CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Kamis, 16 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Jurnalis Vietnam: Pemain Keturunan Kami Tak Jago Main Bola di Luar Negeri

pri
16 September 2024
Jurnalis Vietnam: Pemain Keturunan Kami Tak Jago Main Bola di Luar Negeri

Timnas Vietnam menelan dua kekalahan dalam laga persahabatan FIFA Matchday September 2024. (VFF.ORG.VN)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

WWW.PASJABAR.COM – Sejumlah negara di Asia Tenggara secara intens melakukan proses naturalisasi untuk memperkuat Timnas sepak bola negaranya.

Namun hal itu tidak berlaku bagi negara Vietnam. Jurnalis Vietnam mengatakan bahwa program naturalisasi sulit untuk diterapkan di negaranya karena beberapa alasan.

Quoc Phong yang merupakan salah satu jurnalis di Vietnam menyoroti tren naturalisasi yang terjadi di dunia sepak bola.

Bahkan beberapa negara Asia Tenggara sudah melakukan hal tersebut sejak lama dan berlangsung hingga kini.

Terhitung tim-tim seperti Timnas Malaysia, Timnas Filipina, Timnas Thailand, dan tentu saja Timnas Indonesia menggalakkan proses naturalisasi.

Hanya saja, ada beberapa perbedaan yang dilakukan oleh setiap tim ketika menggalakkan naturalisasi.

Di Filipina, proses itu terlihat lebih mudah karena mereka menerapkan dual citizenship atau berkewarganegaraan ganda untuk masyarakatnya.

Baca juga:   Erick Thohir Angkat Bicara Terkait Pernyataan Putra Nababan

Sementara di kubu Thailand dan Indonesia hampir mirip, kedua tim itu mendatangkan pemain yang memiliki garis keturunan negaranya.

Lalu, ada Malaysia yang juga menaturalisasi pemain keturunan dan non keturunan.

Ketika negara-negara itu sudah berbondong-bondong menerapkan proses tersebut, Timnas Vietnam hanya berjalan di tempat.

Dalam kurun waktu hampir delapan tahun terakhir, hanya ada dua nama saja yang didatangkan lewat proses tersebut.

Mereka adalah Dang Van Lam serta Filip Nguyen, keduanya juga berposisi sebagai kiper.

Usut punya usut, ternyata ada beberapa hal yang membuat Negeri Naga Biru kesulitan mengikuti para rivalnya.

Quoc Phong mengungkapkan bahwa Vietnam sejatinya banyak memiliki pemain keturunan di luar sana.

Namun, proses untuk mendapatkan status warga negara sangat sulit sejak dahulu.

Baca juga:   Tiga Pemain Naturalisasi Baru Dilarang FIFA Lawan Australia

Selain itu, Phong juga mengaku bahwa orang-orang keturunan negaranya juga tak banyak yang bisa mengolah si kulit bundar dengan baik.

Walhasil, hingga saat ini hanya ada nama Van Lam dan Filip Nguyen saja yang berhasil dinaturalisasi.

“Melihat ke Vietnam, kita juga mempunyai pemain-pemain yang berdarah campuran Vietnam,” kata Quoc Phong, dikutip dari Thanh Nien.

“Namun naturalisasi dulunya sangat sulit, dan kadang-kadang bahkan tampak mustahil untuk menjadi kenyataan.”

“Saya juga memahami bahwa tidak banyak pemain Vietnam yang pandai bermain sepak bola di luar negeri.”

“Sulit untuk menemukannya dan ketika ditemukan, pemain itu sendiri juga menemui beberapa kendala besar, sehingga proses naturalisasi menjadi sangat sulit karena peraturan yang ketat,” jelasnya.

Baca juga:   SPMB 2025 Jangan Jadi Hambatan Akses Anak Sekolah

Terkait rumitnya birokrasi, Phong mengambil contoh kasus Filip.

Awalnya, kiper berusia 32 tahun itu sudah lama diincar untuk masuk ke dalam skuad The Golden Star Warriors.

Akan tetapi, proses tersebut habis dimakan waktu, selain itu usia Filip juga bertambah seiring lambannya wacana naturalisasi.

Hingga pada akhirnya, sang kiper berpostur 192 cm itu baru mendapat kesempatan membela Timnas Vietnam pada awal 2024.

Kemampuannya di bawah mistar gawang pun sudah berkurang seiring bertambahnya usia.

“Contohnya adalah kiper Filip Nguyen, dia dianggap sebagai pemain yang sangat bertalenta.”

“Namun prosedur naturalisasinya tertunda beberapa tahun, yang mungkin tidak baik bila usia produktif pemain (bermain di level tinggi) tidak terlalu lama,” pungkas Phong.

Print Friendly, PDF & Email
Editor: pri
Tags: Asia Tenggaranaturalisasivietnam


Related Posts

instagram/@zonanaetral5
HEADLINE

Hasil Piala AFF U-17 2026: Indonesia Takluk 0-1 dari Malaysia, Langkah ke Semifinal Terancam!

16 April 2026
Bek Go Ahead Eagles, Dean James. (Bola.com/Dok.Instagram Go Ahead Eagles).
HEADLINE

Dean James Absen dalam Derbi Deventer: Skandal Paspor dan Izin Kerja Hantui Bintang Timnas Indonesia

7 April 2026
Luke Vickery. (Tangkapan Layar @luke.vickery_)
HEADLINE

Profil Luke Vickery: Penyerang Macarthur FC Berdarah Medan yang Siap Perkuat Lini Serang Garuda

6 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

instagram/@zonanaetral5
HEADLINE

Hasil Piala AFF U-17 2026: Indonesia Takluk 0-1 dari Malaysia, Langkah ke Semifinal Terancam!

16 April 2026

GRESIK, WWW.PASJABAR.COM – Sebagai tuan rumah ajang ASEAN U-17 Boys' Championship 2026, Timnas Indonesia harus menelan pil...

pasundan law fair 2026

Pasundan Law Fair 2026 Sukses Digelar, Ajang Nasional Adu Gagasan dan Kompetensi Mahasiswa Hukum

16 April 2026
harga plastik

Kenaikan Harga Plastik Picu Penurunan Sampah di Kota Cimahi

16 April 2026
Agus Sutisna

Agus Sutisna Ditemukan Tewas Setelah Terjun Selamatkan Siswi Hanyut

16 April 2026
remaja hanyut

Remaja Tewas Hanyut di Sungai Cibanjaran, Penolong Masih Hilang

16 April 2026

Highlights

Agus Sutisna Ditemukan Tewas Setelah Terjun Selamatkan Siswi Hanyut

Remaja Tewas Hanyut di Sungai Cibanjaran, Penolong Masih Hilang

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sumatra hingga Jawa

Rektorat Unpad Nonaktifkan Dosen Diduga Terlibat Kekerasan Seksual, Dan Lakukan Investigasi

Transformasi RS Rajawali, Primaya Perkuat Layanan Medis Modern di Bandung

Kenalan Lewat Game Online Siswi SMP di Bandung Barat Diculik Remaja

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.