CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 20 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASJABAR

Perjalanan Panjang Wanoja Coffee, dari Ladang ke Cangkir Kopi Dunia

Hanna Hanifah
5 Oktober 2024
wanoja coffee

Proses perjalanan biji kopi hingga menjadi secangkir kopi ternyata membutuhkan waktu yang panjang dan kompleks, seperti Wanoja Coffee. (foto: Antara https://jabar.antaranews.com/berita/548246/produksi-specialty-coffee-dari-kebun-wanoja-coffee-garut?page=all)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Proses perjalanan biji kopi hingga menjadi secangkir kopi yang dinikmati setiap hari ternyata membutuhkan waktu yang panjang dan kompleks, seperti Wanoja Coffee.

Satrea Amambi, pemilik Wanoja Coffee di Kamojang, Garut, Jawa Barat, secara konsisten menanam kopi specialty favorit para penyangrai kopi lokal di Jawa Barat.

Di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut (MDPL), Satrea membudidayakan beberapa varietas kopi. Seperti Sigarutang, Lini S, Kartika, Andung Sari, dan Yellow Caturra.

Varietas ini menghasilkan kopi jenis arabika, dan membutuhkan sekitar delapan bulan hingga ceri kopi matang.

“Beberapa varietas matangnya berwarna kuning, tapi rata-rata matang warna merah cabe. Kalau mau lebih bagus lagi tunggu sampai warna merah lebih gelap, itu pengaruh ke rasa dan harga,” ungkap Satrea, dilansir dari Antara.

Baca juga:   Kementerian PUPR: Jalur Sesar Cimandiri Harus jadi Zona Merah dan Nonhunian

Setiap pohon dapat menghasilkan sekitar empat hingga lima kilogram ceri kopi berkualitas.

Dibutuhkan sekitar dua pohon atau sekitar 7,5 kilogram ceri untuk menghasilkan satu kilogram biji kopi mentah (green beans).

Masa panen kopi di Jawa Barat biasanya hanya terjadi satu kali dalam setahun, antara bulan April hingga Juli. Namun Satrea menjelaskan bahwa tahun ini ada pergeseran karena cuaca.

“Panen dari bulan 6 selesai bulan Agustus, tahun lalu berbunga bulan 10-11 sekarang bulan 9 akhir. Jadi makin nggak pasti,” tambahnya.

Setelah panen, ceri kopi akan disortir untuk memisahkan yang berkualitas tinggi dan rendah. Selanjutnya, ceri kopi diproses dengan berbagai metode penjemuran, termasuk metode wash, honey, dan natural.

Baca juga:   Wagub, Sekda Jabar Cuma Meninjau Stadion Arcamanik Yang Roboh Dari Kejauhan

“Kalau sekarang lagi trend difermentasi terlebih dahulu, habis itu dijemur,” kata Satrea, yang menambahkan bahwa setiap metode membutuhkan waktu yang berbeda-beda.

Dalam proses komersial, pengeringan sering dilakukan dengan mesin, terutama jika cuaca tidak mendukung atau ada kebutuhan mendesak.

Kopi yang telah kering kemudian dikupas untuk menjadi biji kopi mentah. Dan disortir kembali dengan proses manual yang melibatkan ibu-ibu setempat.

Pemasaran Biji Kopi ke Internasional

Tahun ini, Wanoja Coffee berhasil memproduksi 80 ton biji kopi mentah. Dengan sebagian besar dipasarkan untuk pasar lokal dan sebagian diekspor ke Belanda dan Arab Saudi.

Baca juga:   Bio Farma Siap Distribusikan Vaksin AstraZeneca Gelombang Dua

“Kalau Belanda itu kita ada kontrak 30 ton, kalau Saudi 19,2 ton, kalau lokalnya 50 ton, produknya green beans,” jelas Satrea.

Satrea juga mengakui bahwa metode natural menjadi yang paling mahal karena membutuhkan waktu penjemuran yang paling lama. Sementara metode wash adalah yang termurah dan tercepat.

Selain itu, ia sedang merencanakan perbaikan di lahannya dengan mengganti varietas Sigarutang yang tidak lagi cocok dengan kondisi cuaca dan tanah di Jawa Barat.

“Makanya kita tahun depan akan ganti tanaman yang kering dengan varietas baru dengan Lini S dan Andung Sari yang lebih tahan terhadap hama,” katanya. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: biji kopi lokal bandungwanoja coffee


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

google
HEADLINE

Google Perluas Strategi Wearable Lewat Kacamata Pintar Gucci Berbasis XR

19 April 2026

WWW.PASJABAR.COM - Google dilaporkan memperluas strategi pengembangan kacamata pintar berbasis Android XR dengan menggandeng perusahaan optik global...

Permendiktisaintek

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

19 April 2026
unpad

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

19 April 2026
bnpb

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 April 2026
ITB

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

19 April 2026

Highlights

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

Jabar Jadi Pilot Project Program Gentengisasi Rumah Subsidi Nasional

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.