CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 19 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Gas Subsidi Langka, Perajin Tahu di Bandung Terpaksa Beralih ke Kayu Bakar

Uby
4 Februari 2025
gas bandung

Pelaku UMKM di Sentra Tahu Cibuntu, Kota Bandung, mengalami kerugian sejak terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di sejumlah pangkalan. (foto: uby/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sentra Tahu Cibuntu, Kota Bandung, mengalami kerugian sejak terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di sejumlah pangkalan.

Para perajin terpaksa beralih menggunakan gas 12 kilogram atau bahkan kayu bakar untuk mempertahankan produksi mereka.

Kelangkaan ini terjadi setelah pemerintah memberlakukan kebijakan larangan distribusi gas elpiji 3 kilogram ke pengecer.

Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan distribusi gas subsidi lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Namun, di lapangan, ketersediaan gas di pangkalan cepat habis terjual, menyebabkan antrean panjang dan banyak pelaku usaha kecil kesulitan mendapatkan pasokan.

“Sejak ada aturan baru ini, gas di pangkalan cepat habis. Kami terpaksa berhenti produksi sementara atau pakai gas 12 kilogram yang harganya jauh lebih mahal,” ujar Zamaludin, salah satu perajin tahu di Cibuntu.

Baca juga:   Tabung Gas Melon Meledak, Lima Orang Luka Bakar

Sebagian perajin yang tidak mampu membeli gas 12 kilogram memilih menggunakan kayu bakar.

Meskipun lebih murah dan mudah didapat, penggunaan kayu bakar menyebabkan polusi udara karena asap tebal yang mencemari lingkungan dan mengotori dinding pabrik rumahan.

Selain itu, proses pembakaran dengan kayu bakar memakan waktu lebih lama dan meningkatkan risiko kebakaran di area produksi.

“Kalau pakai kayu bakar, proses masaknya jadi lebih lama dan asapnya tebal sekali. Ini tidak sehat untuk pekerja juga,” kata Zamaludin.

Baca juga:   Pertamina Jamin Stok Gas Elpiji Aman Hingga Lebaran

Kenaikan Biaya Produksi dan Ancaman PHK

Peralihan ke gas 12 kilogram atau kayu bakar berdampak langsung pada biaya produksi.

Harga gas 12 kilogram bisa mencapai tiga kali lipat dari gas 3 kilogram, sedangkan penggunaan kayu bakar tidak seefisien gas.

Kondisi ini membuat para perajin harus menaikkan harga jual tahu untuk menutupi biaya tambahan.

Sebagian perajin bahkan mengaku terpaksa mengurangi jumlah produksi harian dan mempertimbangkan pengurangan tenaga kerja jika kondisi ini terus berlanjut.

“Kalau terus begini, kami bisa rugi besar. Bisa-bisa karyawan juga harus dikurangi,” ungkap Zamaludin.

Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian mengaku tengah berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan distribusi gas subsidi berjalan lancar.

Baca juga:   Antrian Panjang di Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg, Warga Kecewa

Pemerintah juga berencana melakukan pendataan ulang terhadap pelaku usaha kecil yang memang berhak mendapatkan gas subsidi untuk menghindari penyelewengan distribusi.

Para pelaku UMKM berharap pemerintah dapat memberikan solusi konkret untuk mengatasi kelangkaan ini.

“Kami butuh kebijakan yang berpihak pada pelaku usaha kecil, supaya produksi tetap jalan dan pelanggan tidak kecewa,” tambah Zamaludin.

Kelangkaan ini menjadi tantangan serius bagi UMKM di Sentra Tahu Cibuntu yang bergantung pada pasokan gas untuk mendukung kelangsungan usaha mereka.

Jika tidak segera ditangani, dampaknya bisa meluas hingga mengancam ketahanan ekonomi pelaku usaha kecil di Kota Bandung. (uby)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: gas elpijigas subsidikelangkaan gas lpg


Related Posts

gas elpiji
HEADLINE

Antrean Gas Elpiji 3 Kg Diprediksi Berkurang, Pengecer Kembali Diaktifkan

5 Februari 2025
tahun baru bandung
HEADLINE

Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Bandung, Pemerintah Siapkan Pola Distribusi Baru

4 Februari 2025
gas lpg
HEADLINE

Distribusi Gas LPG 3 Kg Dibatasi, Warga Bandung Keluhkan Antrean Panjang

4 Februari 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

google
HEADLINE

Google Perluas Strategi Wearable Lewat Kacamata Pintar Gucci Berbasis XR

19 April 2026

WWW.PASJABAR.COM - Google dilaporkan memperluas strategi pengembangan kacamata pintar berbasis Android XR dengan menggandeng perusahaan optik global...

Permendiktisaintek

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

19 April 2026
unpad

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

19 April 2026
bnpb

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 April 2026
ITB

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

19 April 2026

Highlights

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

Jabar Jadi Pilot Project Program Gentengisasi Rumah Subsidi Nasional

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.