital dalam mengenalkan dan menghidupkan kembali permainan tradisional ini.

Dengan upaya bersama, generasi muda Bandung dapat mengenal dan menghargai warisan budaya lokal yang kaya.

Berikut adalah beberapa permainan tradisional khas Kota Bandung yang kini jarang dimainkan, dilansir dari situs resmi Pemkot Bandung:

  1. Sondah (Engklek)

Sondah, atau engklek, adalah permainan lompat-lompatan di atas gambar kotak-kotak yang digambar di tanah. Anak-anak melompat dengan satu kaki ke kotak-kotak tersebut, mengambil batu, dan kembali tanpa menyentuh garis. Permainan ini melatih keseimbangan dan koordinasi tubuh anak.

  1. Galasin (Gobak Sodor)
Baca juga:   Menikmati “Seraut Wajah” Ebiet G. Ade Dalam Bentuk Piringan Hitam

Galasin, atau gobak sodor, melibatkan dua tim yang bertugas menjaga garis agar tidak dilewati tim lawan. Permainan ini mengajarkan strategi, kerjasama tim, dan ketangkasan, meskipun kini lebih banyak anak-anak yang memilih permainan digital ketimbang berlarian di lapangan terbuka.

  1. Boy-Boyan

Boy-boyan menggunakan bola dan tumpukan batu. Satu tim melempar bola untuk merobohkan tumpukan batu, sementara tim lain berusaha menjaga dan menyusun kembali tumpukan jika jatuh. Permainan ini mengajarkan kerjasama dan strategi dalam kelompok.

  1. Bentengan

Bentengan adalah permainan kejar-kejaran di mana setiap tim memiliki “benteng” yang harus dijaga. Tujuannya adalah menangkap pemain lawan dan membawa mereka ke benteng sendiri. Permainan ini melatih kecepatan, kelincahan, dan kerjasama tim.

  1. Ular Naga
Baca juga:   Jelang Ramadan Cabai Tembus Rp100 Ribu, Ayam dan Daging Ikut Melonjak! Warga Bandung Menjerit

Dalam permainan ular naga, sekelompok anak membentuk barisan dan berpegangan pada pinggang teman di depannya, membentuk ular. Anak yang bertindak sebagai kepala ular mengarahkan gerakan, sementara yang lain mengikuti dan berusaha agar ekor tidak terlepas. Permainan ini penuh keceriaan dan mengajarkan koordinasi serta kerja sama.

Dengan melibatkan generasi muda dalam permainan tradisional, kita tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga membantu mereka mengembangkan keterampilan sosial dan fisik yang bermanfaat. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: permainan tradisionalpermainan tradisional bandung


Related Posts

candi borobudur
HEADLINE

Terungkap! Borobudur Ternyata Simpan “Permainan Rahasia”

16 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

google
HEADLINE

Google Perluas Strategi Wearable Lewat Kacamata Pintar Gucci Berbasis XR

19 April 2026

WWW.PASJABAR.COM - Google dilaporkan memperluas strategi pengembangan kacamata pintar berbasis Android XR dengan menggandeng perusahaan optik global...

Permendiktisaintek

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

19 April 2026
unpad

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

19 April 2026
bnpb

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 April 2026
ITB

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

19 April 2026

Highlights

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

Jabar Jadi Pilot Project Program Gentengisasi Rumah Subsidi Nasional

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.