CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Kamis, 8 Januari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Berantas Koruptor Dulu Baru Nyapres Lagi

Hanna Hanifah
21 Februari 2025
koruptor

ilustrasi. (foto: swa.co.id)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT
U Wawan Sam Adinata, Dosen STIE Pasundan. (foto: pasjabar)

Oleh: U Wawan Sam Adinata, Dosen STIE Pasundan (Berantas Koruptor)

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Belakangan ini, jagad politik nasional sedang semarak dengan berbagai isu dan tagar yang menyita perhatian cukup luas. Bahkan, respons yang cukup keras dari masyarakat juga terjadi, seperti Pantai Indah Kapuk 2, pemangkasan anggaran, lalu aksi mahasiswa, “Adili Jokowi”, terakhir lalu tagar “Kabur Saja Dulu” atau “Indonesia Gelap”. Sebuah isu yang menggambarkan Indonesia sedang tidak baik-baik saja.

Namun demikian, yang lebih mengejutkan adalah munculnya keputusan partai pendukung pemerintahan Prabowo Subianto, Gerindra, yang mencalonkan kembali Prabowo sebagai calon presiden di 2029.

Pencalonan presiden Prabowo Subianto untuk 2029 diumumkan dalam Musyawarah Luar Biasa Partai Gerindra di Hambalang. Tentu saja mengejutkan, karena Prabowo Subianto baru empat bulan menjadi presiden, masih “bulan madu” istilahnya.

Keputusan

Keputusan Gerindra untuk mengusung lagi Prabowo sebagai calon presiden kemudian disampaikan kepada para pimpinan partai politik di Koalisi Indonesia Maju (KIM) dalam acara silaturahmi di Hambalang. Kemudian, diaminkan.

Tentu saja ada pertanyaan besar di balik pencalonan tersebut. Kenapa secepat itu? Bukankah masih lama? Apakah tidak terlalu cepat? Pesan apa yang tersirat dari pencalonan tersebut? Apakah hanya sekadar “cek ombak” untuk melihat reaksi dari koalisi?

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menilai keputusan Gerindra menetapkan dan mengumumkan Prabowo kembali maju di 2029 terkesan terburu-buru. Sebab, pemerintahan Prabowo baru saja berusia 100 hari pada akhir Januari lalu. Ia pun membandingkannya dengan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi) yang memimpin dua periode, tetapi tidak mengumumkan pencalonan di periode kedua pada awal pemerintahan.

Namun demikian, di alam demokrasi, hal tersebut sah-sah saja. Setidaknya, kompetitor yang menganggap Gibran sebagai lawan di 2029 berpikir ulang.

Sebagai catatan, Prabowo yang lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1951 saat ini telah berusia 73 tahun dan akan genap 74 tahun pada Oktober mendatang. Pada Pilpres 2029 mendatang, sosok yang kembali terpilih sebagai Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra dalam KLB ke-VII ini bakal berusia 78 tahun. Sebuah usia yang dalam dunia politik tidak terlalu tua, kecuali MK melakukan perubahan persyaratan atas pengajuan masyarakat.

Prabowo menjawab pencalonannya dengan mengatakan bahwa pihaknya malu dan tidak akan maju lagi kalau program kerjanya gagal. Artinya, Prabowo akan maju lagi dengan syarat semua harus berjibaku mensukseskan program pemerintahan Prabowo Subianto lima tahun ke depan.

Keadilan dan Kesejahteraan

Tagar “Indonesia Gelap” dan “Kabur Saja Dulu” sedikit berpesan bahwa penegakan hukum, khususnya keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, masih gelap. Sebuah kondisi yang sangat nyata berdasarkan munculnya berbagai kejadian di masyarakat maupun elite yang mencerminkan negara kurang hadir dan mengabaikan rasa keadilan, seperti kasus korupsi.

