CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Selasa, 5 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Ketum PB Paguyuban Pasundan: Empat Krisis Ancam Masyarakat Sunda

Hanna Hanifah
12 April 2025
Paguyuban Pasundan

Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si., menyoroti empat krisis utama yang saat ini dihadapi masyarakat Sunda. (foto; pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si., menyoroti empat krisis utama yang saat ini dihadapi masyarakat Sunda, yaitu krisis bahasa, simbol, kepemimpinan informal, dan kesadaran terhadap budaya.

Hal ini disampaikannya dalam acara Silaturahmi Ba’da Idulfitri 1446 Hijriah Keluarga Besar Paguyuban Pasundan yang digelar secara hybrid di Aula Mandalasaba dr. Djoendjoenan, Gedung Paguyuban Pasundan, Jalan Sumatera No. 41, Kota Bandung, Sabtu (12/4/2025).

“Pertama, krisis penggunaan bahasa Sunda. Padahal bahasa adalah identitas. Kedua, krisis simbol kesundaan. Karena itu, kita akan membangun pusat budaya Sunda. Ketiga, krisis kepemimpinan informal. Ini penting untuk pendekatan sosial. Krisis keempat, adalah kesadaran terhadap budaya,” ungkap Prof. Didi.

Baca juga:   Aweuhan Pasundan: Bagian II Edukasi “Perguruan Tinggi Harus Selamatkan Kesundaan”

Ia menekankan pentingnya penyelamatan bahasa Sunda yang kini mulai terpinggirkan, khususnya di perkotaan seperti Bandung.

Berdasarkan kajian, budaya dominan Sunda yang kuat pada tahun 1960-an, sudah mulai hilang pada dekade 1990-an.

“Bahasa menjadi masalah untuk entitas suatu bangsa dan juga menyangkut etika. Kehadiran Pak Gubernur Jawa Barat akan memberi motivasi agar masyarakat lebih sadar terhadap budayanya,” ujarnya.

Baca juga:   Hadapi Revolusi Industri 4.0 TNI Kirimkan Prajurit Terbaik ke Rusia

Dalam kesempatan itu, Prof. Didi juga menyampaikan rencana pembangunan pusat budaya Sunda di kawasan Majalengka, dekat Bandara Kertajati. Yang akan dibangun di atas lahan seluas hampir 50 hektare sebagai upaya pelestarian simbol kesundaan.

Ia juga menyoroti ketiadaan figur kepemimpinan informal di tengah masyarakat saat ini. Yang menurutnya penting dalam membina kedekatan sosial dan memberi arah.

Baca juga:   10 Joki Terungkap dalam UTBK 2025 Beberapa Ditemukan di ISBI Bandung

Khususnya di tengah maraknya tontonan tak mendidik yang mengkhawatirkan perkembangan moral generasi muda.

“Ini sangat berbahaya untuk generasi muda. Salah satu solusi yang bisa kita ambil adalah melalui pendekatan budaya lokal, serta pendidikan budaya, akhlak, dan moral dalam sistem pendidikan kita,” tegasnya.

Prof. Didi meyakini, Paguyuban Pasundan memiliki potensi besar untuk mengatasi krisis tersebut.

Ia mengingatkan bahwa Paguyuban Pasundan memiliki sejarah panjang dalam membangun bangsa. Dan telah melahirkan banyak pemimpin serta tokoh masyarakat Indonesia. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: budaya sundakrisis budayapaguyuban pasundan


Related Posts

Pelantikan Paguyuban Pasundan Papua
HEADLINE

Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Wilayah Paguyuban Pasundan se Tanah Papua

25 April 2026
Penghargaan Paguyuban Pasundan
HEADLINE

Paguyuban Pasundan Raih Penghargaan dari HU Pikiran Rakyat di HUT ke-60

25 April 2026
pasundan law fair 2026
HEADLINE

Pasundan Law Fair 2026 Sukses Digelar, Ajang Nasional Adu Gagasan dan Kompetensi Mahasiswa Hukum

16 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

avatar whatsapp
HEADLINE

Fitur Avatar WhatsApp Mulai Dihapus Bertahap untuk Semua Pengguna

5 Mei 2026

WWW.PASJABAR.COM - WhatsApp, aplikasi pesan instan milik Meta, mulai menghentikan fitur avatar bagi pengguna Android dan iOS....

Bayern vs PSG Champions 2026

Bayern vs PSG Membara! Rekor Gol Liga Champions Barcelona Terancam Tumbang

5 Mei 2026
Xiaomi Mix

Rumor Xiaomi Mix 5 Meredup, Fokus Bergeser ke Xiaomi 18

5 Mei 2026
arsenal vs atletico madrid

Arsenal vs Atleti di Semifinal Liga Champions: Duel Penentuan ke Final, Siapa Lebih Siap?

5 Mei 2026
Pansus LKPJ DPRD Kota Bandung

Pansus LKPJ DPRD Kota Bandung Klaim Pembahasan Capai 75 Persen, Fokus Pertajam Misi SDM

5 Mei 2026

Highlights

Arsenal vs Atleti di Semifinal Liga Champions: Duel Penentuan ke Final, Siapa Lebih Siap?

Pansus LKPJ DPRD Kota Bandung Klaim Pembahasan Capai 75 Persen, Fokus Pertajam Misi SDM

Ahli Sebut Faktor Tersembunyi yang Tingkatkan Risiko Kolesterol Tinggi

BMKG Prakirakan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Landa Indonesia

POCO C81 Pro Resmi Meluncur di Indonesia Mulai Rp1,6 Jutaan

Beckham Putra Ungkap Krusialnya Kemenangan atas PSIM

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.