CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 19 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Jurnalis Vietnam: Pemain Keturunan Kami Tak Jago Main Bola di Luar Negeri

pri
16 September 2024
Jurnalis Vietnam: Pemain Keturunan Kami Tak Jago Main Bola di Luar Negeri

Timnas Vietnam menelan dua kekalahan dalam laga persahabatan FIFA Matchday September 2024. (VFF.ORG.VN)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

WWW.PASJABAR.COM – Sejumlah negara di Asia Tenggara secara intens melakukan proses naturalisasi untuk memperkuat Timnas sepak bola negaranya.

Namun hal itu tidak berlaku bagi negara Vietnam. Jurnalis Vietnam mengatakan bahwa program naturalisasi sulit untuk diterapkan di negaranya karena beberapa alasan.

Quoc Phong yang merupakan salah satu jurnalis di Vietnam menyoroti tren naturalisasi yang terjadi di dunia sepak bola.

Bahkan beberapa negara Asia Tenggara sudah melakukan hal tersebut sejak lama dan berlangsung hingga kini.

Terhitung tim-tim seperti Timnas Malaysia, Timnas Filipina, Timnas Thailand, dan tentu saja Timnas Indonesia menggalakkan proses naturalisasi.

Hanya saja, ada beberapa perbedaan yang dilakukan oleh setiap tim ketika menggalakkan naturalisasi.

Di Filipina, proses itu terlihat lebih mudah karena mereka menerapkan dual citizenship atau berkewarganegaraan ganda untuk masyarakatnya.

Baca juga:   Dean James Absen dalam Derbi Deventer: Skandal Paspor dan Izin Kerja Hantui Bintang Timnas Indonesia

Sementara di kubu Thailand dan Indonesia hampir mirip, kedua tim itu mendatangkan pemain yang memiliki garis keturunan negaranya.

Lalu, ada Malaysia yang juga menaturalisasi pemain keturunan dan non keturunan.

Ketika negara-negara itu sudah berbondong-bondong menerapkan proses tersebut, Timnas Vietnam hanya berjalan di tempat.

Dalam kurun waktu hampir delapan tahun terakhir, hanya ada dua nama saja yang didatangkan lewat proses tersebut.

Mereka adalah Dang Van Lam serta Filip Nguyen, keduanya juga berposisi sebagai kiper.

Usut punya usut, ternyata ada beberapa hal yang membuat Negeri Naga Biru kesulitan mengikuti para rivalnya.

Quoc Phong mengungkapkan bahwa Vietnam sejatinya banyak memiliki pemain keturunan di luar sana.

Namun, proses untuk mendapatkan status warga negara sangat sulit sejak dahulu.

Baca juga:   Inilah Nilai Ambang Batas SKD untuk Sekolah Kedinasan

Selain itu, Phong juga mengaku bahwa orang-orang keturunan negaranya juga tak banyak yang bisa mengolah si kulit bundar dengan baik.

Walhasil, hingga saat ini hanya ada nama Van Lam dan Filip Nguyen saja yang berhasil dinaturalisasi.

“Melihat ke Vietnam, kita juga mempunyai pemain-pemain yang berdarah campuran Vietnam,” kata Quoc Phong, dikutip dari Thanh Nien.

“Namun naturalisasi dulunya sangat sulit, dan kadang-kadang bahkan tampak mustahil untuk menjadi kenyataan.”

“Saya juga memahami bahwa tidak banyak pemain Vietnam yang pandai bermain sepak bola di luar negeri.”

“Sulit untuk menemukannya dan ketika ditemukan, pemain itu sendiri juga menemui beberapa kendala besar, sehingga proses naturalisasi menjadi sangat sulit karena peraturan yang ketat,” jelasnya.

Baca juga:   Stefano Beltrame Tak Sabar Jalani El Clasico Pertama

Terkait rumitnya birokrasi, Phong mengambil contoh kasus Filip.

Awalnya, kiper berusia 32 tahun itu sudah lama diincar untuk masuk ke dalam skuad The Golden Star Warriors.

Akan tetapi, proses tersebut habis dimakan waktu, selain itu usia Filip juga bertambah seiring lambannya wacana naturalisasi.

Hingga pada akhirnya, sang kiper berpostur 192 cm itu baru mendapat kesempatan membela Timnas Vietnam pada awal 2024.

Kemampuannya di bawah mistar gawang pun sudah berkurang seiring bertambahnya usia.

“Contohnya adalah kiper Filip Nguyen, dia dianggap sebagai pemain yang sangat bertalenta.”

“Namun prosedur naturalisasinya tertunda beberapa tahun, yang mungkin tidak baik bila usia produktif pemain (bermain di level tinggi) tidak terlalu lama,” pungkas Phong.

Print Friendly, PDF & Email
Editor: pri
Tags: Asia Tenggaranaturalisasivietnam


Related Posts

instagram/@zonanaetral5
HEADLINE

Hasil Piala AFF U-17 2026: Indonesia Takluk 0-1 dari Malaysia, Langkah ke Semifinal Terancam!

16 April 2026
Bek Go Ahead Eagles, Dean James. (Bola.com/Dok.Instagram Go Ahead Eagles).
HEADLINE

Dean James Absen dalam Derbi Deventer: Skandal Paspor dan Izin Kerja Hantui Bintang Timnas Indonesia

7 April 2026
Luke Vickery. (Tangkapan Layar @luke.vickery_)
HEADLINE

Profil Luke Vickery: Penyerang Macarthur FC Berdarah Medan yang Siap Perkuat Lini Serang Garuda

6 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Permendiktisaintek
HEADLINE

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

19 April 2026

# Permendiktisaintek JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM -- Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) beberapa waktu lalu antara Panitia Kerja (Panja)...

unpad

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

19 April 2026
bnpb

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 April 2026
ITB

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

19 April 2026
PSEL

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

19 April 2026

Highlights

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

Jabar Jadi Pilot Project Program Gentengisasi Rumah Subsidi Nasional

Dedi Mulyadi Rencanakan Underpass sebagai Solusi Macet Pasteur

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.