Ini adalah agenda mendasar dan penting karena merupakan amanah UUD dan Pancasila. Bahkan, viral di dunia maya, TikTok, pidato Presiden Prabowo di 100 hari pemerintahannya. Isi pidato “ultimatum” terdengar keras dan bukan basa-basi. Pidato tersebut intinya menyampaikan bahwa seluruh institusi harus membersihkan diri sebelum dibersihkan, khususnya aparat penegak hukum dan institusi negara untuk membersihkan dirinya masing-masing dari tindak pidana korupsi. “Ibarat pepatah, tidak mungkin membersihkan sampah dengan sapu yang kotor,” begitulah keyakinan yang tertanam dalam memerangi korupsi.

Mungkin banyak tafsir dari pidato tersebut, tapi titik tekannya jelas bahwa kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum, khususnya terkait korupsi, sedang berada di titik terendah. Tentu saja, pada akhirnya, ini akan berpengaruh pada kepercayaan publik terhadap roda pemerintahan, termasuk kepercayaan investor yang akan menanamkan modalnya di Indonesia. Sebuah bola salju yang ujungnya akan menggulung integritas pemerintahan Prabowo sendiri kalau dibiarkan.

Pidato tersebut sangat jelas menunjukkan pesan bahwa Presiden Prabowo akan komit untuk mewujudkan pemerintahan bebas korupsi dan pro-rakyat. Sebuah tekad yang sangat berat karena akan berhadapan dengan kekuatan oligarki, yang cengkeramannya sangat kuat di segala lini.

Mampukah pemerintahan Prabowo mewujudkan mimpinya? Dari mana sumber kekuatannya? Apakah legitimasi rakyat dalam pemilu kemarin cukup kuat untuk menjadi senjata? Sejarah yang akan membuktikan. Namun demikian, kita bisa melihat bahwa pidato tersebut adalah harapan rakyat, yang sering diberi tontonan bagaimana penegakan hukum korupsi melecehkan akal sehatnya.

Melawan Oligarki

Pernyataan perang terhadap korupsi tanpa dibarengi dengan perangkat perang yang memadai hanya akan menambah luka rakyat. Alias, kekalahan demi kekalahan akan kembali terjadi. Catatan kelam memerangi korupsi di Indonesia ibarat perang pikiran melawan kemustahilan.

Pemerintahan Prabowo harus mendapatkan dukungan yang sangat kuat, solid, dan revolusioner yang memiliki komitmen tinggi dalam memerangi korupsi. Karena ini adalah pertaruhan terakhir dari titik start menuju Indonesia Emas. Dalam hal ini, tentu saja pemerintahan Prabowo bisa belajar dari negara-negara lain seperti China, bagaimana Beijing menegakkan aturan hukuman bagi koruptor.

Kenapa demikian? Karena gurita korupsi sudah sangat tidak terkendali. Kalau istilah Prabowo, korupsi yang dilakukan para koruptor di Indonesia ibarat kanker stadium 4, sebuah kondisi “koma” bagi sebuah bangsa. Maka, tidak heran politik saling menyandera pun terjadi. Kebijakan penegakan sulit dijalankan karena masing-masing memiliki “kartu mematikan”.

Pelajaran yang bisa dipetik dari pengalaman penegakan hukum korupsi adalah negosiasi yang selalu berakhir dengan kekalahan bagi penegak hukum. Bahkan, kekalahannya bisa lebih parah. Artinya, tidak boleh setengah-setengah lagi.

Menarik untuk diambil pelajaran dari reaksi Presiden Rusia, Vladimir Putin, dalam sebuah momen mengomentari sikap Presiden Kazakhstan yang menyatakan bahwa negaranya tidak akan membangun nuklir, tetapi lebih memilih berhubungan baik dengan seluruh negara dunia dan menarik investasi agar negaranya sejahtera dan makmur. Jawaban Putin, “Alm. Presiden Saddam Hussein pun dulu berpikir begitu.” Artinya, memerangi korupsi yang digaungkan dalam pidato tersebut tidak boleh kendor atau lemah, karena kalau lemah dan kendor, akan bernasib sama.

Dan perlawanan pun mulai bermunculan, khususnya dari kekuatan oligarki, atau istilahnya sabotase terhadap program kepemimpinannya. Mulai dari pembunuhan karakter secara halus hingga pembullyan di akar rumput akibat gas hilang beberapa waktu lalu. Bisa jadi itu hanya pesan tersirat yang sederhana dan akan berlanjut ke hal yang lebih besar. 

Catatan Akhir

Sebagai catatan, jauh sebelum jadi presiden terpilih, Prabowo mengatakan bahwa dirinya sudah muak dengan keadaan ini.

“Ini bukan republik yang saya bela. Ini bukan republik yang saya pertaruhkan nyawa saya. Ini bukan republiknya Bung Karno, ini bukan republiknya Bung Hatta, bukan republiknya pendiri-pendiri bangsa kita.”

Pidato tersebut menambah keyakinan kuat akan komitmen memerangi korupsi. Karena mensejahterakan rakyat dan memerangi kemiskinan tanpa memerangi korupsi adalah sebuah kemustahilan.

Sekali lagi, perang melawan koruptor adalah agenda besar. Jika Presiden Prabowo berhasil mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap para penegak hukum, khususnya dalam memberantas koruptor, maka dukungan pencalonan Prabowo sebagai presiden pada 2029 akan semakin kuat. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Baca juga:   Gubernur Jabar KDM diminta segera Bentuk Tim Perlindungan GTK
Editor: Hanna Hanifah
Tags: kasus korupsikoruptorOpiniSTIE Pasundan


Related Posts

Merampok Daulat Rakyat
HEADLINE

Merampok Daulat Rakyat

31 Desember 2025
sunda
HEADLINE

Pemikiran Dan Kontribusi Karl Fredirck Holle: “Karuhun” Orang Sunda Modern

29 Desember 2025
kepintaran
HEADLINE

Mendewakan Kepintaran Manusia

27 Desember 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Viktor Gyokeres (kiri) berduel dengan gelandang Spanyol, Alberto Moleiro (kanan), dalam pertandingan persahabatan pramusim antara Arsenal vs Villarreal di Stadion Emirates di London pada 6 Agustus 2025. (Foto oleh Glyn KIRK / AFP)(AFP/GLYN KIRK)
HEADLINE

Adu Tajam Viktor Gyökeres dan Cody Gakpo di Emirates

8 Januari 2026

WWW.PASJABAR.COM -- Pertandingan antara Arsenal dan Liverpool dini hari nanti bukan sekadar adu gengsi dua tim papan...

Ilustrasi Arsenal vs Liverpool. Foto: AFP/Darren Staples.

Prediksi Arsenal vs Liverpool: Misi Balas Dendam Meriam London di Benteng Emirates

8 Januari 2026
Benjamin Sesko akhiri puasa gol, langsung cetak brace. (Action Images via Reuters/Craig Brough)

Debut Darren Fletcher Diwarnai Drama 4 Gol: Benjamin Sesko Gemilang, Tiang Gawang Gagalkan Kemenangan MU atas Burnley

8 Januari 2026
Barcelona bantai Athletic Club 5-0 di semifinal Piala Super Spanyol 2026. (Getty Images Sport)

Mengamuk di Jeddah: Barcelona Bantai Athletic Club 5-0, Amankan Tiket Final Piala Super Spanyol

8 Januari 2026
Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, saat menangani kubu milik Grup Djarum asal Indonesia tersebut di ajang Liga Italia 2025-2026.(AFP/PIERO CRUCIATTI)

Hattrick Kemenangan di Serie A: Fabregas Ingatkan Como 1907 Jangan Lengah Meski Tembus Papan Atas

8 Januari 2026

Highlights

Mengamuk di Jeddah: Barcelona Bantai Athletic Club 5-0, Amankan Tiket Final Piala Super Spanyol

Hattrick Kemenangan di Serie A: Fabregas Ingatkan Como 1907 Jangan Lengah Meski Tembus Papan Atas

Resmi Dibubarkan di Paguyuban Pasundan, Pansel Tuntaskan Pemilihan Pimpinan Baznas Jabar

Pekan Ke-17 Super League Sajikan Duel Panas Persib Kontra Persija

Disney Umumkan Pemeran Utama Live Action “Tangled”

Wali Kota Bandung Tanggapi Keluhan Warga soal Akses Flyover Nurtanio

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.